Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh Mahasiswanya Dipolisikan, Wakil Rektor ULM Banjarmasin Penuhi Panggilan Polda Kalsel Esok Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Tampil di Moto2 2020, Mandalika Racing Team (MRT) Pilih Dimas Ekky Jadi Tembalap Tim, Diluncurkan Rabu

Sempat Disorot Presiden Jokowi, Dinkes Kalsel Upayakan Percepatan Penurunan Stunting

- Apahabar.com Rabu, 7 Oktober 2020 - 17:37 WIB

Sempat Disorot Presiden Jokowi, Dinkes Kalsel Upayakan Percepatan Penurunan Stunting

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kalsel, Didi Ariyadi. Foto-apahabar.comMusnita Sari

apahabar.com, BANJARMASIN – Kalimantan Selatan sempat menjadi sorotan presiden RI Joko Widodo dan masuk dalam 10 provinsi tertinggi kasus stunting.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kalsel, prevalensi stunting mengalami penurunan sebesar 11 persen.
“Pada 2013 sebesar 44,1 persen, sementara 2018 menjadi 33,1 persen,” sebut Kepala Dinkes Kalsel, HM Muslim melalui Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Didi Ariyadi di ruang kerjanya, Rabu (7/10).

Menindaklanjuti arahan presiden dalam percepatan penurunan angka stunting, Dinkes Kalsel fokus dengan melakukan intervensi.

“Penanganan stunting dilakukan dengan dua intervensi yaitu spesifik dan sensitif,” imbuh dia

Intervensi spesifik ditujukan kepada anak dalam seribu hari pertama kehidupan (HPK). Kontribusinya sebesar 30 persen dalam penurunan kasus stunting.
“Perbaikan dan pencegahan gizi buruk, program imunisasi, kesehatan ibu dan anak,” sebutnya

Sementara, intervensi sensitif melibatkan sektor lain dalam kegiatan pembangunan. Misalnya program sanitasi oleh Dinas PUPR, Dinas PMD melalui dana desa hingga sinergitas bersama kader-kader PKK dan Posyandu.

“Kami harap dengan konvergensi ini, percepatan stunting bisa dilakukan,” terangnya

Dalam pelaksanaan konvergensi percepatan stunting, Dinkes Kalsel akan mengusulkan hingga 10 kabupaten lokus intervensi pada 2021 mendatang. Ini sebagai wujud keseriusan Pemprov Kalsel dalam menekan angka stunting dengan memperluas daerah cakupan.

“Tahun 2020 ditunjuk 4 kabupaten yaitu HSU, Tanah Bumbu, Tapin, dan Tabalong. Sudah kita realisasikan intervensi spesifik dengan pemberian makanan tambahan,” tuturnya

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pemanfaatan Kartu Tani Kementan di Barito Kuala Masih Tertahan
Yasonna Laoly Datang, Pembangunan Lapas di Tanbu Ada Titik Terang

Kalsel

Yasonna Laoly Datang, Pembangunan Lapas di Tanbu Ada Titik Terang
apahabar.com

Kalsel

Alalak Tengah Diamuk Api: Puluhan Jiwa Ngungsi, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta
Event Startup Weekend, Bang Dhin Jadi Juri

Kalsel

Event Startup Weekend, Bang Dhin Jadi Juri   
apahabar.com

Kalsel

Soal Proyek KA Tabalong-Banjarmasin, Pemerintah Mesti Realistis
Alumnus Gowa di Banjarbaru Lakukan Tes Swab Hari Ini

Kalsel

Alumnus Gowa di Banjarbaru Lakukan Tes Swab Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Tutup Tahun, Bandara Salurkan Bantuan Kemitraan dan Bina Lingkungan
apahabar.com

Kalsel

BMKG Prediksi Cuaca Hari Ini Bersahabat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com