Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Tak Sinkron dengan Daerah Penyangga, PSBB Transisi Jakarta Dinilai Tak Efektif

- Apahabar.com Senin, 12 Oktober 2020 - 08:10 WIB

Tak Sinkron dengan Daerah Penyangga, PSBB Transisi Jakarta Dinilai Tak Efektif

Pakar sebut PSBB transisi Jakarta tak efektif. Foto-Ilustrasi/Shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra sebut Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di Jakarta tak efektif.

“PSBB transisi sebenarnya tidak efektif di DKI Jakarta. PSBB yang optimal saja sebenarnya kurang efektif,” kata Hermawan dikutip apahabar.com dari Okezone, Senin (12/10).

Dia beralasan, PSBB transisi tidak efektif karena tidak adanya sinkronisasi antara DKI dengan daerah penyangga, seperti di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

“Maka semacam mobilitas orang dan lainnya juga (mengakibatkan) tidak terlalu mampu mengendalikan Covid-19. Memang ada perlambatan kasus, tapi perlambatan itu ada angka tinggi lagi,” ucap Hermawan.

Dia menambahkan, DKI akan sulit mengendalikan Covid-19 karena menerapkan PSBB transisi dan tidak adanya kolaborasi bersama pemerintah daerah penyangga Ibu Kota.

“PSBB transisi tidak efektif. PSBB lah yang efektif. Hanya saja PSBB pun punya catatan, kalau tidak sinkron seperti masalah sosial politik yang dinamis sekarang ini malah jadi tantangan baru. Apalagi Desember ada Pilkada dan kasus (diprediksi) akan naik,” tuturnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi terkait penanganan Covid-19 atau virus corona, mulai besok hari Senin 12 Oktober 2020.

Atas penerapan itu, sejumlah tempat umum kembali dibuka dengan protokol kesehatan Covid-19. Salah satu yang kembali dibuka adalah bioskop, dengan batasan penonton paling banyak 25%.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Draf RUU Omnibus Law, Presiden Jokowi Target Beres Pekan Ini
apahabar.com

Nasional

Mulai 25 Agustus, Subsidi Gaji Langsung Ditransfer Rp 1,2 Juta
apahabar.com

Nasional

Lecehkan Islam dan Nabi Muhammad SAW, MUI Ajak Boikot Produk Prancis
apahabar.com

Nasional

Indonesia Desak Australia Pertimbangkan Soal Yerusalem Barat
apahabar.com

Nasional

PLN Klaim 90 Persen Listrik di Daerah Tsunami Lampung Sudah Pulih
apahabar.com

Nasional

Potret Ibu Kota, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Sedunia
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Minta Perhatian Khusus pada Proses Pilkada Serentak 2020
apahabar.com

Nasional

Pasca-ledakan Granat Asap, Monas Tetap Buka dan Beroperasi Normal untuk Umum
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com