Pandemi Covid-19, Wakil Rakyat Banjarmasin Malah Minta Mobil Baru Gegara Bakar Sarang Tawon, Rumah di Balikpapan Baru Nyaris Ludes Patroli Gabungan di Tabalong, Petugas Sita Puluhan Elpiji 3 Kg! Catat! Lansia di Banjarmasin Bisa Batal Divaksin Covid-19, Berikut Alasannya Babak Baru Gugatan Class Action Banjir Kalsel, Tim Surati Presiden Jokowi

Tangis Haru Ibu-ibu Jemput Anaknya Ikut Aksi Anti-Omnibus Law di Kantor Polisi

- Apahabar.com Rabu, 14 Oktober 2020 - 17:12 WIB

Tangis Haru Ibu-ibu Jemput Anaknya Ikut Aksi Anti-Omnibus Law di Kantor Polisi

Isak tangis seorang ibu ketika menjemput anaknya yang ikut aksi anti-Omnibus Law di kantor polisi. Foto-Viva

apahabar.com, JAKARTA – Isak tangis haru mewarnai penjemputan puluhan remaja yang diamankan saat ikut demo anti-Omnibus Law di Mapolsek Pulogadung, Jakarta Timur.

Puluhan remaja yang terjaring ikut aksi-Anti Omnibus Law tersebut tampak beraksi sujud di kaki orangtua mereka saat meminta maaf.

Kapolsek Pulogadung, Kompol Beddy Suwendi, mengatakan puluhan remaja tersebut terjaring petugas kepolisian di dua lokasi yang berbeda. Puluhan remaja tersebut diamankan dan mereka langsung menjalani rapid test.

“Dari jumlah 41 yang diamankan semalam, semuanya kita sudah lakukan rapid test. Ada satu orang hasilnya reaktif dan langsung kami kirim ke RS Wisma Atlet beserta keluarga,” kata Kompol Beddy, Rabu (14/10).

Setelah menjalani rapid test, sebanyak 27 orang remaja langsung dikembalikan kepada orangtua masing-masing. Para remaja tersebut dikembalikan setelah ditahan selama satu hari di Mapolsek Pulogadung.

“Kami berikan pengarahan bahwasanya mereka ini belum memahami demo saat ini. Oleh karena itu, setelah kami berikan arahan, yang kami kembalikan kepada keluarga sebanyak 27 orang, sisanya 13 orang masih kita data,” kata Beddy.

Puluhan remaja tersebut mengaku diajak oleh teman untuk mengikuti aksi demo penolakan Omnibus Law di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat.

Sementara itu para orangtua mengaku tidak mengetahui sama sekali orang anak ingin mengikuti aksi dem. Anak-anak itu mengaku kepada orangtua hanya pergi untuk main bersama temannya.

“Bilangnya main tapi enggak pulang-pulang sampai sekarang dari semalaman enggak pulang saya lihat di TV banyak anak yang diamanin,” kata seorang ibu bernama Nokiah.

Bahkan Nokiah sempat mencari anaknya hingga ke Polda Metro Jaya. Saat sampai di Polda, Nokiah tidak menemukan anaknya.

“Sebelumnya saya ke Polda tadi barengan dia ada di Polda, tapi anaknya enggak ada. Saya dikabarin anak saya ada di Polsek Pulogadung,” kata Nokiah kutip apahabar.com dari Viva.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tinjau RS Darurat Wisma Atlet, Presiden Berharap Tidak Sampai Digunakan
apahabar.com

Nasional

Subsidi Pulsa Bakal Disalurkan Kemendikbud Awal September
apahabar.com

Nasional

Wapres Ma’ruf Harap Presiden Pilih Menteri Muda dan Kreatif
apahabar.com

Nasional

Pengungsi Tsunami di Pandeglang 3.050 Orang
Mahkamah Konstitusi

Nasional

Sidang Sengketa Hasil Pilkada 2020, MK Periksa 28 Perkara
apahabar.com

Nasional

Selama Pandemi, Pengusaha Batik Optimalkan Penjualan Daring
apahabar.com

Nasional

Sertakan Sejumlah Elemen dalam Pelayaran Kebangsaan
apahabar.com

Nasional

Keributan Mumtaz Rais Vs Wakil Ketua KPK di Pesawat, Begini Kronologinya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com