VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Sosok Fitria, Ibu Muda Korban Pembunuhan Sadis di Kintap Tala di Mata Tetangga

- Apahabar.com Kamis, 8 Oktober 2020 - 16:21 WIB

Sosok Fitria, Ibu Muda Korban Pembunuhan Sadis di Kintap Tala di Mata Tetangga

Terungkap sejumlah fakta baru di balik pembunuhan Fitria, wanita muda di Desa Pasir Putih, Kintap, Kabupaten Tanah Laut. Foto: Istimewa

apahabar.com, PELAIHARI – Kepergian Fitria ibu beranak satu di Desa Pandansari, Kintap, Kabupaten Tanah Laut, menyisakan kesedihan warga.

Bagaimana tidak, wanita yang dikenal supel itu ditemukan tewas secara mengenaskan di kamar rumahnya sendiri, Rabu, (7/10) pagi.

Adalah sang anak dari suami pertama yang menemukan jasad ibunya itu bersimbah darah dengan luka menganga di leher sekitar pukul 07.00.

Dari temuan tersebut, kuat dugaan wanita 29 tahun ini tewas dibunuh.

Di kalangan tetangga, korban rupanya dikenal sebagai pribadi yang bersahabat.

“Orangnya itu sering bergaul dengan tetangga sekitar. Bahkan kegiatan yasinan maupun kegiatan tetangganya ia sering hadir bersama ibu-ibu untuk membantu,” ujar salah seorang warga Desa Pasir Putih dihubungi apahabar.com, Kamis (8/10) siang.

Para tetangga korban, kata dia, kaget begitu mengetahui korban tewas dibunuh.

Selain dikenal baik, selama ini korban diketahui tak pernah berselisih paham dengan siapa pun.

“Termasuk sama kerabatnya, gak pernah berselisih,” ujar warga itu.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Pasir Putih Kecamatan Kintap Mahdiansyah.

Setahu Mahdi korban juga cakap dalam berbisnis. Rumah lantai duanya dimanfaatkan untuk membuka jasa rental mobil.

“Semenjak ia tinggal di desa ini bersama suaminya ia merentalkan mobil,” ujar Mahdi.

Saat Fitria tewas dibunuh, sang suami dilaporkan sedang bekerja di salah satu perusahaan tambang batu bara di Tanah Laut.

“Ia kadang 4 atau 5 hari kerja baru saat libur pulang langsung ke rumah,” katanya.

Saat ini jasad Fitria sudah dibawa oleh orang tuanya ke Desa Pandansari.

“Dikuburkan di kampung halamannya, tempat orang tua korban berada,” ujar Mahdi.

Mahdi sangat berharap pembunuh Fitriah dapat segera diamankan untuk menutupi duka keluarga.

Di sisi lain, perlahan tapi polisi menemukan petunjuk atas kematian Fitria.

Sejumlah nama terduga pembunuh ibu beranak satu itu telah dikantongi polisi.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

RSUD Ulin Bangun Pusat Jantung Terpadu, Siap Operasi 2021
apahabar.com

Kalsel

Baru Direnovasi, Plafon Pasar di Kotabaru Sudah Bocor
Marak Hoaks Covid-19, Polres HST Ingatkan UU ITE

Kalsel

Marak Hoaks Covid-19, Polres HST Ingatkan UU ITE
apahabar.com

Kalsel

TNI AL Kotabaru Kembali Ingatkan Nelayan Melengkapi Alat Keselamatan
apahabar.com

Kalsel

Mengintip Harga Seragam Dinas Anggota DPRD Kalsel, Angkanya Fantastis!
apahabar.com

Kalsel

Berkah Pedagang Banjarmasin Menjelang Kampanye Akbar Joko Widodo
apahabar.com

Kalsel

Imbas Kebakaran di Sulawesi! Traffic Light Sempat Padam, Pengguna Jalan Saling Serobot?
apahabar.com

Kalsel

Diguyur Hujan, Hotspot di Kalsel Tinggal 3 Titik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com