3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Reses Anggota DPRD Kalsel di Tabalong, Fokus Perkuat Ekonomi Masyarakat Pasca Pendemi

- Apahabar.com Kamis, 29 Oktober 2020 - 09:11 WIB

Reses Anggota DPRD Kalsel di Tabalong, Fokus Perkuat Ekonomi Masyarakat Pasca Pendemi

Anggota DPRD Provinsi Kalsel dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Firman Yusi melakukan kegiatan penyerapan aspirasi di Tabalong. Sumber: istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – DPRD Provinsi Kalsel sedang memasuki masa reses (27-31 Oktober 2020). Masa reses adalah waktu di mana anggota DPRD “istirahat” dari persidangan sembari menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.

Anggota DPRD Provinsi Kalsel dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Firman Yusi melakukan kegiatan penyerapan aspirasi di daerah pemilihan Kalsel 5 (Tabalong, Balangan dan HSU) sejak 27 Oktober 2020.

“Dalam reses kali ini sepertinya isu yang mengemuka adalah pemulihan ekonomi yang sangat terdampak pandemi covid-19,” ujar Firman yang sudah melakukan serangkaian pertemuan dan kunjungan.

“Solusi yang harus segera diambil adalah menguatkan kembali UMKM, menggiatkan pelatihan keterampilan anak muda serta menggalakkan penggunaan produk lokal dalam skala pribadi atau program pemerintah dan swasta,” tambahnya.

Faktor-faktor pendukung, kata dia, harus diberikan dukungan lebih oleh pemerintah.

“Saya berkunjung dan bertemu dengan pengelola serta konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Tabalong, mereka bisa berkontribusi besar mempercepat pengembangan UMKM, tapi masih memerlukan dukungan, baik oleh pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi,” sebutnya.

Demikian pula dengan anak muda di desa-desa, ada kemauan kuat dari mereka untuk meningkatkan keterampilannya agar bisa berwirausaha, namun terkendala biaya, sementara pemerintah desa juga terkendala memberikan dukungan karena pengalihan anggaran untuk penanganan covid-19.

“Pemerintah provinsi sudah selayaknya juga turut membantu dan hadir sampai ke tingkat desa mendukung pemulihan ekonomi ini,” harap Sekretaris Komisi IV ini.

Selain isu tersebut, isu-isu pendidikan dan pelestarian budaya juga menjadi perhatian Firman.

“Nanti akan saya lebih detilkan dalam e-pokir, dan mudah-mudahan kerja lembaga legislatif ini bisa diperhatikan oleh pemerintah daerah,” pungkas Firman.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bupati Kotabaru Terima LHP dari BPK RI Perwakilan Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Ops Lilin Intan 2019, Polres HST Siap Amankan Tempat Ibadah dan Wisata
ODP Kotabaru Turun, Pintu Masuk Terus Diperketat

Kalsel

ODP Kotabaru Turun, Pintu Masuk Terus Diperketat
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel 9 September: 9.001 Positif, 7.058 Pasien Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Sumpah Pemuda, Menpora Pinta Pemuda HST Miliki Intelektual dan Skil Kepemimpinan
apahabar.com

Kalsel

Begini Tanggapan Anggota Dewan Banjarmasin Terkait Perbaikan Pipa PDAM
apahabar.com

Kalsel

Terkendala Covid-19, Jadwal SKB CPNS Banjarbaru Belum Ada Kepastian
apahabar.com

Kalsel

BNN Tes Urine Anggota Denpom VI/2 Banjarmasin, Ada Apa!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com