Brakkkk!! Mobil Relawan Kebakaran di Banjarmasin Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas Lakalantas di Angkinang HSS, Warga Haruyan HST Tewas di Tempat H+4 Idulfitri, Arus Balik Mudik dari Kalsel ke Kaltim Meningkat Sejumlah Pegawai di Banjarmasin Balikin Duit THR, Kok Bisa? Viral Shogun Vs Vario di Kandangan Lama, Dua Pengendara Tewas Seketika!

Soal Karikatur Nabi Muhammad, Simak Pesan Sheikh Sudais

- Apahabar.com Sabtu, 31 Oktober 2020 - 12:34 WIB

Soal Karikatur Nabi Muhammad, Simak Pesan Sheikh Sudais

Kepala Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci, Sheikh Abdur-Rahman Al-Sudais menyampaikan pesan soal penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci, Sheikh Abdur-Rahman Al-Sudais menyampaikan pesan soal penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Pesan tersebut disampaikan Sheikh Sudais dalam mimbar Jumat (30/10), Masjidil Haram Makkah, Arab Saudi.

“Sesungguhnya kami melancarkan dari mimbar yang mulia ini-mimbar kebaikan, kebenaran dan perdamaian- seruan yang tulus secara global kepada seluruh dunia di segala penjuru dan tempat, agar berhias dengan akhlak Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wasallam,”

“Penyeru kepada perdamaian yang menyeluruh, kasih sayang yang sempurna antara pengikut syariat yang berbeda-beda tanpa menyakiti atau berselisih, atau mengeluarkan ejekan atau makian terhadap semua simbol agama, khususnya pribadi para Nabi yang suci shalawatullahi ‘alaihim ajma’in,” ujar Sheikh Sudais.

Atas nama satu miliar delapan ratus juta orang Islam, lanjut Sheikh Sudais, mengecam dengan tegas dan menentang dengan keras pernyataan yang bertindak lalim terhadap kedudukan kenabian dan risalah, khususnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Tidaklah karikatur penghinaan dan aksi buruk kecuali bagian dari terorisme dan radikalisme yang mengobarkan kebencian, dan rasisme yang amat dibenci,” ujar dia.

Sheikh Sudais mengungkapkan kebebasan berekpresi bukan dengan mengarahkan penghinaan atau olokan terhadap kesucian dan simbol agama.

Tetapi ia adalah pelanggaran terhadap etika dan adat istiadat dan ditolak atas pelakunya.

Karena kebebasan berpendapat semestinya menjaga nilai-nilai kemanusiaan yang menghargai perasaan orang lain.

Dan jika hal itu menyimpang dari nilai-nilai tersebut, maka sesungguhnya ia merusak pengertian moral bagi kebebasan.

“Penghinaan yang seperti ini sebenarnya melayani orang-orang yang berpikir radikal yang ingin menyebarkan kebencian antara komunitas kemanusiaan. Sementara Islam bersih dari semua ini dan yang demikian,” ujar Sheikh Sudais.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Internasional

Eks Menteri Perminyakan Dua Dekade Saudi Meninggal

Internasional

Tragis! Diperkosa 5 Pria, Wanita Ini Malah Diperkosa Lagi oleh Polisi
apahabar.com

Internasional

Dituding Berada di Balik Virus Corona, Simak Jawaban Bill Gates
apahabar.com

Internasional

KBRI London Ingatkan WNI Kemungkinan Covid-19 Gelombang Kedua
Lobster

Internasional

Lagi, Penyelundupan Puluhan Ribu Benih Lobster ke Singapura Digagalkan
Myanmar

Internasional

Pemerintah Militer Myanmar Blokir Facebook dan WhatsApp
apahabar.com

Internasional

Berhasil Lahirkan Bayi Kembar Hasil Rekayasa Genetik, Ilmuan Berurusan dengan Polisi
apahabar.com

Internasional

Fang Xinghai Berharap Hubungan China-AS Lebih Baik di Bawah Pemerintah Joe Biden
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com