Jadwal Liga Inggris Sheffield United vs Man City Malam Ini, Live Streaming Mola TV, Guardiola Tanpa Aguero! Video Viral Pria Bawa Jenazah Ibunya Pakai Motor di Atas Bronjong, Sang Perekam pun Ketakutan! Video Detik-detik Mobil Tabrak Gerbang Masjidil Haram Mekkah dengan Kecepatan Tinggi Video Viral Rombongan Klub Harley Keroyok 2 Anggota TNI, Polisi Melerai Dicuekin, Ini Gara-garanya Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap

Sesali Perang Badar, Anas bin Nadhar Jemput Syahid di Perang Uhud

- Apahabar.com Rabu, 7 Oktober 2020 - 19:00 WIB

Sesali Perang Badar, Anas bin Nadhar Jemput Syahid di Perang Uhud

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Perang Badar mempunyai kedudukan yang istimewa di kalangan umat Islam. Para sahabat yang mengikuti perang badar mendapatkan predikat khusus di antara para sahabat lainya.

Untuk itulah, Anas bin Nadhar RA menyesal karena tak ikut dalam perang bersejarah itu.

Ia pun bermunajat agar Allah menyampaikan umurnya pada perang lainnya yang ia ikuti bersama Rasulullah SAW. Ia pun bersumpah akan mengikuti perang itu dengan segala upayanya.

Apa yang harapkan Anas bin Nadhar terkabul. Anas ikut pergi bersama Rasulullah dalam perang Uhud. Kala itu, Anas bin Nadhar bertemu dengan Sa’d bin Mu’adz yang bertanya padanya, “Wahai Abu Amr, hendak ke manakah engkau?”

Anas bin Nadhar menjawab, “Semerbak aroma surga sudah kucium di kaki gunung Uhud.”

“Dalam perang Uhud inilah Anas bin Nadhar bergerak tangkas ke sana ke mari untuk memenuhi janji yang pernah diucapkannya kepada Rasulullah beberapa tahun sebelumnya. Dalam tempo singkat, sekujur tubuh paman Anas bin Malik ini telah penuh dengan hujaman tombak dan sabetan pedang sampai akhirnya ia pun gugur sebagai syahid,” tulis cendikiawan Muslim asal Turki, Muhammad Fethullah Gulen dalam karyanya Cahaya Abadi Muhammad SAW Kebanggaan Umat Manusia.

Dalam perang Uhud, banyak syuhada yang sulit dikenali wajahnya. Semisal Hamzah, Mush’ab bin Umair, Abdullah bin Jahsy, dan Anas bin Nadhar. Bahkan Anas bin Nadhar hanya dapat dikenali oleh saudara perempuannya lewat jari tangannya.

Anas bin Malik menjelaskan bahwa pamannya itu bertempur sampai gugur. Hingga sekujur tubuh pamannya itu terdapat lebih dari delapan puluh luka sabetan pedang dan tikaman tombak serta anak panah. Anas bin Malik mengatakan bahwa sampai bibinya yakni Rubayyi binti Nadhar tak bisa mengenali saudaranya sendiri yakni Anas bin Nadhar kecuali lewat jari tangannya. Pada saat itu juga lah turun ayat yang berbunyi:

Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak mengubah (janjinya). (Al Ahzab ayat 23).

Para sahabat meyakini bahwa ayat itu turun berkenaan dengan Anas bin Nadhar dan para syuhada Uhud lainnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Rasulullah SAW Surati Penguasa Dunia untuk Masuk Islam
apahabar.com

Habar

Tempat Ibadah Umat Muslim Dibuka Kembali, MUI Batola Beri Catatan Khusus
apahabar.com

Ceramah

Soroti Tarawih Berjemaah di Tengah Pandemi Covid-19, PBNU: Satgas yang Turun Tangan
apahabar.com

Habar

KH Ma’ruf Amin Percaya Guru Sekumpul Wali Allah
apahabar.com

Religi

Sebelum Dikuasai Wahabi, Makkah Merayakan Maulid Nabi
apahabar.com

Habar

Milad ke 107 Muhammadiyah; 50 Anak di Kotabaru ‘Potong Burung’

Habar

Menjelang Akhir Hayat, Guru Zuhdi Sempat Mendirikan Salat
apahabar.com

Habar

Selama Ramadan, Saudi Larang Salat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com