Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang Pencuri Hp Rosehan Diciduk Polisi, Ini Dalih Tersangka

Sambut Janji Manis Belanda, Pemprov Kalsel Siapkan Lokasi Penyimpanan Berlian 70 Karat

- Apahabar.com Selasa, 13 Oktober 2020 - 15:47 WIB

Sambut Janji Manis Belanda, Pemprov Kalsel Siapkan Lokasi Penyimpanan Berlian 70 Karat

Janji manis Belanda ingin mengembalikan barang jarahan, termasuk berlian Sultan banjarmasin, Foto-sebagai ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) menyambut baik niat Belanda mengembalikan hasil jarahan dari eks negara jajahannya, termasuk Indonesia.

Salah satu yang santer beredar, di antaranya berlian 70 karat milik Sultan Banjarmasin yang tersimpan di Museum Belanda.

Janji manis Belanda itu sampai ke Banua. Bahkan, banyak pihak menyambut baik rencana itu.

Terlebih lagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel).

Asal-usul Berlian 70 Karat Banjarmasin yang Dirampas Belanda dari Kesultanan Banjar

Pemprov Kalsel bahkan telah menyiapkan lokasi terkait penyimpanan barang pusaka hasil jarahan Belanda, termasuk berlian 70 karat itu.

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), rencananya berlian itu akan menjadi salah satu koleksi benda pusaka di Banua.

“Artinya memang benda-benda bersejarah yang ada di Belanda sangat bermanfaat untuk Banua. Nanti kita akan rawat karena ada museum yaitu Lambung Mangkurat dan Wasaka,” ucap Kepala Disdikbud Kalsel, Yusuf Effendi melalui Plt Kepala Bidang Kebudayaan, Madun di ruang kerjanya, Selasa (13/10) siang.

Selain koleksi benda-benda bersejarah, berlian tersebut juga dapat menjadi bahan kajian keilmuan.

Simak Kisah Berlian Sultan Adam Jatuh ke Pangkuan Negeri Kincir Angin

Pemprov Kalsel ujar Madun, sangat mengapresiasi keputusan pemerintah Belanda yang akan mengembalikan berlian tersebut.

“Nanti bisa dilihat oleh masyarakat Banua. Jadi tahu bahwa ada berlian atau peninggalan dari pejuang-pejuang kita terdahulu yang masih ada di negeri Belanda,” ujar Madun.

Namun, sejauh ini Pemprov Kalsel belum secara resmi menerima informasi terkait pengembalian berlian itu.

Apabila benar, berlian 70 karat ini akan menjadi daya tarik wisatawan.

“Karena benda pusaka itu kan napak tilas dari sejarah kerajaaan dan perjuangan. Anak-anak, pelajar atau masyarakat tentunya antusias ingin mengetahui peninggalan nenek moyang mereka, ” imbuh Madun.

Dia tak menampik, benda bersejarah mengandung nilai-nilai histori. Oleh masyarakat, benda pusaka dianggap memiliki unsur gaib.

Belanda Kembalikan Berlian 70 Karat Sultan Banjar, Sejarawan Pun Semringah

Hingga kini, akibat pandemi dua museum di Kalsel masih ditutup bagi masyarakat umum.

Kondisi ini dimanfaatkan untuk pembersihan dan pembenahan koleksi-koleksi yang tersimpan di sana.

“Kita tetap melakukan fumigasi, penyemprotan dan perawatan. Kita tunggu saja kalau nanti sudah zona hijau dan memungkinkan orang berkerumun,” papar Madun.

apahabar.com

Plt Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Madun. Foto-Musnita Sari/apahabar.com

Editor: Zainal - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

BREAKING NEWS: Kawasan Padat Penduduk Kuin Utara Terbakar Hebat
apahabar.com

Kalsel

Polsek Anjir Muara Sambut Kedatangan Tim Supervisi Polda Kalsel

Kalsel

Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam
apahabar.com

Kalsel

Maksimalkan Pencegahan Covid-19, Sat Sabhara Polres HST Gelar Patroli
apahabar.com

Kalsel

Konser Godbless, Polisi Kerahkan 150 Personel
apahabar.com

Kalsel

Berkapasitas Lebih Besar, Bandara Internasional Syamsudin Noor Perlu Sokongan PDAM Intan Banjar
apahabar.com

Kalsel

Sabu dan Ineks Rp 1 M Milik Bos Narkoba Banjar Dimusnahkan
apahabar.com

Kalsel

Total Sembuh Covid-19 di Kalsel 323 Orang, Tanbu Penyumbang Terbanyak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com