Selamat! bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Indonesia Financial Top Leader Award 2021 “Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak Detik-Detik Pembunuhan Brutal di Gambah HST, Korban Asyik Cabut Uban Mapolsek BAS HST Gempar! ODGJ Bawa Balok Ngamuk-Kejar Petugas Siap-Siap! Hasnur Mau Lepas Saham Perusahaan Kapalnya ke Publik

Soroti Kasus Karikatur Nabi Muhammad, Ini Seruan PBB

- Apahabar.com     Jumat, 30 Oktober 2020 - 11:47 WITA

Soroti Kasus Karikatur Nabi Muhammad, Ini Seruan PBB

Majalah mingguan Prancis Charlie Hebdo. Foto-YOAN VALAT/EPA

apahabar.com, NEW YORK – Perwakilan Tinggi PBB untuk Aliansi Peradaban Miguel Angel Moratinos mengaku prihatin akan meningkatnya ketegangan dan contoh intoleransi yang dipicu oleh majalah mingguan Prancis Charlie Hebdo.
Majalah tersebut menerbitkan karikatur satir menggambarkan Nabi Muhammad.

“Karikatur yang menghasut juga telah memprovokasi tindakan kekerasan terhadap warga sipil yang tidak bersalah, yang diserang karena agama, kepercayaan atau etnis mereka,” kata Moratinos, seperti dilansir Republika, Jumat (30/10).

Dia menggarisbawahi bahwa penghinaan terhadap agama dan simbol-simbol suci agama memprovokasi kebencian dan ekstremisme kekerasan, yang mengarah pada polarisasi dan fragmentasi masyarakat. Kebebasan berekspresi harus dilakukan dengan cara yang sepenuhnya menghormati keyakinan agama dan prinsip semua agama, katanya.

“Tindakan kekerasan tidak dapat dan tidak boleh dikaitkan dengan agama, kebangsaan, peradaban, atau kelompok etnis apa pun,” ujar Moratinos.

Awal bulan ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron menggambarkan Islam sebagai “agama dalam krisis” dan mengumumkan rencana undang-undang yang lebih keras untuk menangani separatisme Islam di Prancis.

Ketegangan semakin meningkat setelah kasus pemenggalan kepala seorang guru sekolah menengah, Samuel Paty, pada 16 Oktober di pinggiran Paris setelah dia menunjukkan kartun Nabi Muhammad di salah satu kelasnya tentang kebebasan berekspresi.

Penyerangnya, Abdullakh Anzorov, seorang pria berusia 18 tahun asal Chechnya, kemudian ditembak mati oleh polisi. Macron memberikan penghormatan kepada Paty, dan kartun yang dirilis oleh Charlie Hebdo juga diproyeksikan pada bangunan di beberapa kota.

Presiden Prancis membela karikatur itu, dengan mengatakan Prancis “tidak akan menghentikan kartun kami”. Pernyataan itu memicu kemarahan di seluruh dunia Muslim.

Selain kecaman dari sejumlah negara termasuk Turki, Iran, dan Pakistan, ada seruan untuk memboikot produk, protes, dan serangan Prancis terhadap situs Prancis.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

REG-COV2, Obat Eksperimen Covid-19 Dipakai Donald Trump
apahabar.com

Internasional

Pakar WHO Sebut Eropa dan Amerika Utara Harus Belajar Tangani Pandemi Covid-19 dari Asia
Joe Biden

Internasional

Joe Biden Dilantik, Presiden Jokowi Ucapkan Selamat

Internasional

Mulai Juli 2021, Pemerintah Setop Diskon Tarif Listrik
apahabar.com

Internasional

TikTok dan WeChat Dilarang di AS, China Siapkan Serangan Balasan
apahabar.com

Internasional

Laporan China Ungkap Awal Wabah Corona di Wuhan

Internasional

Albert Einstein dan Lebah Zombie, Pertanda Kiamat?
PHK

Internasional

Sempat Syok, Pramugari Cantik Ini Rela Jual Gas Elpiji Usai PHK Akibat Pandemi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com