Alasan Mengapa Api di Patmaraga Kotabaru 5 Jam Baru Padam Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian

Survei: Publik Puas dengan Jokowi, Tapi 9 Menteri Berikut Kinerjanya Paling Buruk

- Apahabar.com Senin, 5 Oktober 2020 - 15:21 WIB

Survei: Publik Puas dengan Jokowi, Tapi 9 Menteri Berikut Kinerjanya Paling Buruk

Hasil survei Voxpopuli Research Center terkait tingkat kepuasan publik kepada Presiden Joko Widodo. Foto-Survei Voxpopuli Research Center via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Hasil survei Voxpopuli Research Center menyebutkan tingkat kepuasan publik kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih cukup tinggi di tengah ancaman pandemi Covid-19.

“Selama setahun periode kedua Jokowi, kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden masih menjulang tinggi hingga mencapai 64,7 persen,” kata Direktur Eksekutif Voxpopuli Research Center, Dika Moehamad dalam keterangan tertulisnya seperti dilansir Antara, di Jakarta, Senin (5/10).

Menurut Dika, kebijakan yang diambil Jokowi untuk menangani Covid-19 masih menjadi opsi terbaik.

Sebagai catatan, Jokowi telah menerapkan sejumlah langkah, seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pemberian bansos, hingga pembukaan kegiatan ekonomi secara bertahap.

Meski demikian, lanjut dia, masih ada sebanyak 30,6 persen yang menyatakan tidak puas.

“Masih terus naiknya kurva penambahan kasus positif hingga kesulitan ekonomi akibat dampak PSBB menjadi titik kelemahan Presiden Jokowi,” katanya.

apahabar.com

Hasil survei Voxpopuli Research Center terkait dengan tingkat kepuasan publik kepada kinerja menteri. Foto-Survei Voxpopuli Research Center via Antara

Sementara, sisanya 4,7 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Di tengah tingginya kepuasan terhadap Presiden Jokowi, catatan perlu diberikan kepada para pembantu di kabinet.

Setidaknya ada 9 menteri yang dipandang publik kinerjanya paling buruk dengan penilaian di bawah 1 persen.

“Termasuk di antara sembilan menteri dengan kinerja terburuk adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (0,9 persen), Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (0,7 persen), dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (0,1 persen),” papar Dika.

Yang ironis, Dika mencontohkan peran Terawan yang seharusnya menjadi sentral dalam krisis kesehatan dinilai tidak optimal.

Upaya mengendalikan Covid-19 dilakukan oleh Gugus Tugas atau kini berubah menjadi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN).

Sementara itu, masuknya Nadiem yang sukses membangun start-up berstatus unicorn masih dipertanyakan kinerjanya.

Publik menilai belum ada gebrakan berarti, terlebih di tengah kegiatan sekolah yang terhenti dan kesulitan masyarakat untuk pembelajaran daring.

Edhy Prabowo dikenal kontroversinya dengan mengizinkan ekspor lobster dan lembek dalam mengatasi illegal fishing.

Menurut Dika, keputusan Edhy membalikkan kebijakan keras menteri sebelumnya dinilai publik sebagai keputusan yang tidak tepat.

Menteri-menteri lain yang dinilai buruk adalah Menteri Agama Fachrul Razi (0,8 persen), Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (0,5 persen), Menteri Pariwisata Wishnutama (0,4 persen), dan Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah (0,3 persen).

Berikutnya, Menteri Sosial Juliani P. Batubara (0,3 persen) dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati (0,2 persen). Selebihnya masih ada sejumlah nama lain yang hanya dinilai 0,1 persen dan tidak tahu/tidak menjawab 3,0 persen.

“Sebaliknya, sejumlah menteri dinilai berkinerja terbaik, yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani (25,3 persen), Menteri BUMN Erick Thohir (18,8 persen), dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno (13,0 persen),” kata Dika.

Menjelang setahun pemerintahan periode kedua, Jokowi sebaiknya mengevaluasi kabinet.

“Sebanyak 72,8 persen setuju dilakukan reshuffle kabinet terhadap menteri-menteri yang kinerjanya buruk, hanya 22,3 persen yang tidak setuju, dan 4,9 persen tidak tahu/tidak jawab,” tutur Dika.

Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada tanggal 11 sampai dengan 20 September 2020 melalui telepon kepada 1.200 responden yang diambil secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019.

Margin of error survei sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ratusan Warga Berduyun-duyun Siapkan Imlek di Kuta Bali
apahabar.com

Nasional

BNPB: Korban Banjir di Jabodetabek Bertambah Jadi 53 Jiwa
apahabar.com

Nasional

Dandhy Dwi Laksono Dipulangkan dengan Status Tersangka
apahabar.com

Nasional

Gempa M 5,7 Guncang Bengkulu, Warga Ketakutan
apahabar.com

Nasional

Alasan Kaltim Jadi Calon Kuat Ibu Kota versi Pemprov
apahabar.com

Nasional

Natal, Wilayah Jakarta Diguyur Hujan
apahabar.com

Nasional

Harimau Bonita dan Antan Bintang Segera Dilepasliarkan di Riau
apahabar.com

Nasional

Ini Kemampuan Pasukan Perang Hutan yang Disiapkan Kejar Ali Kalora
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com