BANJIR KALSEL: 2 Ribu Jiwa Mengungsi, Pasukan Khusus TNI Mendarat di Banjarbaru Jokowi Telepon Gubernur Soal Banjir Kalsel, Gak Kebalik Pak? Breaking News: Respons Jokowi Atas Banjir di Kalsel, Segera Kirim Perahu Karet Tak Ucapkan Dukacita, Habib Banua Tantang Presiden ke Kalsel Warga Banjiri IG Presiden Jokowi: Kalsel Juga Berduka Pakkk!!!

Sempat Panas, Jalan Sungai Puting Tapin Akhirnya Batal Ditutup

- Apahabar.com Rabu, 14 Oktober 2020 - 14:33 WIB

Sempat Panas, Jalan Sungai Puting Tapin Akhirnya Batal Ditutup

Lokasi rencana penutupan jalan Sungai Putting. Foto-Istimewa

apahabar.com, RANTAU – Walau sempat memanas, akhirnya Jalan Sungai Puting Tapin batal ditutup. Permasalahan tanah yang menjadi pemicu sudah ada kejelasan.

Mediasi persoalan, Selasa (13/10) malam dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tapin, Dandim 1010 Rantau, Kapolres Tapin.

“Iya, tadi malam pukul 00.00 sudah tercapai keputusan dari Abah Isah. PUPR Kalsel sudah memenuhi kewajibannya,” ujarnya Badrul Ain Sanusi Al Afif selaku kuasa hukum H Syahrani kepada apahabar.com. Rabu, (14/10) baru tadi.

Sekarang jalan poros Barito Kuala-Tapin yang melewati Jalan Hauling pertambangan batu bara itu sudah bebas dari tuntutan H Syahrani.

Diwartakan sebelumnya, Senin, (12/10) lalu pihak H Syahrani ngotot ingin menutup jalan itu hari ini, Rabu 14 Oktober.

“Jika PUPR merasa tidak bersalah, apalagi tidak meminta maaf dan bertanggung jawab terhadap lahan Abah Isah, maka dipastikan jalan ditutup,” ujar pengacara itu kepada apahabar.com melaui whatsppnya.

Dikatakan Badrul, Klarifikasi yang dilakukan oleh PUPR Kalsel dalam pemberitaan apahabar.com beberapa waktu lalu dianggap oleh pihak mereka tidak logis dan tidak paham hukum.

“Klarifikasi yang terlihat tidak paham hukum dan pembenaran tidak logis. Kalau mereka buka BAP tanggal 9 Juli rapat resmi, apalagi didatangkan pihak yang hadir bakal malu sendiri mereka,” ujarnya.

Jadi atau tidaknya penutupan jalan yang tinggal 2 hari itu tergantung oleh H Syahrani.

“Pasti (penutupan jalan) , sampai detik ini. Esensinya ini bukan masalah ganti rugi lagi, tapi masalah harga diri beliau yang sudah berusaha maksimal mengurus secara baik, tapi dikecewakan atas penghianatan hasil kesepakatan saat rapat resmi tanggal 9 Juli 2020 itu. Bagi kami hal ini merupakan pelecehan dan mempermainkan yang wajib diberi pelajaran,” ujarnya.

Terkait dugaan ada oknum yang melakukan tindak pidana korupsi di proyek jalan nasional itu, pihak kuasa hukum H Syahrani sudah melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Sudah kami sampaikan ke KPK dalam satu bundel surat resmi, biarkan ranah hukum yang akan menyelidiki,” ujarnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pemkot Banjarmasin: Libur Sekolah Diperpanjang Dua Pekan
apahabar.com

Kalsel

Buku ‘Mimpi yang Sempurna’, Kisah Pasutri Punya Anak Lewat Bayi Tabung
apahabar.com

Kalsel

Ditlantas Polda Kalsel Makin Bersahabat dengan Anak
apahabar.com

Kalsel

Ma’ruf Amin Buka-bukaan Soal Pencalonannya
apahabar.com

Kalsel

Pantau Tes Kesamaptaan Jasmani Catar Akpol, Kapolda Kalsel Tegakkan Prinsip BETAH
apahabar.com

Kalsel

Kerahkan Anggota di Setiap Mako, Polres Batola Terus Bersiaga
apahabar.com

Kalsel

Pemko Banjarmasin Tunggu Juknis Pembagian THR ke Pegawai Honorer
apahabar.com

Kalsel

200 Guru di Kabupaten Banjar Ikut Pelatihan Kurikulum K13
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com