Begal Sadis Mengintai Sopir Travel, Simak Imbauan Tim Macan KalselĀ  Vonis Mati Pembawa Sabu Ratusan Kilo di Tabalong, Terdakwa Langsung Banding Dihantam Covid-19, Pajak Hiburan Kota Banjarmasin 0 Persen! Pembantaian Sekeluarga di Sigi Sulteng, TNI Terjunkan Pasukan Khusus Berjuang untuk Keluarga, Legimin Tetap Semangat Jualan Kerupuk di Tengah Pandemi

Sektor Ekonomi Indonesia Diprediksi Membaik Tahun Depan

- Apahabar.com Minggu, 18 Oktober 2020 - 18:42 WIB

Sektor Ekonomi Indonesia Diprediksi Membaik Tahun Depan

Ilustrasi: lokadata.id

apahabar.com, JAKARTA – Sektor perekonomian Indonesia diprediksi mulai membaik tahun depan.

“Ke depannya, kalau saya melihatnya insyaallah pada 2021 perekonomian akan semakin membaik,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani dalam acara rilis “Survei Nasional: Mitigasi Dampak Covid-19” di Jakarta, Minggu (18/10).

Menurut Rosan, hal tersebut dikarenakan basis perekonomian nasional sudah rendah mulainya pada 2020, sehingga membuat para pelaku usaha dalam posisi bertahan.

Selain itu, kehadiran vaksin Covid-19 turut memberikan hal positif bagi perekonomian nasional pada 2021.

“Walaupun kita mendapatkannya secara bertahap, harapannya vaksin ini juga akan lebih membantu dan mereduksi faktor ketidakpastian, mengingat musuh utama kita adalah faktor ketidakpastian yang tinggi,” katanya.

Dia juga mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II mengalami kontraksi 5,2 persen.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2020, Kadin memprediksi antara minus 2 sampai dengan minus 3 persen dan kuartal IV 2020 kondisinya akan lebih baik.

Menurut Rosan, pada kuartal II 2020, perekonomian Indonesia sudah menyentuh level terendahnya.

Ketua Kadin juga menyampaikan untuk bertahan para pelaku usaha harus melakukan perputaran bisnis perusahaan hanya sebesar 40-50 persen. Mereka dapat bertahan karena telah melakukan banyak efisiensi.

“Namun, perlu kita ingatkan juga kita lebih banyak mendorong sisi suplainya. Padahal, untuk membangkitkan perekonomian, sisi permintaan atau demand lebih memiliki tantangan mengingat aspek permintaan berhubungan dengan ketidakpastian, kenyamanan, dan proyeksi,” ujarnya.

Maka dari itu, lanjut Rosan, bantuan sosial (bansos) dan bantuan langsung tunai (BLT) diminta digenjot pemerintah dalam rangka meningkatkan permintaan.

“Kalau sisi suplainya saja yang didorong, namun sisi permintaannya lemah tentunya ini tidak menjadi optimal,” katanya. (ant)

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kedua Kubu Capres Kawal TPS, Bawaslu Kalsel: Hindari Politik Identitas
apahabar.com

Nasional

Khofifah Kaget Terkait Tudingan Romi Soal Kakanwil Jatim
apahabar.com

Nasional

Adelia ‘Spiderman’ Cilik Asal Pekalongan Mulai Latihan Panjat Tebing
apahabar.com

Nasional

RSD Wisma Atlet Rawat 723 Pasien Positif Covid-19
apahabar.com

Nasional

16 Orang Rombongan RSUD Tarakan Belum Ditemukan
apahabar.com

Nasional

Perayaan Imlek Nasional, Presiden: Ayo Kerja Lebih Keras
apahabar.com

Nasional

DITJENPAS: Napi Kabur Menjelang Salat Magrib
apahabar.com

Nasional

Kasus Penyiraman Asep Tak Kunjung Tuntas, Pelaku Diduga Orang Dalam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com