Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Selama PJJ, IGI: Perlu Ada Standar Penugasan dari Guru

- Apahabar.com Senin, 19 Oktober 2020 - 15:26 WIB

Selama PJJ, IGI: Perlu Ada Standar Penugasan dari Guru

Ilustrasi PJJ. Foto: Monitor.co.id

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim, mengatakan selama dilangsungkannya pelaksanaan pendidikan jarak jauh (PJJ) perlu adanya standar penugasan dari guru pada siswa.

“Selama ini standar penugasan oleh guru juga tidak diatur, baik oleh Kemendikbud, dinas pendidikan provinsi maupun dinas pendidikan kabupaten/kota. Padahal standar penugasan itu penting dilakukan agar tidak memberikan tugas pada setiap mata pelajaran,” ujar Ramli dalam keterangannya di Jakarta seperti dilansir Antara, Senin (19/10).

Ramli menambahkan jika setiap guru memberikan satu saja tugas setiap minggu, maka setiap siswa akan mendapatkan 14 hingga 16 tugas yang harus dituntaskan, sebelum mata pelajaran dilanjutkan minggu depannya.

“Dengan PJJ ini, memang guru sangat mudah memberikan tugas, apalagi mereka saat ini dengan dukungan sistem manajemen pembelajaran (LMS) dan tak perlu tampil di depan kelas lagi dan cukup memberikan tugas lewat LMS yang ada, tetapi mereka tidak memperhitungkan secara komprehensif beban tugas yang diberikan ke siswa tersebut,” kata Ramli.

Ramli meminta agar Kemendikbud tidak tinggal diam atas insiden bunuh diri yang menewaskan siswi SMA di Gowa, Sulawesi Selatan, berinisial MI siswa berusia 16 tahun nekat bunuh diri dengan meminum racun, Sabtu (17/10).

Korban bunuh diri diduga akibat depresi dengan banyaknya tugas-tugas daring dari sekolahnya. Korban kerap bercerita pada teman-temannya perihal sulitnya akses internet di kampung, sulitnya akses internet di kediamannya menyebabkan tugas-tugas daringnya menumpuk.

“Kami sejak awal sudah meminta pemerintah pusat dan menyampaikan langsung ke Mendikbud Nadiem Makarim bahwa beban mata pelajaran yang dialami oleh siswa sesungguhnya, menjadi masalah utama rendahnya kualitas pendidikan kita. Namun hingga saat ini upaya penyederhanaan kurikulum tampaknya masih mengalami jalan buntu,” kata Ramli.

Kejadian bunuh diri oleh siswa di Kabupaten Gowa, lanjut dia, seharusnya menjadi peringatan pada pemerintah bahwa masalah penugasan itu adalah sesuatu yang sangat serius memberikan dampak depresi kepada siswa.

Seharusnya, menurut dia, kepala sekolah dan para guru konseling mampu mengetahui dan mengukur beban yang dialami oleh siswa akibat banyaknya penugasan penugasan yang dilakukan oleh para guru di suatu sekolah terhadap satu siswa sehingga bisa menjadi standar bagi guru-guru di sekolah tersebut untuk memberikan penugasan kepada siswanya.

Setiap daerah, kata Ramli, seharusnya mempertimbangkan kemampuan jaringan internet di daerahnya, ketersediaan alat, baik berupa tablet smartphone maupun laptop dan komputer di daerah tersebut yang dimiliki oleh siswanya kemudian mempertimbangkan kemampuan ekonomi siswa di daerah-daerah tersebut, sehingga pemerintah tidak berlepas tangan cukup dengan memberikan kuota data kepada siswa, tetapi memahami secara penuh suasana dan kondisi pembelajaran pada masa pandemi Covid-19.

“Semua itu seharusnya diatur dan dibuat standarnya oleh Kemendikbud,” kata Ramli.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Harga Minyak Turun, BBM Masih Dipertimbangkan
apahabar.com

Nasional

Mesir Adakan Pemakaman Militer untuk Husni Mubarak
apahabar.com

Nasional

Kabar Gembira! BIN, Kemenkes dan Unair Percepat Uji Coba Obat Covid-19
apahabar.com

Nasional

Siaga Virus Corona, Kalsel Perketat Bandara dan Pelabuhan
apahabar.com

Nasional

Mereka yang Menjunjung Tinggi Kode Etik Jurnalistik, Nyawa Pun Dipertaruhkan
apahabar.com

Nasional

Jumlah Kasus Kematian Covid-19 Spanyol Terus Menurun
apahabar.com

Nasional

Dewan Pers Sesalkan Kekerasan ke Jurnalis Liput Demo UU Cipta Kerja

Borneo

Peserta BSAF Bali Terpukau, Majalengka Iri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com