Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

Sempat Dirundung Kasus Covid-19 Terbanyak di Batola, Alalak Sisakan 7 Pasien

- Apahabar.com Senin, 5 Oktober 2020 - 19:55 WIB

Sempat Dirundung Kasus Covid-19 Terbanyak di Batola, Alalak Sisakan 7 Pasien

Akibat peningkatan kasus Covid-19, Kantor Kecamatan Alalak sempat dijadikan tempat karantina khusus. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Perlahan terjadi penurunan jumlah kasus aktif Covid-19 di Kecamatan Alalak. Dari semula terbanyak di Barito Kuala, sekarang tersisa 7 pasien.

Kasus pertama di Alalak teridentifikasi 18 April 2020, seiring penemuan pasien Btl-08. Pria berusia 50 tahun ini memiliki riwayat perjalanan ke Kabupaten Gowa untuk mengikuti Ijtima Ulama Sedunia.

Selanjutnya perkembangan kasus positif di Alalak bergerak kian cepat, serta tidak cuma dipicu Klaster Gowa.

Kedekatan dengan Banjarmasin sebagai salah satu episentrum Covid-19 di Kalimantan Selatan, ikut mendongkrak jumlah kasus di Alalak hingga mencapai 236.

Beruntung jumlah kasus aktif di Alalak tidak berkepanjangan. Sekarang tersisa 7 pasien aktif, seiring tambahan kesembuhan 3 pasien, Senin (5/10).

Ketiga pasien tersebut adalah wanita berusia 51 tahun berkode Btl-556, serta pasien laki-laki Btl-565 (3 tahun) dan Btl-592 (44 tahun).

Sementara Marabahan yang juga sempat melejit hingga 160 kasus, sekarang tersisa 9 pasien aktif. Hal ini disebabkan kesembuhan dua pasien laki-laki Btl-618 (44 tahun) dan Btl-637 (16 tahun) yang dirawat di RSU Bhayangkara Banjarmasin.

“Selain Alalak dan Marabahan, kecamatan yang masih berstatus zona merah adalah Anjir Pasar dan Tamban,” ungkap dr Azizah Sri Widari, juru bicara Satuan Tugas Covid-19 Batola.

“Pasien aktif di Anjir Pasar berjumlah 4 dari total 24 kasus konfirmasi. Sedangkan Tamban mempunyai 18 kasus aktif dari 42 kasus konfirmasi,” imbuhnya.

Sementara untuk menekan jumlah kasus, pendisiplinan protokol kesehatan terus dilakukan. Sejak pelaksanaan operasi pendisiplinan terpadu yang dimulai 25 September, telah dijaring 787 warga tak mengenakan masker.

“Pendisiplinan tersebut berperan penting, mengingat beberapa bulan lagi berlangsung Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan,” sahut Sumarno, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Tentu semua pihak berharap tidak terjadi klaster-klaster baru, terutama yang disebabkan pengabaian protokol kesehatan di TPS,” tandasnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

01 Kalah di Kalsel, Mardani H Maming: Kita Tetap Bersaudara dan Fokus Membangun Banua
apahabar.com

Kalsel

Banjarbaru Marak Hotspot, 1 Heli Absen Berpengaruh
apahabar.com

Kalsel

Bermaksud Membubarkan, Begini Alasan Penyusup Bersajam di Demo Anti-Omnibus Law Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Penataan Sungai Belasung, Berikut Rancangan yang Diimpikan PUPR Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Hujan Lagi Siang Ini, BMKG: Tetap Waspada Kilat dan Angin Kencang
apahabar.com

Kalsel

BM Kosgoro Dukung Gusti Iskandar-Iwansyah di Pilwali Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Rayakan HUT TNI, KoramilĀ 1007-03/BBT Dikunjungi Polsekta Banjarmasin Tengah
apahabar.com

Kalsel

Dia Achmad Faruky, Jacklyn Choppers-nya Polres Tapin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com