3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Soal Karikatur Nabi Muhammad, Simak Pesan Sheikh Sudais

- Apahabar.com Sabtu, 31 Oktober 2020 - 12:34 WIB

Soal Karikatur Nabi Muhammad, Simak Pesan Sheikh Sudais

Kepala Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci, Sheikh Abdur-Rahman Al-Sudais menyampaikan pesan soal penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci, Sheikh Abdur-Rahman Al-Sudais menyampaikan pesan soal penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Pesan tersebut disampaikan Sheikh Sudais dalam mimbar Jumat (30/10), Masjidil Haram Makkah, Arab Saudi.

“Sesungguhnya kami melancarkan dari mimbar yang mulia ini-mimbar kebaikan, kebenaran dan perdamaian- seruan yang tulus secara global kepada seluruh dunia di segala penjuru dan tempat, agar berhias dengan akhlak Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wasallam,”

“Penyeru kepada perdamaian yang menyeluruh, kasih sayang yang sempurna antara pengikut syariat yang berbeda-beda tanpa menyakiti atau berselisih, atau mengeluarkan ejekan atau makian terhadap semua simbol agama, khususnya pribadi para Nabi yang suci shalawatullahi ‘alaihim ajma’in,” ujar Sheikh Sudais.

Atas nama satu miliar delapan ratus juta orang Islam, lanjut Sheikh Sudais, mengecam dengan tegas dan menentang dengan keras pernyataan yang bertindak lalim terhadap kedudukan kenabian dan risalah, khususnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Tidaklah karikatur penghinaan dan aksi buruk kecuali bagian dari terorisme dan radikalisme yang mengobarkan kebencian, dan rasisme yang amat dibenci,” ujar dia.

Sheikh Sudais mengungkapkan kebebasan berekpresi bukan dengan mengarahkan penghinaan atau olokan terhadap kesucian dan simbol agama.

Tetapi ia adalah pelanggaran terhadap etika dan adat istiadat dan ditolak atas pelakunya.

Karena kebebasan berpendapat semestinya menjaga nilai-nilai kemanusiaan yang menghargai perasaan orang lain.

Dan jika hal itu menyimpang dari nilai-nilai tersebut, maka sesungguhnya ia merusak pengertian moral bagi kebebasan.

“Penghinaan yang seperti ini sebenarnya melayani orang-orang yang berpikir radikal yang ingin menyebarkan kebencian antara komunitas kemanusiaan. Sementara Islam bersih dari semua ini dan yang demikian,” ujar Sheikh Sudais.

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Teken RUU, Trump Picu Reaksi China Soal Muslim Uighur
apahabar.com

Internasional

10 Peserta Terbaik IndonesiaNEXT 2018, Salah Satunya dari Kalimantan
apahabar.com

Internasional

1.300 Tahun Terpendam, Fungsi Azimat Kuno Mesir Terkuak
apahabar.com

Internasional

Tidak Menyesal, Ini Alasan Brenton Tarrant Tembaki Jamaah di Masjid Selandia Baru
apahabar.com

Internasional

Ikut Demo, Mantan Presiden Kirgizstan Jadi Sasaran Penembak Misterius
apahabar.com

Internasional

Uji Coba Mobil Terbang, Bagaimana Hasilnya?
apahabar.com

Internasional

Corona Terjang Dunia, Kasus Positif Sudah Tembus 10 Juta
apahabar.com

Internasional

Perolehan Suara Electoral di Florida, Trump Unggul Sementara dari Biden
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com