Rusia-Saudi Belum Sepakati Durasi Pengurangan Produksi Minyak Mobil Terbelah dan Terbakar Grand Prix Bahrain, Pebalap Prancis Ini Lolos dari Maut Nikah Massal di Tapin, Jangan Lagi Ada Pasangan Tak Berdokumen Latihan Dasar Pramuka di HST, Petakan Daerah Rawan Bencana Bupati Arifin Arpan Minta Maaf, Tak Ada Arakan Pengantin di HUT Tapin

Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin

- Apahabar.com Kamis, 22 Oktober 2020 - 21:49 WIB

Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin

Dalam sidang ketiga pihak penggugat, Yayasan Achmad Yani menghadirkan mantan Rektor Uvaya, Fauzan sebagai saksi, Kamis (22/10). Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Sidang gugatan kasus sengketa akta pendirian Universitas Achmad Yani Kalimantan Selatan (Uvaya Kalsel) kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis (22/10).

Sebagai pengingat, gugatan dilayangkan oleh Yayasan Pendidikan Universitas Achmad Yani yang diketuai oleh Zainul Arifin Noor terhadap Yayasan Pendidikan Haji Muhammad Roesli Kalsel.

Yayasan Haji Muhammad Roesli Kalsel diketuai oleh Zainuddin, kakak kandung Zainul Arifin Noor, dan diawaki oleh Hastirullah Fitrah, yang merupakan rektor Uvaya Kalsel saat ini.

Yayasan Pendidikan Haji Muhammad Roesli Kalsel digugat karena diklaim sebagai pihak yang ingin mengambil alih kepengelolaan Uvaya dari naungan Yayasan Achmad Yani.

“Mereka (pihak tergugat) baru berdiri tahun 2020 dan ingin mengambil alih dari Yayasan Achmad Yani. Gugatan ini untuk mengetahui yayasan mana yang diakui secara sah oleh hukum,” ungkap kuasa hukum penggugat, Sabri Noor Herman kepada awak media usai persidangan.

Sidang yang digelar kali ini merupakan yang ketiga dengan tahap pemeriksaan saksi.

Dalam sidang tersebut, pihak penggugat, Yayasan Achmad Yani menghadirkan mantan Rektor Uvaya, Fauzan sebagai saksi.

Fauzan rektor yang diangkat oleh Yayasan Achmad Yani pada 2015 silam dan menjabat selama 6 bulan.

“Saksi kami hadirkan untuk menunjukan bahwa memang benar satu-satunya yayasan yang menaungi Uvaya Kalsel dari tahun 2007 hingga 2019 adalah Yayasan Achmad Yani,” kata Sabri.

Selain itu, Sabri juga menegaskan kalau selama ini, dari 2007 hingga 2019, apabila ada akreditasi kampus dari Lembaga Pendidikan Tinggi (Dikti) atau permohonan program studi, semuanya di bawah pengajuan Yayasan Achmad Yani.

“Bukan dari Yayasan Pendidikan Haji Muhammad Roesli (pihak tergugat),” tegas Sabri

Gugatan juga dilakukan pihak Yayasan Achmad Yani agar masyarakat yang sedang berkuliah atau pernah berkuliah serta para pengajar di Uvaya Kalsel tidak dirugikan.

“Karena kalau tidak ada kepastian, nantinya bisa berakibat terhadap mahasiswa yang lulus, ijazahnya akan tidak diakui oleh negara. Selain itu, ujian atau kelulusan yang bisa ter-pending. Maka dari itu masyarakat perlu mengetahui ini,” ujarnya.

Terpisah, kuasa hukum Yayasan Pendidikan Haji Muhammad Roesli, Ahmad Wahyudi mengatakan, kalau keterangan saksi yang dihadirkan di persidangan tidak sesuai dengan bukti yang mereka kantongi terkait kasus gugatan ini.

“Keterangan saksi tadi banyak tidak sesuai dengan bukti yang kita miliki. Beliau banyak lupa sehingga kami kesulitan dalam mendalami keterangan,” katanya.

Lebih jauh, ia mengatakan, gugatan ini terjadi lantaran perbedaan persepsi saja. Penggugat, menurutnya mendalilkan akta Yayasan Pendidikan Universitas Achmad Yani adalah akta penyesuaian dari yayasan sebelumnya.

“Kita menyatakan akte yang dimiliki penggugat bukan penyesuaian, melainkan pendirian baru yang tidak ada kaitannya dengan yayasan sebelumnya,” jelasnya.

Sementara pemilihan nama Yayasan Pendidikan Haji Muhammad Roesli, kata Wahyudi, mengacu pada UU Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan dan dirubah UU Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan, serta PP Nomor 2 Tahun 2013 tentang Penyesuaian Pendirian Yayasan.

“Dipilih nama Yayasan H Mohamad Rusli, karena dalam aturannya, nama Yayasan Pendidikan Universitas Ahmad Yani Kalimantan Selatan dipakai oleh pendiri 2007, maka tidak boleh lagi dipakai oleh yayasan lainnya,” paparnya

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Kuras Isi ATM Hingga Rp79 Juta, Pelaku Hipnotis Dibekuk
apahabar.com

Hukum

103,86 Gram Sabu Musnah, Wabup Tapin: Luar Biasa
apahabar.com

Hukum

Ops Patuh Intan di Banjarmasin, Sudah Ribuan Pengendara Terjaring
apahabar.com

Hukum

Menyamar, Polisi Tangkap Pemuda Bertato Jual Sabu

Hukum

VIDEO: Seks Sedarah di Banjarbaru, Setelah Hamil Anak Pun Dijual
apahabar.com

Hukum

Terpantau Kamera CCTV, 2 Pelaku Pencuri Sepeda Diringkus Polisi
apahabar.com

Hukum

Manajemen Pupuk Indonesia Tunggu Keterangan Resmi KPK
apahabar.com

Hukum

Geger di Karang Payau, Setahun Lebih Ayah Bejat Gauli Anak Tiri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com