Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Rakor TKPK, Pemprov Kalsel Sinkronisasi Data Kemiskinan Saat Pandemi

- Apahabar.com Senin, 19 Oktober 2020 - 12:52 WIB

Rakor TKPK, Pemprov Kalsel Sinkronisasi Data Kemiskinan Saat Pandemi

Pj Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar membuka Rakor Penguatan TKPK dan Pemutakhiran Data Kemiskinan tahun 2020 di Hotel Roditha Banjarmasin, Senin (19/10) pagi. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARMASIN – Dalam rangka penurunan angka kemiskinan pada masa pandemi Covid-19, Dinas Sosial Kalimantan Selatan menggelar Rapat Koordinasi Penguatan TKPK (Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan) dan Pemutakhiran Data Kemiskinan tahun 2020 di Hotel Roditha Banjarmasin, Senin (19/10) pagi.

“Kita menyinkronkan antara beberapa SKPD supaya jadi satu data yang nantinya bisa dijadikan acuan untuk program bantuan terkait kemiskinan, ” ungkap Kepala Dinsos, Siti Nuriyani di sela kegiatan.

Berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kalsel, tercatat sebanyak 314.559 rumah tangga yang terdampak Covid-19. Meski terimbas dari segi perekonomian, namun menurut Siti, tidak seluruhnya terdata sebagai masyarakat miskin.

“Pertambahan saat Covid-19 ini ada sekitar 195 ribu. Yang tadinya memiliki usaha, menjadi tidak punya penghasilan akhirnya masuk dalam kategori rawan miskin. Tetapi bukan berarti mereka miskin, ” jelasnya

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Dinsos beserta jajaran Pemprov Kalsel dan pihak terkait melakukan penguatan inventarisasi agar bantuan lebih terarah. Ini dilakukan agar data yang dihasilkan lebih detail dan terperinci.

“Selama ini kita terkendala di NIK, itu salah satu syarat masuk dalam DTKS. By name by address, sehingga diketahui layak atau tidak diberikan bantuan, ” sebutnya

Rakor dibuka secara resmi oleh Pj Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar. Menurutnya, pemutakhiran data harus diperbaharui setiap 3 bulan sekali.

“Data ini dinamis. Ada perubahan yang meninggal, pindah, kelahiran dan sebagainya. Data kemiskinan ini seyogyanya harus selalu diupdate, ” kata Roy.

Dengan melakukan pembaharuan data, pelaksanaan program dan sasaran kegiatan akan lebih terarah. Sehingga, pemprov Kalsel akan lebih mudah dalam melakukan penanganan kemiskinan di Banua.

“Kita tahu pandemi Covid-19 ini hampir semua sektor terpengaruh. Baik ekonomi, swasta, dan sebagainya. Makanya ada bantuan langsung tunai untuk pendanaan sektor-sektor itu, ” pungkasnya

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sekolah di Tanbu Terancam Radikalisme, Kesbangpol Turun Tangan
apahabar.com

Kalsel

Operasi Zebra Intan di Batola, 47 PNS Ikut Terjaring
apahabar.com

Kalsel

MTsN 3 Tapin Tuan Rumah Lomba Aksioma 2018
apahabar.com

Kalsel

Mengulik Fakta Saranjana (1); Kota Gaib di Bumi Saijaan Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Hanya Sekejap, 1.400 Tabung ‘Melon’ di Rantau Ludes Diborong Pemesan
apahabar.com

Kalsel

Duh! Sidang Paripurna Perdana, Sudah 13 Anggota DPRD Kalsel Tak Hadir
apahabar.com

Kalsel

Kasus Mulai Melandai, Positif Covid-19 di Kalsel Kini 5.689
apahabar.com

Kalsel

Distribusi Elpiji Tak Merata, Satu Pangkalan Di Kuripan Melayani Sembilan Desa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com