Ribuan Buruh Kepung DPRD Kalsel, Supian HK Janjikan Pertemuan dengan DPD-DPR RI Hasil Liga Champions, Real Madrid Dipermalukan Shakhtar Donetsk, Skor Akhir 3-2 Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap

Sisi Lain Muammar Gaddafi, Banyak Model yang Masuk Islam Karenanya

- Apahabar.com Minggu, 11 Oktober 2020 - 16:11 WIB

Sisi Lain Muammar Gaddafi, Banyak Model yang Masuk Islam Karenanya

Muammar Gaddafi. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Almarhum Muammar Gaddafi dikenal sebagai pemimpin yang keras, namun di balik ketegasannya dalam memimpin, dia ternyata memiliki pesona yang dapat menarik orang lain untuk memeluk Islam. Bagaimana ceritanya?

Ini cerita pada tahun 2010. Semua cerita ini berasal dari buku harian perjalanan supermodel asal Roma, Italia, yang jatuh ke publik dan menguak satu rahasia.

Rahasianya: “wisata budaya” yang diatur oleh pemimpin Libya kala itu, Kolonel Muammar Gaddafi adalah untuk membuka wawasan mereka akan Islam. Model yang mengidentifikasikan diri sebagai Maria, saat itu berumut 28 tahun, mengaku pada Observer kebenaran isi buku harian itu.

Dia mengaku ada di dalam rombongan wisata yang dimaksud. Dia tulis semua apa yang dirasakan selama perjalanan itu.

Maria menuliskan perjalanan mewah ke padang pasir Libya dilangsungkan pada bulan Oktober 2010 setelah dia direkrut untuk tur oleh agensi Hostessweb yang berbasis di Roma. Dalam buku harian itu disebutkan, wisata diikuti 19 supermodel dunia, masing-masing menerima uang saku 3.000 euro.

Kata Maria, hubungan Gaddafi dengan Italia memang sangat bagus. Bahkan, Gaddafi kerap dielu-elukan sebagai “saudara jauh” oleh warga sebuah desa di pinggiran Roma. “Setahu saya, sudah enam perjalanan wisata model yang dihajat atas prakarsa Kolonel (Gaddafi),” ujarnya.

Ada salah satu di antara enam kunjungan itu dalam rangka “mencomblangi” seorang model dengan keponakannya. Tapi ada juga yang bermotif agama, katanya.

“Dia bertanya apakah ada di antara kami tertarik untuk menjadi Muslim. Itu dilakukan setelah di hari terakhir setelah kami tur. Kami semua saling memandang dan kemudian, luar biasa, dua gadis di antara kami bangkit, sesuatu yang saya tidak pernah berpikir mereka akan lakukan,” tulis Maria. Ia menambahkan, menjadi mualaf adalah “bonus” bagi perjalanan mereka.

Selain mengunjungi tempat-tempat menarik di Libya, katanya, ada juga sesi mendengar Gaddafi berceramah. Biasanya, maretinya adalah tentang keistimewaan ajaran Islam dan budayanya.

Setibanya di Tripoli pada bulan Oktober, mereka langsung menikmati tur selama seminggu diantar langsung oleh pembantu Gaddafi. Mereka mengunjungi tempat-tempat bersejarah, rumah sakit modern, hingga akademi polisi wanita, hal yang menunjukkan Islam tak membatasi ruang gerak perempuan.

Tur kemudian pindah ke tenda pemimpin Libya itu di padang pasir. Ya, gaddafi memang tinggal di tenda, bukan di istana yang megah.

“Mereka menempatkan kami dalam mobil pemerintah menuju tenda Gaddafi,” tulis Maria.

Sekitar 30 km dari Sirte ada gerakan dan lampu di tengah-tengah dan mereka dihentikan oleh orang bersenjata lengkap. Setelah diperiksa, mereka diizinkan masuk.

Di sana, ada dua tenda besar — salah satunya tempat Gaddafi tinggal — beberapa van kemping berfungsi sebagai toilet, generator besar yangberisik, dan ratusan unta.

Setelah sejam menunggu, Gaddafi muncul. “ia pulang berburu, berpakaian sangat santai dalam setelan kulit berkerut dan dengan rambut yang kacau. Kita senyum lebar, kami bertepuk tangan dan ia duduk di sebuah kursi plastik. Setelah melihat foto-foto perjalanan mereka, Gaddafi mulai bertutur tentang Islam.”

Dia mengatakan sebagian besar Eropa akan berubah dengan masuknya Turki ke dalam Uni Eropa. “Bahwa kita harus menerima keyakinan Muhammad karena Kristus meramalkan bahwa seorang nabi akan datang setelah dia mangkat,” ujarnya.

Dalam momen inilah, ada dua supermodel bangkit dan menyatakan ingin menjadi Muslim. “Kami tak menduga. Sungguh kami terkejut dengan keputusan kedua teman ini,” tambah Maria.

Salah satu yang kemudian menjadi Muslim dalam tur model bukan Maret 2010 -jauh sebelum Maria- diketahui bernama Rea Beko, usia 27 tahun sat itu, seorang model dari sebuah rumah mode ternama. Ia berasal dari Albania dari keluarga Kristen Ortodoks yang tinggal di Roma.

Namun, berita soal Islamisasi di antara supermodel yang dilakukan Gaddafi dibantah Alessandro Londero, salah satu penyelenggara perjalanan. “Ini semua tentang melihat kondisi sosial dan budaya Libya,” katanya.

“Tak usah jauh-jauh di Libya, di sini di Roma pun kami telah mengirim puluhan gadis untuk mengikuti kursus bahasa Arab di lembaga budaya Libya. Apakah ini juga bentuk Islamisasi?”

Ia mengakui memang ada model yang menjadi mualaf. Jumlahnya juga tak hanya dua, katanya, tapi antara tujuh hingga depalan orang. Karena alasan profesi, mereka memilih untuk menyembunyikan keyakinan barunya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Resmi Masuk Islam, Deddy Corbuzier Mantap Ucapkan Dua Kalimat Syahadat
apahabar.com

Ceramah

Jangan Khawatirkan Majelis Taklim
apahabar.com

Religi

Sirah Nabawi (1): Nasab dan Keluarga Rasulullah SAW
apahabar.com

Religi

Dalil Terkait Hari Kiamat, Manusia Harus Waspada
apahabar.com

Ceramah

Gus Baha Ungkap Keistimewaan Ayat Kursi
apahabar.com

Habar

Berkah Jumat, Nasi Gratis Seminggu Sekali, Catat Tempatnya!
apahabar.com

Habar

Masjid Sabilal Muhtadin Tetap Gelar Salat Jumat
apahabar.com

Habar

Ziarah ke Kelampayan, KH Ma’ruf Amin Berharap Berkah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com