Catat! 3 Lokasi Pos Jaga PPKM Level IV di Banjarmasin PPKM Level IV, Banjarmasin Dirundung Sederet Masalah Resmi Direvisi! PPKM Level 4 Banjarmasin Hanya Berlaku Hingga 2 Agustus Dear Warga Banjarmasin! Siapkan Kartu Vaksinasi Sebelum Ditanya Petugas PPKM Level 4 Perjuangan Penyintas di Banjarmasin, Jadi Pendonor untuk Selamatkan Pasien Covid-19

Protes Hina Islam dan Rasulullah, Mahasiswa Iran Gelar Aksi di Depan Kedubes Prancis

- Apahabar.com     Kamis, 29 Oktober 2020 - 18:02 WITA

Protes Hina Islam dan Rasulullah, Mahasiswa Iran Gelar Aksi di Depan Kedubes Prancis

Aksi protes mahasiswa Iran di Depan Kedubes Prancis di Tehran atas penghinaan Islam dan Rasulullah SAW. Foto-Istimewa

apahabar.com, TEHERAN – Sejumlah besar mahasiswa berkumpul di depan Kedutaan Besar Prancis di ibu kota Iran pada Rabu (28/10) guna memprotes pernyataan yang menghina Islam dan Rasulullah SAW baru-baru ini oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan pejabat di negara itu.

Mereka membawa poster dan spanduk bertuliskan pesan tegas serta meneriakkan slogan yang menentang Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Aksi protes damai tersebut berlangsung selama beberapa jam, di mana massa menuntut permintaan maaf tanpa syarat dari Presiden Macron dan pejabat Prancis lainnya.

Massa juga mendesak pengusiran duta besar Prancis di Teheran dan pemboikotan terhadap produk Prancis sebagai bentuk protes sikap acuh tak acuh terhadap sentimen agama Muslim.

“Mereka terus melakukan itu dan kami terus menentangnya. Namun kini saatnya untuk mengambil sikap dan mengajari mereka ajaran yang baik,” kata Reza Alaavi, mahasiswa universitas Teheran kepada Kantor Berita Anadolu seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan seluruh Muslim di dunia bersatu untuk melawan ini dan ini “kesempatan emas untuk melawan Islamofobia sekaligus kebencian terhadap Muslim.”

Massa juga mengubah nama jalan di depan Kedubes Prancis dari Jalan Neauphle-le-Chateau menjadi Jalan Muhammad Rasulullah.

Jalan itu dinamai sebuah desa kecil di Prancis utara tempat pendiri Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, menghabiskan setahun di pengasingan pada 1978 setelah diusir dari Irak.

Alaavi menyebutkan permohonan resmi untuk mengganti nama jalan menjadi Jalan Muhammad Rasulullah akan segera diajukan kepada Kotamadya Teheran.

Sikap marah berkembang di Iran terkait pernyataan Islamofobia Presiden Macron, dengan masyarakat meminta agar pemerintah mengusir utusan Prancis dan juga memboikot produk Prancis.

Pada Selasa, kuasa usaha Prancis di Teheran dipanggil oleh Kementerian Luar Negeri untuk menyampaikan protes resmi terhadap “tindakan yang tak dapat diterima” dari otoritas Prancis.

Banyak pejabat senior Iran termasuk Presiden Hassan Rouhani, Menteri Luar Negeri Javad Zarif, Ketua Mahkamah Agung Ebrahim Raisi, Ketua Parlemen Baqer Qalibaf, Kepala Dewan Keamanan Nasional Ali Shamkhani dan penasihat senior Ali Akbar Velayati mengeluarkan pernyataan yang mengecam pejabat Prancis lantaran telah memicu Islamofobia.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PHK

Internasional

Sempat Syok, Pramugari Cantik Ini Rela Jual Gas Elpiji Usai PHK Akibat Pandemi
Kereta Barang Ekspor

Internasional

Kereta Barang Ekspor Turki-China Berangkat Perdana,Lewati Dua Benua dan Dua Laut

Internasional

MITI Malaysia Batasi 10 Persen WFO Saat PKPB

Internasional

AS Disebut Akan Donasi 500 Juta Vaksin Pfizer untuk Dunia
apahabar.com

Internasional

Dikecam Banyak Pihak, Erdogan: Hagia Sophia Kedaulatan Turki
apahabar.com

Internasional

Uji Coba Mobil Terbang, Bagaimana Hasilnya?

Internasional

Antusiasme Warga Prancis Belajar Bahasa Indonesia Selama Pandemi
apahabar.com

Internasional

Mulai Longgar, Perjalanan China ke Hongkong Tak Wajib Karantina
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com