3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Sebelum Kelahiran Nabi SAW, Dua Pendeta Yahudi Ramalkan Kota Madinah

- Apahabar.com Jumat, 30 Oktober 2020 - 17:02 WIB

Sebelum Kelahiran Nabi SAW, Dua Pendeta Yahudi Ramalkan Kota Madinah

ilustrasi Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Dua Pendeta Yahudi sudah meramalkan kelahiran Rasulullah SAW. Dia juga meramal kota Madinah yang akan menjadi negeri Sang Nabi.

dilansir dari Republika yang mengutip buku Sirah Nabawiyah yang ditulis Ibnu Ishaq, seorang raja dari Kerajaan Tubban di Yaman, Tubba, datang dari Timur melintasi Madinah tanpa niat melakukan kekerasan pada penduduknya di awal perjalanan. Namun demikian, dia meninggalkan salah seorang anaknya di Madinah dan dibunuh oleh penduduk Madinah dengan keji lantaran mengambil buah kurma dari kebun orang Madinah.

Sakit hati anaknya dibunuh, Tubba pun datang kembali dengan tujuan utama untuk memporak-porandakan Madinah dan membasmi habis penduduknya. Dia menebang pohon-pohon kurma dan merusak lainnya. Maka Kabilah Anshar pun berkumpul di bawah kepemimpinan Amr bin Thalia yang merupakan saudara dari Bani Najjar dan salah seorang dari Bani Amr bin Mabdzul.

Akhirnya kedua kaum ini pun saling berperang. Namun ketika itu, datanglah dua orang pendeta Yahudi dari Bani Quraizhah menemui Tubba. Kedua pendeta ini bernama Amr dan Hadal yang merupakan keturunan Khazraj bin Sharih bin Tauamani bin Sabt bin Al-Yasa bin Sa’ad bin Lawi bin Khair bin Najjam bin Tanhuma bin Azar bin Uzra bin Harun bin Imran bin Yashar bin Qahits bin Lawai bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim AS.

Dua orang pendeta itu pun sangat mumpuni dalam keilmuannya. Maka tatkala mereka mendengar Tubba hendak meghancurkan Madinah dan penduduknya, dia pun berkata: “Wahai, Raja! Janganlah engkau lakukan itu. Karena sesungguhnya jika engkau tidak menyukainya dan tetap memaksakan kecuali apa yang engkau kehendaki, maka pasti ada yang memberikan perlindungan padanya dan kami khawatir siksaan segera datang menimpamu,”.

Mendengar kedua ucapan pendeta Yahudi itu, Tubba pun berkata: “Mengapa demikian?” Kedua pendeta pun menjawab, “Karena Madinah ini akan menjadi tempat hijrah seorang Nabi yang muncul dari Tanah Haram (Makkah) dari kalangan Quraisy di akhir zaman. Dia akan menjadi negeri tempat tinggalnya.”

Mendengar ucapan ini, Tubba pun mengurungkan rencananya membantai penduduk Madinah. Dia bahkan kagum dengan keluasan ilmu dari kedua pendeta itu dan akhirnya pergi meninggalkan Madinah dengan keyakinan barunya sebagai pemeluk agama Yahudi.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Untuk Sementara, Travel Diminta Tak Buka Pendaftaran Umrah
apahabar.com

Habar

Cerita Mufty dari Italia: Puasa 18 Jam di Musim Panas
apahabar.com

Hikmah

Sabda Rasul SAW yang Selalu Diingat Ibnu Umar RA
apahabar.com

Habar

Dilarang Jabat Tangan, Inilah Protokol Salat Idul Adha Versi Kemenag
apahabar.com

Habar

Pasca Teror, Azan Jumat akan Disiarkan Langsung di Selandia Baru
apahabar.com

Habar

Peringati Tahun Baru Islam, IPNU Sungai Tabuk Hadirkan Abu Zein Fardany
apahabar.com

Habar

Hindari Resiko Covid-19, Jemaah Haji Dilarang Sentuh Kakbah
apahabar.com

Habar

Mualaf di Prancis Meningkat, Konon Dipicu Seorang Pemain Bola
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com