Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Sektor Industri Mulai Bangkit, Batik Motif Corona Mulai Diminati Pasar

- Apahabar.com Selasa, 27 Oktober 2020 - 19:11 WIB

Sektor Industri Mulai Bangkit, Batik Motif Corona Mulai Diminati Pasar

Batik Corona yang mulai diminati pasar diproduksi di Jember, Jawa Timur. Foto-Istimewa

apahabar.com, JEMBER – Batik bermotif virus Corona yang dikembangkan Rumah Batik Rolla di Kabupaten Jember, Jawa Timur mulai diminati masyarakat.

“Alhamdulillah sektor industri batik perlahan-lahan mulai bangkit setelah terpuruk selama beberapa bulan karena pandemi Covid-19,” kata pemilik Rumah Batik Rolla, Iriane Chairini Megawati di Jember, dilansir dari Antara, Selasa (27/19).

Menurutnya pandemi Covid-19 membawa dampak yang signifikan terhadap sektor industri tak terkecuali industri batik, sehingga pihaknya terpaksa meliburkan sejumlah karyawannya karena sepinya pembeli.

“Untuk itu, perajin batik harus lebih kreatif untuk menciptakan ide motif batik agar bisa diterima pasar seperti motif batik corona yang digarap para pembatik di Rumah Batik Rolla,” ujarnya.

Awalnya, Iriane hanya menggunakan gambar corona saja dalam batik tulis yang diproduksi oleh perajin batik di Rumah Batik Rolla. Namun saat ini berkembang perpaduan gambar virus corona dan daun tembakau karena tembakau menjad ikon batik Jember.

“Dengan batik motif corona, kami ingin mengingatkan kepada masyarakat bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir, sehingga masyarakat harus disiplin menjaga protokol kesehatan untuk menekan penyebaran virus corona,” katanya.

Saat ini, batik motif Corona tersebut sudah dikirim ke berbagai daerah seperti Surabaya dan Jakarta untuk memenuhi pesanan konsumen yang memesan di Batik Rolla Jember karena pihaknya hanya membuat batik corona sesuai dengan pesanan saja.

“Kami memproduksi batik tulis motif corona sesuai pesanan saja dengan harga berkisar Rp250 ribu hingga Rp350 ribu per lembar, sehingga diharapkan geliat produksi batik perlahan-lahan mulai bangkit,” ujarnya.

Di tengah pandemi Covid-19, lanjut dia, motif batiknya akan terus dikembangkan seiring dengan permintaan pasar tanpa meninggalkan identitas motif tembakau yang sudah dikenal banyak orang sebagai ikon batik di Kabupaten Jember.

“Kami berharap perekonomian mulai membaik dan sektor batik bisa bangkit kembali di Kabupaten Jember, sehingga para perajin batik harus lebih kreatif dalam membuat motif batik,” katanya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Honda Jazz Terbaru Diluncurkan, Besar Kemungkinan Tidak Dipasarkan di Indonesia  

Ekbis

Honda Jazz Terbaru Diluncurkan, Besar Kemungkinan Tidak Dipasarkan di Indonesia  
apahabar.com

Ekbis

Ekspor Perkayuan: Direct Call Diyakini Pacu Tranformasi Ekonomi Daerah
apahabar.com

Ekbis

Stok Sembako Kaltim Aman Sampai Hari Raya
apahabar.com

Ekbis

Rokok Jadi Sumber Kemiskinan di Indonesia, Berikut Uraian BPS
apahabar.com

Ekbis

BUMN Dilarang Bagi-Bagi Souvenir Saat RUPS
apahabar.com

Ekbis

Yang Menarik di Pasar Muamalah, Transaksi dengan Dinar dan Dirham
apahabar.com

Ekbis

Target BEKRAF, 50% Pelaku Kreatif Daftarkan Kekayaan Intelektual
apahabar.com

Ekbis

Merebaknya Virus Corona Bakal Hantam Ekonomi Singapura
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com