Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel

Target Kandas, Banjarmasin Resmi Tambah Satu Zona Merah Covid-19

- Apahabar.com     Rabu, 14 Oktober 2020 - 16:57 WITA

Target Kandas, Banjarmasin Resmi Tambah Satu Zona Merah Covid-19

Ada kecenderungan masyarakat menyepelekan karena ini ancaman gelombang kedua Covid-19. Foto: Istimewa

Enam bulan pandemi menjadikan Banjarmasin sebagai zona paling berisiko Covid-19 di Kalimantan Selatan.

Warga Banjarmasin sebenarnya sudah sedikit bisa bernapas lega. Pasalnya, per 6 Oktober kemarin ibu kota Kalsel tak lagi ditetapkan sebagai zona merah penyebaran Covid-19.

Capaian positif ini juga tak lepas dari sederet upaya Pemkot Banjarmasin menahan laju penyebaran Covid-19. Salah satunya melalui program wajib masker.

Bagi warga yang membandel, Pemkot Banjarmasin melalui Perwali Nomor 68/2020, tak segan mengenakan denda Rp100 ribu. Sosialisasi prokes pun digencarkan. Termasuk di tempat-tempat hiburan malam yang berpotensi memunculkan kerumunan.

Warga Banjarmasin telah diminta untuk tak terlalu beruforia. Pasalnya zona berisiko tinggi Covid-19 bisa berubah sewaktu-waktu. Bergantung perilaku masyarakat.

Pasalnya, selain menyisakan dua zona merah, Banjarmasin masih memiliki zona kuning mencapai 6 kelurahan. Yaitu: kawasan Pemurus Dalam, Teluk Dalam, Telaga Biru, Kuin Cerucuk, Kuripan dan Kuin Selatan.

Zona ini meski memiliki tingkat risiko penularan rendah, namun kapan saja bisa berubah menjadi merah. Seperti yang terjadi di Sungai Miai.

Ada sederet indikator yang digunakan untuk menghitung status zona berisiko tinggi Covid-19. Antara lain, epidemiologi (penularan), surveilans (pelacakan), dan pelayanan kesehatan.

Untuk epidemiologi, salah satunya yang paling utama adalah penurunan jumlah kasus positif pada minggu terakhir sebesar lebih dari 50 persen. Itu termasuk jumlah ODP, ODP dan jumlah kasus meninggal dunia.

Selain itu, kenaikan jumlah selesai pemantauan dari kasus ODP dan PDP selama dua pekan terakhir juga menjadi acuan.

Terkait surveilans adalah jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meninggal selama dua pekan terakhir.

Lalu positivity rate rendah (target kurang dari 5 persen sampel positif dari seluruh orang yang diperiksa).

Sementara indikator pelayanan kesehatan ialah jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS Rujukan mampu menampung sampai dengan kurang dari 20 persen jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat di RS.

Dan, jumlah tempat tidur di RS Rujukan mampu menampung sampai dengan kurang dari jumlah ODP, PDP, dan pasien positif COVID-19 yang dirawat di RS.

Akhirnya, Banjarmasin Resmi Tinggalkan Zona Merah Covid-19!

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Guru Fadlan dan Guru Ali Diisukan Mundur di Pilkada Banjar, Begini Tanggapan Keduanya
apahabar.com

Kalsel

Jurnalis Diminta Klarifikasi Bukti, Polisi Ingatkan Bawaslu Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Pertikaian Berdarah di Pekauman, Tiga Bersaudara Resmi Tersangka
BPTD

Kalsel

Tingkatkan SDM Pegawai, BPTD XV Kalsel Gelar Bimbingan Teknis
apahabar.com

Kalsel

Adaro Spectrapreuner Berhasil Ciptakan UMKM Mandiri
apahabar.com

Kalsel

Koramil BBT Salurkan 500 Paket Sembako dari PT Meratus Line untuk Warga Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Karhutla, Kapolsek Rantau Badauh: Pembakaran Lahan Ada Hukum dan Sanksinya
apahabar.com

Kalsel

Siaga Corona, Bandara Syamsudin Noor Mulai Operasikan Thermal Scanner
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com