Keren, RSD Idaman Banjarbaru Ditetapkan Sebagai RS Unggulan Pelayanan KB Simakalama Pembelajaran Tatap Muka OTT Amuntai, Giliran Orang Dekat Bupati HSU Diperiksa KPK KPK Tangkap Tangan Maliki, Bupati HSU Tunjuk Plt Kadis PUPRP Baru PLN Suplai Listrik untuk Kawasan Food Estate Kalteng

Sempat Viral di Medsos, Akhirnya Nenek Sumirah Dapat Bantuan Pangan dan Uang dari Jokowi

- Apahabar.com     Senin, 26 Oktober 2020 - 23:21 WITA

Sempat Viral di Medsos, Akhirnya Nenek Sumirah Dapat Bantuan Pangan dan Uang dari Jokowi

Staf Presiden Joko Widodo saat menyerahkan bantuan kepada Nenek Sumirah di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (26/10/2020). Foto-Antara/Ach

apahabar.com, KEDIRI – Sempat viral di media sosial (medsos), akhirnya Nenek Sumirah (78) warga Kelurahan Bandar Kidul, Kediri, Jawa Timur, mendapat bantuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) berupa bahan pokok dan sejumlah uang.

Bantuan tersebut diberikan oleh staf Presiden, yakni Heru dan Adun. Keduanya datang langsung dari Jakarta ke Kediri guna bertemu Nenek Sumirah yang sempat viral di medsos karena kondisinya.

“Kedatangan tim Kepresidenan untuk cek rumah nenek Sumirah di Kelurahan Bandar Kidul. Kami mengantar saja dan beliau tadi langsung [memberi bantuan] disaksikan oleh RT,” kata Kasat Binmas Polresta Kediri, AKP Kristin Kusuma Ratih ditemui di rumah Nenek Sumirah di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Senin (26/10) dilansir Antara.

AKP Kristin mengatakan bantuan yang diberikan kepada nenek Sumirah tersebut dari Presiden Jokowi. Selain uang, juga terdapat paket bahan pokok serta mukena untuk salat. Bantuan langsung diterima oleh Nenek Sumirah di rumahnya.

Lebih lanjut, Kristin mengatakan staf Presiden Jokowi mengetahui kabar terkait kondisi nenek Sumirah dari jejaring sosial.

Mereka ingin memastikan kebenaran informasi itu, sehingga datang langsung ke Kota Kediri.

Beliau tadi mengaku dapat informasi dari media sosial, lalu dicek kebenarannya. Alhamdulillah tadi dari RT, perangkat kelurahan, dinas sosial juga sudah banyak memberikan informasi tentang nenek Sumirah,” kata Kristin.

Ia mengatakan sebenarnya secara fisik nenek Sumirah sehat, namun karena faktor usia, sudah mulai pikun. Untuk itu, relawan tetap mendampingi.

“Tadi pesannya tetap dampingi mbah Sumirah karena usia. Sudah ‘diwanti-wanti’ (diberi pesan) juga tidak boleh keluyuran dan semua kebutuhan dicukupi tim,” kata Kristin.

Sementara itu, Ketua RT 01/RW 03, Lingkungan Bandar Ngalim, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri Muh Subkan mengatakan sebenarnya warga di lingkungan selalu memberikan perhatian kepada keluarga nenek Sumirah.

“BLT [bantuan langsung tunai] juga dapat. Bantuan lain juga dapat, dia pensiunan. Sebenarnya [pensiunan] tidak boleh dapat BLT, jadi dapat karena kemanusiaan. Dari dinas sosial semua,” katanya.

Ia mengatakan di rumah nenek Sumirah tinggal dengan dua anaknya. Satu anak dibawa petugas untuk dirawat karena termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), sedangkan satunya lagi di rumah, tapi yang bersangkutan juga menderita sakit.

Ia juga selalu mengingatkan kepada nenek Sumirah agar memanfaatkan uangnya sebaik mungkin untuk kebutuhan sehari-hari, sebab setiap kali mendapatkan uang selalu habis tanpa diketahui kemana.

Selain itu, anaknya yang laki-laki juga belum bekerja, sehingga untuk kebutuhan keluarga mengandalkan uang pensiun yang diperoleh ibunya.

Sementara itu, nenek Sumirah mengaku sangat senang bisa mendapatkan bantuan dari Presiden Jokowi tersebut. Bantuan itu akan digunakan sebaik-baiknya. “Terima kasih Pak Jokowi bantuannya,” kata Nenek Sumirah singkat.

Sementara itu, staf Presiden Jokowi sempat meninjau ke dalam rumah nenek Sumirah dan melihat langsung kondisi rumahnya.

Setelah itu, mereka berdialog dengan perangkat kelurahan, relawan, serta anggota polisi yang berada di rumah nenek Sumirah. Namun, staf Presiden enggan untuk dikonfirmasi.

Sementara itu, Pemkot Kediri juga terus memantau kondisi keluarga nenek Sumirah.

Pemkot juga kembali mendata keluarga guna keperluan administrasi, sebab data keluarga ternyata tidak diketahui keberadaannya, termasuk KTP.

Selain itu, pemkot juga telah berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan untuk memastikan kepesertaan nenek Sumirah sekeluarga.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Antara

Nasional

BMKG: Jumlah Titik Panas Tahun Ini Melampaui 2018 Lalu
apahabar.com

Nasional

Sikap PBNU Terhadap Proses Legislasi RUU HIP
Ilustrasi Gempa. Foto-Istimewa

Nasional

Manokwari Selatan Digoyang Gempa 4,1 M, Tak Berpotensi Tsunami
apahabar.com

Nasional

Brunei Darussalam Resmi Terapkan Hukuman Rajam Mati dan Amputasi
apahabar.com

Nasional

Pedangdut Cita Citata Terseret Fee Dana Bansos Rp150 Juta
apahabar.com

Nasional

Terduga Pelaku Bom Kartasura Pernah Dilaporkan Hilang dari Rumah
apahabar.com

Nasional

Perang Dagang Makin Panas, Trump Desak Pengusaha AS Cabut dari China
apahabar.com

Nasional

Selama Pandemi, Pengusaha Batik Optimalkan Penjualan Daring
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com