Pelambuan Membara, Belasan Rumah Terbakar Dini Hari Terciduk Warga, Begal Sapi Tanah Bumbu Lari Tunggang-langgang di Kotabaru Transkrip Rekaman Sengketa Pilgub Kalsel Beredar, Petinggi KPU Akui PPK Terima Duit Heboh Kades di Kelumpang Tersangka Pungli, Giliran Apdesi Kotabaru Buka Suara Mardani H Maming: Hipmi Optimis Pemimpin Muda Kalsel Mampu Bangkitkan Ekonomi Daerah

Tanggapi Isu kebangkitan PKI, Jenderal (Purn) Agum Gumelar: Basi!

- Apahabar.com Senin, 5 Oktober 2020 - 11:30 WIB

Tanggapi Isu kebangkitan PKI, Jenderal (Purn) Agum Gumelar: Basi!

Ketua Umum Pepabri, Jenderal (Purn) Agum Gumelar. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Isu kebangkitan komunis dan dan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang kembali disuarakan pihak-pihak mendapat tanggapan dari Jenderal (Purn) Agum Gumelar. Dia menyebut, isu telah basi.

“Harus diingat, PKI di Indonesia adalah bagian dari gerakan komunisme internasional, seperti RRC dan Uni Soviet (Rusia). Tapi sekarang, RRC secara ekonomi sudah sangat kapitalis, menjadi negara kapitalis terbesar di dunia,” papar Ketua Umum Pepabri (Persatuan Purnawirawan TNI/Polri) Jenderal (Purn) Agum Gumelar kepada tim Blak-blakan detik.com, Sabtu (3/10).

Bila pada 1948 dan 1965 PKI yang mendapat sokongan internasional gagal melakukan pemberontakan terhadap NKRI, ia melanjutkan, apalagi sekarang. Agum Gumelar menantang para pihak yang menyuarakan soal kebangkitan komunis dan PKI untuk menunjukkan aktor, organisasi, dan kekuatannya.

“Jadi isu mengenai komunis ini, saya baca komentarnya Alisa Wahid, putri Gus Dur, isu basi ini. Saya yang akan menghantam mereka kalau memang ada,” tegas Agum.

Dia mengklaim cukup paham dengan pola perjuangan komunis dan PKI sebab pernah masuk tim khusus Satgas Intelijen Kopkamtib di bawah Brigjen TNI Benny Moerdani yang menangani masalah G-30S. Hal yang mesti diwaspadai dari isu bangkitnya komunis ini, kata Agum, justru adalah tematiknya, cara-caranya.

Ia mensinyalir sekarang hampir semua kekuatan yang tidak puas atau anti kepada pemerintah, sudah menggunakan cara-cara komunis. Mereka antara lain melakukan narasi kontradiksi dan adu domba yang membikin keresahan di masyarakat.

“Saya khawatir isu komunis ini diangkat terus sedemikian rupa agar kita lupa terhadap ancama lain yang satu itu (ekstrem kanan), supaya mereka leluasa bergerak. Siapapun yang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi lain adalah ekstrem,” kata Agum Gumelar yang pernah menjadi Gubernur Lemhanas di awal reformasi.

Sejak bertahun-tahun masa reformasi, dia melanjutkan, para anak-cucu keturunan PKI sudah menjalankan rekonsiliasi, Mereka berkiprah secara terbuka di berbagai profesi mulai di DPR hingga masuk TNI/Polri. “Apakah mereka masih dendam untuk menghidupkan kembali ideologi tersebut?” ujarnya.

Selain berbicara soal narasi kebangkitan PKI, Agum Gumelar juga mengkritisi kiprah Sebagian para purnawirawan TNI / Polri yang semestinya menjadi garda terdepan untuk merajut persatuan dan kesatuan.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Larangan Mudik Berlaku untuk Jabodetabek, Wilayah PSBB dan Zona Merah
apahabar.com

Nasional

Kadin Kalsel: Rupiah Naik Jelang Tahun Politik
apahabar.com

Nasional

Demokrat Komentari Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
apahabar.com

Nasional

Gempa M 5,0 Guncang Tapanuli Utara, Warga Panik
apahabar.com

Nasional

Mardani H Maming, Sosok Pengusaha Sukses Milineal
aphabar.com

Nasional

Bonus Demografi 2030, Anak Muda Jangan Hanya Berpikir dalam Kotak
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Monumen di Bengkulu Tanda Hormat atas Perjuangan Fatmawati
apahabar.com

Nasional

Sukses di New York, Sasirangan Kalsel Bakal Debut di Mercedes-Benz Fashion Week 2020 di Rusia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com