3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Soroti Kasus Karikatur Nabi Muhammad, Ini Seruan PBB

- Apahabar.com Jumat, 30 Oktober 2020 - 11:47 WIB

Soroti Kasus Karikatur Nabi Muhammad, Ini Seruan PBB

Majalah mingguan Prancis Charlie Hebdo. Foto-YOAN VALAT/EPA

apahabar.com, NEW YORK – Perwakilan Tinggi PBB untuk Aliansi Peradaban Miguel Angel Moratinos mengaku prihatin akan meningkatnya ketegangan dan contoh intoleransi yang dipicu oleh majalah mingguan Prancis Charlie Hebdo.
Majalah tersebut menerbitkan karikatur satir menggambarkan Nabi Muhammad.

“Karikatur yang menghasut juga telah memprovokasi tindakan kekerasan terhadap warga sipil yang tidak bersalah, yang diserang karena agama, kepercayaan atau etnis mereka,” kata Moratinos, seperti dilansir Republika, Jumat (30/10).

Dia menggarisbawahi bahwa penghinaan terhadap agama dan simbol-simbol suci agama memprovokasi kebencian dan ekstremisme kekerasan, yang mengarah pada polarisasi dan fragmentasi masyarakat. Kebebasan berekspresi harus dilakukan dengan cara yang sepenuhnya menghormati keyakinan agama dan prinsip semua agama, katanya.

“Tindakan kekerasan tidak dapat dan tidak boleh dikaitkan dengan agama, kebangsaan, peradaban, atau kelompok etnis apa pun,” ujar Moratinos.

Awal bulan ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron menggambarkan Islam sebagai “agama dalam krisis” dan mengumumkan rencana undang-undang yang lebih keras untuk menangani separatisme Islam di Prancis.

Ketegangan semakin meningkat setelah kasus pemenggalan kepala seorang guru sekolah menengah, Samuel Paty, pada 16 Oktober di pinggiran Paris setelah dia menunjukkan kartun Nabi Muhammad di salah satu kelasnya tentang kebebasan berekspresi.

Penyerangnya, Abdullakh Anzorov, seorang pria berusia 18 tahun asal Chechnya, kemudian ditembak mati oleh polisi. Macron memberikan penghormatan kepada Paty, dan kartun yang dirilis oleh Charlie Hebdo juga diproyeksikan pada bangunan di beberapa kota.

Presiden Prancis membela karikatur itu, dengan mengatakan Prancis “tidak akan menghentikan kartun kami”. Pernyataan itu memicu kemarahan di seluruh dunia Muslim.

Selain kecaman dari sejumlah negara termasuk Turki, Iran, dan Pakistan, ada seruan untuk memboikot produk, protes, dan serangan Prancis terhadap situs Prancis.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Rusia Siapkan Vaksinasi Massal Corona pada Oktober
apahabar.com

Internasional

KBRI London Ingatkan WNI Kemungkinan Covid-19 Gelombang Kedua
apahabar.com

Internasional

Bom Bunuh Diri Guncang Pusat Pendidikan di Kabul Afghanistan, 24 Orang Tewas
apahabar.com

Internasional

Sebanding dengan AS, China Kembali Luncurkan Kapal Perusak Rudal Terbaru
apahabar.com

Internasional

Rusuh di AS, Pertokohan Dijarah, Kantor Polisi Dibakar
apahabar.com

Internasional

Uni Eropa Tinjau Penularan Covid-19 Melalui Udara
apahabar.com

Internasional

Arab Saudi akan Gelar Acara Olahraga Internasional Pertama
apahabar.com

Internasional

Kasus Infeksi Covid-19 di India Capai 6,63 Juta Kasus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com