Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala

Stimulus AS Pupus, Wall Street Berakhir Turun

- Apahabar.com Kamis, 15 Oktober 2020 - 11:29 WIB

Stimulus AS Pupus, Wall Street Berakhir Turun

Ilustrasi - Pialang sedang bekerja di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. Foto: Reuters via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Investor tampak kecewa dengan perkembangan terbaru stimulus fiskal di Amerika Serikat (AS).

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengisyaratkan harapan jika kesepakatan paket stimulus diwujudkan sebelum pemilihan presiden, November mendatang, kemungkinan pupus.

Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis (15/10) dipimpin penurunan saham Amazon dan Microsoft, ketika para investor kehilangan harapan dari stimulus fiskal AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 165,81 poin atau 0,58 persen, menjadi ditutup pada 28.514,00 poin.

Indeks S&P 500 turun 23,26 poin atau 0,66 persen, menjadi berakhir di 3.488,67 poin dan Indeks Komposit Nasdaq ditutup anjlok 95,17 poin atau 0,80 persen, menjadi 11.768,73 poin.

Komentar suram dari Menteri Mnuchin bahwa kesepakatan kemungkinan tidak akan dibuat sebelum pemungutan suara, ditambahkan ke sentimen rapuh menyusul laporan laba kuartalan beragam dari para pemberi pinjaman utama Wall Street.

“Pada saat ini menyelesaikan sesuatu sebelum pemilihan dan melaksanakannya akan sulit, hanya mengingat di mana kami berada dan tingkat detailnya, tetapi kami akan mencoba untuk terus mengatasi masalah ini,” kata Mnuchin dalam sebuah konferensi yang disponsori oleh Milken Institute, seperti dilansir Antara.

Saham-saham AS telah menguat dalam beberapa sesi baru-baru ini di tengah optimisme bahwa pemerintah akan memberikan stimulus baru untuk mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh pandemi virus Corona.

“Optimisme berkembang pesat seperti roket minggu lalu dan sekarang optimisme mulai turun kembali,” kata Kepala Perdagangan dan Penelitian Harvest Volatility Management, Mike Zigmont, di New York.

“Saya pikir stimulus sebagai peristiwa makro besar sudah dimasukkan ke dalam harga saham. Ini hanya pertanyaan tentang kapan detailnya muncul dan kapan stimulus mulai berlaku.”

Saham Amazon jatuh 2,3 persen dan Microsoft kehilangan 0,9 persen, keduanya membebani pasar lebih banyak daripada saham-saham lainnya di S&P 500.

Bank of America anjlok 5,3 persen dan Wells Fargo merosot 6,0 persen setelah hasil kuartalan mereka mengecewakan. Ini membuat indeks bank S&P 500 melorot 2,4 persen.

Musim laporan laba kuartal ketiga sedang berlangsung, dengan tanda-tanda perbaikan keseluruhan dalam ekspektasi tentang seberapa parah perusahaan-perusahaan AS telah dirugikan oleh pandemi.

Analis memperkirakan laba anjlok 19 persen dari tahun sebelumnya, menurut data IBES Refinitiv, versus perkiraan penurunan 25 persen pada 1 Juli.

“Pasar juga mulai mencerna prospek kemenangan Demokrat,” kata ahli strategi dan manajer dana.

Sementara banyak investor memandang kandidat Demokrat Joe Biden lebih cenderung menaikkan pajak, mereka semakin menunjuk pada potensi manfaat dari kepresidenan Biden, seperti belanja infrastruktur yang lebih besar dan ketidakpastian perdagangan global yang berkurang.

UnitedHealth Group Inc turun 2,9 persen, meskipun menaikkan perkiraan labanya, karena perusahaan asuransi AS itu mengatakan sulit untuk memprediksi dampak pandemi terhadap labanya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Di Tengah Pandemi, Bank Syariah Mandiri Siapkan Aplikasi Zakat Digital
apahabar.com

Ekbis

Minyak Naik karena Optimisme Pengurangan Produksi OPEC+
apahabar.com

Ekbis

AS Tahan Suku Bunga, Rupiah Loyo
apahabar.com

Ekbis

Mudahkan Belajar Daring, Telkomsel Perluas Inisiatif Paket Ilmupedia
apahabar.com

Ekbis

Harga Batu Bara Berpotensi Tertekan, Ini Pemicunya
apahabar.com

Ekbis

Telkomsel Digitalisasi Bisnis dan Security Perum Peruri
apahabar.com

Ekbis

Bersaing dengan Swasta, Pelindo Berbenah Diri
apahabar.com

Ekbis

IHSG Dibuka Menguat, Ditopang Kenaikan Wall Street dan Bursa Asia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com