3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Protes Hina Islam dan Rasulullah, Mahasiswa Iran Gelar Aksi di Depan Kedubes Prancis

- Apahabar.com Kamis, 29 Oktober 2020 - 18:02 WIB

Protes Hina Islam dan Rasulullah, Mahasiswa Iran Gelar Aksi di Depan Kedubes Prancis

Aksi protes mahasiswa Iran di Depan Kedubes Prancis di Tehran atas penghinaan Islam dan Rasulullah SAW. Foto-Istimewa

apahabar.com, TEHERAN – Sejumlah besar mahasiswa berkumpul di depan Kedutaan Besar Prancis di ibu kota Iran pada Rabu (28/10) guna memprotes pernyataan yang menghina Islam dan Rasulullah SAW baru-baru ini oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan pejabat di negara itu.

Mereka membawa poster dan spanduk bertuliskan pesan tegas serta meneriakkan slogan yang menentang Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Aksi protes damai tersebut berlangsung selama beberapa jam, di mana massa menuntut permintaan maaf tanpa syarat dari Presiden Macron dan pejabat Prancis lainnya.

Massa juga mendesak pengusiran duta besar Prancis di Teheran dan pemboikotan terhadap produk Prancis sebagai bentuk protes sikap acuh tak acuh terhadap sentimen agama Muslim.

“Mereka terus melakukan itu dan kami terus menentangnya. Namun kini saatnya untuk mengambil sikap dan mengajari mereka ajaran yang baik,” kata Reza Alaavi, mahasiswa universitas Teheran kepada Kantor Berita Anadolu seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan seluruh Muslim di dunia bersatu untuk melawan ini dan ini “kesempatan emas untuk melawan Islamofobia sekaligus kebencian terhadap Muslim.”

Massa juga mengubah nama jalan di depan Kedubes Prancis dari Jalan Neauphle-le-Chateau menjadi Jalan Muhammad Rasulullah.

Jalan itu dinamai sebuah desa kecil di Prancis utara tempat pendiri Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, menghabiskan setahun di pengasingan pada 1978 setelah diusir dari Irak.

Alaavi menyebutkan permohonan resmi untuk mengganti nama jalan menjadi Jalan Muhammad Rasulullah akan segera diajukan kepada Kotamadya Teheran.

Sikap marah berkembang di Iran terkait pernyataan Islamofobia Presiden Macron, dengan masyarakat meminta agar pemerintah mengusir utusan Prancis dan juga memboikot produk Prancis.

Pada Selasa, kuasa usaha Prancis di Teheran dipanggil oleh Kementerian Luar Negeri untuk menyampaikan protes resmi terhadap “tindakan yang tak dapat diterima” dari otoritas Prancis.

Banyak pejabat senior Iran termasuk Presiden Hassan Rouhani, Menteri Luar Negeri Javad Zarif, Ketua Mahkamah Agung Ebrahim Raisi, Ketua Parlemen Baqer Qalibaf, Kepala Dewan Keamanan Nasional Ali Shamkhani dan penasihat senior Ali Akbar Velayati mengeluarkan pernyataan yang mengecam pejabat Prancis lantaran telah memicu Islamofobia.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Rusuh di AS, Pertokohan Dijarah, Kantor Polisi Dibakar
apahabar.com

Internasional

Update Covid-19 Global: Tembus 7 Juta Positif, 400 Ribu Orang Meninggal
apahabar.com

Internasional

Update Hasil Pilpres AS, Biden Tinggal 6 Suara, Trump Ajukan Gugatan Setop Penghitungan di Michigan
apahabar.com

Internasional

Pipa Bensin Bocor, Kebakaran Hebat Landa Meksiko, 20 Orang Tewas

Internasional

Albert Einstein dan Lebah Zombie, Pertanda Kiamat?
apahabar.com

Internasional

Diakui Internasional, Jamu Indonesia Tembus Arab Saudi
apahabar.com

Internasional

Malaysia Akan Kembali Terapkan Lockdown
apahabar.com

Internasional

Pelaku Penembakan Keji di Masjid Selandia Baru Terancam Hukuman Seumur Hidup
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com