Heboh Buronan Kalsel Kabur ke Hutan Samboja, Ternyata Rampok Tanah Laut Lari ke Kaltim, Terduga Buronan Kalsel Jadi Buruan di Hutan Samboja! Hasil PSU di Kabupaten Banjar; BirinMu Menang Besar, Ini Rinciannya Harga Minyak Terdongkrak Ramalan Kenaikan Permintaan DITANGKAP! Terduga Pembunuh Sopir Truk PT BKB di Tapin Kalsel

Sebelum Kelahiran Nabi SAW, Dua Pendeta Yahudi Ramalkan Kota Madinah

- Apahabar.com Jumat, 30 Oktober 2020 - 17:02 WIB

Sebelum Kelahiran Nabi SAW, Dua Pendeta Yahudi Ramalkan Kota Madinah

ilustrasi Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Dua Pendeta Yahudi sudah meramalkan kelahiran Rasulullah SAW. Dia juga meramal kota Madinah yang akan menjadi negeri Sang Nabi.

dilansir dari Republika yang mengutip buku Sirah Nabawiyah yang ditulis Ibnu Ishaq, seorang raja dari Kerajaan Tubban di Yaman, Tubba, datang dari Timur melintasi Madinah tanpa niat melakukan kekerasan pada penduduknya di awal perjalanan. Namun demikian, dia meninggalkan salah seorang anaknya di Madinah dan dibunuh oleh penduduk Madinah dengan keji lantaran mengambil buah kurma dari kebun orang Madinah.

Sakit hati anaknya dibunuh, Tubba pun datang kembali dengan tujuan utama untuk memporak-porandakan Madinah dan membasmi habis penduduknya. Dia menebang pohon-pohon kurma dan merusak lainnya. Maka Kabilah Anshar pun berkumpul di bawah kepemimpinan Amr bin Thalia yang merupakan saudara dari Bani Najjar dan salah seorang dari Bani Amr bin Mabdzul.

Akhirnya kedua kaum ini pun saling berperang. Namun ketika itu, datanglah dua orang pendeta Yahudi dari Bani Quraizhah menemui Tubba. Kedua pendeta ini bernama Amr dan Hadal yang merupakan keturunan Khazraj bin Sharih bin Tauamani bin Sabt bin Al-Yasa bin Sa’ad bin Lawi bin Khair bin Najjam bin Tanhuma bin Azar bin Uzra bin Harun bin Imran bin Yashar bin Qahits bin Lawai bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim AS.

Dua orang pendeta itu pun sangat mumpuni dalam keilmuannya. Maka tatkala mereka mendengar Tubba hendak meghancurkan Madinah dan penduduknya, dia pun berkata: “Wahai, Raja! Janganlah engkau lakukan itu. Karena sesungguhnya jika engkau tidak menyukainya dan tetap memaksakan kecuali apa yang engkau kehendaki, maka pasti ada yang memberikan perlindungan padanya dan kami khawatir siksaan segera datang menimpamu,”.

Mendengar kedua ucapan pendeta Yahudi itu, Tubba pun berkata: “Mengapa demikian?” Kedua pendeta pun menjawab, “Karena Madinah ini akan menjadi tempat hijrah seorang Nabi yang muncul dari Tanah Haram (Makkah) dari kalangan Quraisy di akhir zaman. Dia akan menjadi negeri tempat tinggalnya.”

Mendengar ucapan ini, Tubba pun mengurungkan rencananya membantai penduduk Madinah. Dia bahkan kagum dengan keluasan ilmu dari kedua pendeta itu dan akhirnya pergi meninggalkan Madinah dengan keyakinan barunya sebagai pemeluk agama Yahudi.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Menjelang Haul Syekh Samman, Berikut Imbauan Ketua Panitia Untuk Jemaah
apahabar.com

Habar

Shalat Gaib akan Digelar di Hadramaut, Siapa Sebenarnya Habib Husein?
apahabar.com

Habar

Sidang Isbat Digelar 22 Mei, Menag akan Pimpin Langsung
apahabar.com

Habar

Total Layani Umrah, Arab Saudi Siapkan 4 Ribu Pekerja, 100 Ribu Masker, dan 9 Ribu Sajadah
apahabar.com

Religi

Mengenang Sosok Ulama Sepuh HSS Guru Pahampangan yang Kini Telah Tiada
apahabar.com

Religi

Ustadz Riza Rahman: Dajjal 40 Hari Kuasai Dunia di Akhir Zaman, Bisa Perlihatkan Surga dan Neraka
apahabar.com

Religi

Haul KH Anang Sya’rani Arif Dihadiri Sekitar 30 Ribu Jamaah
apahabar.com

Hikmah

Tobat Seorang Pemuda, Allah Mengubah Araknya Jadi Cuka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com