POPULER SEPEKAN: Viral Penjual Gorengan di Sekumpul, Adaro-Pama Cerai, hingga Transkrip PPK Banjar Tolak KLB, Simak Sikap Demokrat Kalteng Almarhum Kombes Sapta Dikenal Sebagai Pribadi yang Sederhana Mantap! Polsek Tapin Utara Bekuk Kurir Sabu 9,14 Kg asal Kalbar Ratusan Anggota Polisi di Tabalong Jalani Vaksinasi Covid-19

Sidang Pledoi Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST, PH Terdakwa Minta Keringanan

- Apahabar.com Jumat, 16 Oktober 2020 - 08:04 WIB

Sidang Pledoi Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST, PH Terdakwa Minta Keringanan

PH Akhmad Gazali Noor (tengah memakai baju dan masker hitam) saat mendampingi R saat pelimpahan tersangka ke Kejari yang diwakili JPU Prihanida Dwi Saputra di Makopolres HST, September lalu. Foto-apahabar.com/HN Lazuardi

apahabar.com, BARABAI – Sidang lanjutan kasus pembunuhan Latifah (31), istri muda pembakal Desa Patikalain yang tengah hamil 9 bulan masih bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Barabai Kelas II, Hulu Sungai Tengah (HST).

Sidang lanjutan yang merupakan sidang ke empat dengan agenda pembacaan pledoi atau pembelaan dari terdakwa itu sempat molor.

Dijadwalkan, agenda ini dilaksanakan pada Kamis, 15 Oktober pukul 14.00 namun molor hingga pukul 18.00.

Kendati demikian, agenda pembacaan pledoi tetap dilanjutan. Sidang berjalan sekitar 30 menit.

Melalui kuasa hukumnya, terdakwa R (15) yang merupakan anak tiri Latifah yang tak lain anak dari istri tua pembakal membacakan pledoi atau pembelaannya di ruang sidang anak PN Barabai.

Mengingat perkara tersebut merupakan anak di bawah umur yang berhadapan dengan hukum, agenda sidang dilaksanakan secara tertutup dan virtual.

Terdakwa yang masih di bawah umur berada di Lembaga Penitipan Anak Sementara (LPAS) Rutan Barabai dengan didampingi orang tuanya.

Sementara kuasa atau penasihat hukum (PH) terdakwa, Akhmad Gazali Noor membacakan peldoi di depan majelis hakim di ruang sidang yang dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU), Prihanida Dwi Saputra serta Ibu dari korban, Sainah.

Juru Bicara PN Barabai, Ariansyah mengatakan, pledoi yang dsiampaikan oleh PH sependapat pada fakta-fakat dan dengan pasal yang dibuktikan oleh JPU.

“Namun PH tidak sepakat dengan lama pemidanaannya. Intinya, PH memohon untuk dikurangi dan diserahkan ke majelis,” kata Ariansyah usai sidang ditemui apahabar.com di luar gedung PN Barabai.

Sejauh ini, JPU tetap pada tuntutannya yakni, sesuai dengan Pasal 338 KUHP. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

Mengingat terdakwa masih di bawah umur, sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak (SPPA), hukumannya setengah dari tuntutan.

“Hakim perlu muswayarah untuk menyusun putusan nanti.” tutup Ariansyah.

Sebagai PH yang berkewajiban memberi pendampingan hukum dan memastikan terdakwa mendapatkan hak-haknya dalam menjalankan proses hukum, Gazali mengatakan, majelis hakim perlu memepertimbangkan pledoi tadi.

Pertimbangannya, papar Gazali, anak atau terdakwa menyesali dan mengakui perbuatannya. Apalagi terdakwa masih anak di bawah umur dan merupakan pelajar aktif yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas.

Selain itu, lanjut Gazali, sesuai dengan kesimpulan serta rekomendasi dari petugas balai pemasyarakatan (BAPAS), untuk kasus anak berhadapan dengan hukum agar tidak terlalu lama dipidana. Supaya tidak mengganggu mental serta tumbuh kembang anak.

“Kesimpulan dan rekomendasi tersebut wajib dipertimbangkan hakim agar putusan tidak batal demi hukum. Hal ini seperti diatur dalam Pasal 60 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang SPPA,” tutup Gazali.

Untuk sidang selanjutnya, Selasa 20 Oktober, PN Barabai mengagendakan putusan.

apahabar.com

Pihak Kejari HST membawa alat bukti dan barang bukti ke PN Barabai menjelang sidang kasus pembunuhan Latifah yang tengah hamil 9 bulan. Foto-apahabar.com/Lazuardi.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

vaksinasi covid-19

Kalsel

H-1, 3 Daerah di Kalsel Siap Laksanakan Vaksinasi Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Potensi Hujan Terlihat, Kalsel Tetap Rawan Karhutla Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Gugah Kesadaran Warga Pakai Masker, Polsek Banjarbaru Barat Upayakan Segala Cara
apahabar.com

Kalsel

Kans Denny Indrayana di Pilgub Kalsel, Pengamat: Jalan Terjal
apahabar.com

Kalsel

Pengakuan Pelaku Pengeroyokan Maut di Alalak Selatan
apahabar.com

Kalsel

Kajari Balangan: Perlunya UHC dan Kepatuhan Data
apahabar.com

Kalsel

NU Harus Berani Keluar dari Zona Nyaman
apahabar.com

Hukum

Alasan PDIP Banjarmasin Giring Pemilik Akun Facebook Ryan Saputra ke Ranah Hukum
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com