Lari ke Kaltim, Terduga Buronan Kalsel Jadi Buruan di Hutan Samboja! Hasil PSU di Kabupaten Banjar; BirinMu Menang Besar, Ini Rinciannya Harga Minyak Terdongkrak Ramalan Kenaikan Permintaan DITANGKAP! Terduga Pembunuh Sopir Truk PT BKB di Tapin Kalsel Fakta Baru Kasus Pembunuhan Sopir Truk di Jalan Hauling Tapin

Setop Aktivitas Peti di Cagar Budaya Benteng Madang HSS, Masyarakat Harus Ikut Terlibat

- Apahabar.com Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:44 WIB

Setop Aktivitas Peti di Cagar Budaya Benteng Madang HSS, Masyarakat Harus Ikut Terlibat

Bekas aktivitas pertambangan tanpa izin (peti) di kawasan Cagar Budaya Benteng Madang, HSS. Foto-Istimewa

apahabar.com, KANDANGAN – Aktivitas pertambangan tanpa izin (Peti) di kawasan Cagar Budaya Benteng Madang, terdengar sampai ke Pemerintah kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Dispera KPLH), Pemkab HSS tidak akan tinggal diam.

Kepala Dinas Dispera KPLH HSS, Ronaldy Prana Putra mengatakan, pihaknya menyadari Peti berdampak kepada lingkungan hidup, khususnya di masyarakat.

Ronaldy mengatakan, pihaknya menyadari Peti berdampak kepada lingkungan hidup, khususnya di masyarakat.

Pemerintah, kata Ronaldy, tidak bisa bergerak sendiri. Karenanya Ronaldy mengimbau masyarakat juga ikut terlibat.

“Bagi masyarakat pemilik lahan diimbau tidak menjualnya, ataupun bekerjasama untuk melakukan penambangan tanpa izin,” imbau Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Dispera KPLH) Kabupaten HSS, Ronaldy Prana Putra, Senin (19/10) kemarin.

Ronaldy menegaskan, Peti merupakan bentuk tidakan pelanggaran hukum. Ia pun menekankan, masyarakat diminta tidak bekerjasama dengan pelaku Peti.

“Ada hal yang harus segera dilaksanakan karena masyarakat kita yang terdampak, namun tentu saja kita hanya bisa bergerak di batasan kewenangan yang bisa kita miliki,” tutur Ronaldy.

Sedangkan kewenangan lainnya tambahnya, maka harus lebih intens untuk berkomunikasi dengan yang berwenang, sehingga dapat segera menertibkan.

“Untuk saat ini adanya pertambangan tanpa izin, yang dapat kami lakukan adalah melaporkan, berkoordinasi dan mengkomunikasikan kepada pihak berwenang terkait Peti,” terangnya.

Hal itu dilakukan sebutnya, yakni kepada Dinas ESDM Provinsi Kalsel dan kepada aparat penegak hukum. Serta, kepada perusahaan jika wilayah Peti masuk dalam PKB2B suatu perusahaan, sehingga dapat ditertibkan.

Saat ini, Peti di kawasan Benteng Madang dan Desa Padang Batung sudah dirazia aparat gabungan, dan sudah tidak ada lagi aktivitasnya. Namun, masih perlu pengawasan bersama, agar tidak kembali beroperasi.

apahabar.com

Kepala Dispera KPLH Kabupaten HSS Ronaldy Prana Putra. Foto-apahabar.com/Ahc27

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

DPRD dan Pemkab Balangan Sepakati KUA PPAS 2021
apahabar.com

Kalsel

Kasus Covid-19 di Kotabaru Naik, Warga Diminta Patuhi Pemerintah
apahabar.com

Kalsel

Hari ini, Masjid Jami Banjarmasin Mulai Laksanakan Salat Jumat
apahabar.com

Kalsel

Langgar Protokol Kesehatan di Kabupaten Banjar, 6 Warga Martapura Harus Terima Sanksi Ini
apahabar.com

Kalsel

‘Rintihan’ Madrasah Al Amin Terjawab, Sekolah Bernafas Islam Desa Bunipah Sejak 1980
apahabar.com

Kalsel

560 ASN Sumringah, Pemkab Kotabaru Lantik Besar-besaran
Cawagub

Kalsel

Debat Cawagub Singgung Ekonomi Syariah, Muhidin: Alhamdulillah Saya Sudah Menabung
apahabar.com

Kalsel

Target Rp 7,2 M, Capaian Retribusi Pasar Banjarmasin Terkendala?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com