Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel Terpapar Covid-19, Kemenag Tutup Satu Ponpes di Palangka Raya

Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Kantin Tutup, Siswa Bawa Bekal Sendiri

- Apahabar.com Jumat, 23 Oktober 2020 - 12:00 WIB

Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Kantin Tutup, Siswa Bawa Bekal Sendiri

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Di tengah pandemi Covid-19, ada beragam catatan pemberlakuan sekolah tatap muka di Banjarmasin. Di antaranya, kantin tak diperkenankan buka, siswa pun wajib bawa bekal sendiri.

Pengetatan jam istirahat pun sudah berdasarkan ukuran dari kajian matang. Siswa tak diperkenankan berkerumunan.

“Karena kantin tak diperkenankan buka, anak-anak harus berusaha memenuhi kebutuhan mereka masing-masing,” ujar Kepala Disdik Banjarmasin, Totok Agus Darmanto.

Totok menilai saat datang dan penjemputan, siswa paling rawan tertular virus. Budaya jabat tangan begitu juga diantisipasi dengan tertib.

Sebelum sekolah masuk, seluruh sekolah disterilisasi. Setiap sekolah dilengkapi fasilitas cuci tangan.

“Kondisi ini jadi momentum untuk mengubah tata kehidupan dan menanamkan karakter bagi anak,” terangnya.

Totok mengungkapkan proses belajar tatap muka ini perlu dukungan sarana dan prasarana.

Di ruang kelas dilakukan penataan dan diberi jarak antara kursi siswa dan lainnya.

Ketentuan tersebut berdampak kepala seluruh siswa. Disdik membatasi sekitar 50 persen dari total kapasitas siswa.

“Jarak ini diusahakan 1,5 meter dengan maksimal jumlah 18 siswa peruangan kelas,” ujar Totok kepada apahabar.com.

Melihat itu, Totok menjelaskan bahwa tak seluruh sekolah yang menjadi favorit di kota berjuluk seribu sungai.

Terdapat beberapa sekolah yang kondisi muridnya sangat minim. Lokasi sekolah ini berada jauh dari pusat kota.

Dengan begitu, Totok berkata lembaga pendidikan harus mempunyai mekanisme tersendiri dalam kajian belajar tatap muka.

Sistem yang dianjurkan berupa shift atau bergantian. Disdik memberikan kewenangan tersebut kepada sekolah untuk menentukan.

“Kondisi sekolah berbeda, kalau satu kelas muridnya hanya 20 saya kira masih bisa dilaksanakan tanpa perlu shift,” katanya lagi.

Lebih jelas, waktu belajar tatap muka dalam satu hari di sekolah turut dipotong untuk menetralisir penularan Covid-19.

Siswa hanya perlu belajar sekitar 5 jam setiap hari dari Senin hingga Sabtu. Dari pukul 08.00 sampai 12.00 Wita.

Catatannya siswa dan tenaga pengajar perlu menerapkan protokol kesehatan selama pembelajaraan tatap muka berlaku.

“Teknisnya nanti dari Gugus Tugas karena perlu melibatkan stakeholder yang lain,” ucapnya.

Adapun total keseluruhan terinfeksi Covid-19 di Banjarmasin mencapai 3474 kasus. Diantaranya 138 dirawat, 3078 sembuh dan 164 kematian.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tiket Pesawat Mahal, Ribuan Pemudik Berangkat dari Terminal Pal 6
apahabar.com

Kalsel

JKN KIS untuk Masyarakat HST Melalui PBI Daerah
apahabar.com

Kalsel

Alhamdulillah, Banjir di Desa Kintapura Kintap Kabupaten Tala Berangsur Surut
apahabar.com

Kalsel

Ulfah Prihatin Kondisi Sungai Pekapuran Raya Banjarmasin Sekarang
apahabar.com

Kalsel

Sopir dan Ojek Pangkalan di Kalsel Terima Bantuan Melalui Polri
apahabar.com

Kalsel

Raperda APBD 2020, Enam Desa Masuk Prioritas Dibedah
apahabar.com

Kalsel

KPU Banjarmasin Sosialisasikan Pemilu di Ponpes Nurul Jannah
apahabar.com

Kalsel

Jembatan Gantung di Pengaron Runtuh, 2 Orang Terjepit
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com