Video Viral Pria Bawa Jenazah Ibunya Pakai Motor di Atas Bronjong, Sang Perekam pun Ketakutan! Video Detik-detik Mobil Tabrak Gerbang Masjidil Haram Mekkah dengan Kecepatan Tinggi Video Viral Rombongan Klub Harley Keroyok 2 Anggota TNI, Polisi Melerai Dicuekin, Ini Gara-garanya Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru

Tak Puas, Massa Anti-Omnibus Law di Banjarmasin Ancam Demo Susulan

- Apahabar.com Jumat, 9 Oktober 2020 - 14:12 WIB

Tak Puas, Massa Anti-Omnibus Law di Banjarmasin Ancam Demo Susulan

Ribuan massa anti-omnibus law membanjiri Rumah Banjar menuntut Presiden Jokowi mengeluarkan peraturan pengganti undang-undang untuk membatalkan RUU Cipta Kerja. Foto: Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Aspirasi penolakan UU Cipta Kerja telah disampaikan Ketua DPRD Kalsel Supian HK ke Kementerian Sekretariat Negara di Jakarta, Jumat (9/10) siang. Namun hal itu rupanya belum mampu meredam kegelisahan para mahasiswa.

Kemarin, ribuan massa dari berbagai elemen mahasiswa dan buruh turun ke jalan menyuarakan aspirasi.

Mereka memenuhi kawasan Gedung DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin.

Selain menolak Omnibus Law, massa aksi menuntut Presiden Jokowi mengeluarkan peraturan pengganti undang-undang atau Perppu untuk membatalkan RUU Cipta Kerja.

Selain Supian HK, mereka yang datang ke Jakarta membawa aspirasi mahasiswa adalah Ketua Komisi IV Lutfi Saifuddin dan beberapa perwakilan pemerintah provinsi.

“Kita belum puas,” ucap Koordinator Wilayah BEM se-Kalsel, Ahdiat Zairullah kepada apahabar.com via WhatsApp, Jumat (9/10) siang.

Terdapat sejumlah alasan ketidakpuasan yang dirasakan para peserta aksi.

Pertama, seharusnya bukan hanya Staf Kepresidenan, melainkan Presiden Joko Widodo secara langsung yang menerima aspirasi mereka.

“Bukan hanya ke staf, tapi presiden langsung,” beber ketua BEM Universitas Lambung Mangkurat ini.

Selain itu, kata Ahdiat, tidak ada video debat dan hanya diskusi penyerahan sebagai bukti dokumentasi.

“Dan tidak bertemu presiden,” cetus Ahdiat.

Ahdiat mengancam akan melakukan demonstrasi susulan terkait penolakan pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini.

“Akan ada aksi lagi, ini masih kita susun,” pungkasnya.

Video pendek berdurasi 1 menit 52 detik diterima apahabar.com dari Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Muhammad Lufti Saifuddin.

Lutfi mengaku sudah menyampaikan aspirasi mahasiswa dan buruh ke Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Jenderal (Purn) Moeldoko.

“Tadi kami sudah mencoba secara administrasi kenegaraan, di mana sudah menyampaikan surat ke Sekretariat Negara, kemudian dilanjutkan ke Staf Kepresidenan. Kami sudah diterima di ruangan Pak Moeldoko,” kata Muhammad Lufti Saifuddin, Jumat (9/10) siang.

Meski hanya sebentar namun niatan untuk menyampaikan aspirasi menurut politikus Gerindra ini sudah terealisasi.

Di waktu bersamaan, Plt. Gubernur Kalsel Rudy Resnawan bersama kepala daerah lain se-Indonesia juga mengikuti pertemuan bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan.

Substansi pembahasan masih sama: penolakan pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja menjadi Undang-undang.

“Mungkin saat ini masih berlangsung pertemuan tersebut,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, ribuan mahasiswa dan kaum buruh melakukan aksi demonstrasi penolakan pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja menjadi UU di depan Sekretariat DPRD Kalsel, Kamis (8/10).

Sebelumnya, Supian HK menawarkan tiga perwakilan massa aksi untuk ikut menyampaikan langsung aspirasi mereka ke Istana Kepresidenan.

“Kami setuju, kalau bisa ada tiga perwakilan mahasiswa yang ikut ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi ini,” kata Supian HK kepada ribuan massa.

Namun, Koordinator Wilayah BEM se Kalsel, Ahdiat Zairullah secara tegas menolak tawaran politikus Golkar tersebut.

“Kalau hanya perwakilan, kami tegas menolak. Kami mau semua massa ikut ke Istana Kepresidenan. Jumlahnya sekitar seribu orang,” pungkasnya.

Bukan Jokowi, Ketua DPRD Kalsel Disambut Moeldoko Saat Salurkan Aspirasi Tolak UU Omnibus Law

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Banjarmasin Targetkan 14 Oktober Tidak Ada Kelurahan Zona Merah Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Puluhan Pedagang Gulung Tikar, Kinerja Pemkot Banjarmasin Dipertanyakan
apahabar.com

Kalsel

Intip Misi Khusus Polda Kalsel di Pemilu 2019
apahabar.com

Kalsel

Pagi Buta, Bangunan di Pasar Kandangan Dilalap Api
apahabar.com

Kalsel

Musim Corona, BLK Batola Hasilkan 150 Masker per Hari
apahabar.com

Kalsel

Hindari Penyalahgunaan Trotoar, Dinas PUPR Pasang Bollard di Jalurnya
apahabar.com

Kalsel

Kelompok Pedagang Sekitaran MJ Inisiatif Bersihkan Trotoar Tempatnya Berdagang
apahabar.com

Kalsel

Beda Data, dan 2 Kecamatan di Banjarbaru Paling Rentan Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com