Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D

Targetkan Rp 3 Triliun, Bank Kalsel Ajukan Penyertaan Modal ke Pemprov Kalsel

- Apahabar.com Kamis, 8 Oktober 2020 - 11:35 WIB

Targetkan Rp 3 Triliun, Bank Kalsel Ajukan Penyertaan Modal ke Pemprov Kalsel

Direktur Utama Bank Kalsel Agus Sabarrudin saat pertemuan dengan Plh Sekda Provinsi Kalsel. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Kalsel mengajukan usulan penambahan modal ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (8/9).

Pengajuan modal itu mengikuti arahan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.12/POJK.03/2020 terkait Konsolidasi Bank Umum.

“Jika sudah dinilai ‘sehat’, maka bisa melakukan rencana pengembangan menjadi bank devisa dan bisa menangani transaksi ekspor-impor, valuta asing, transfer ke luar negeri dan transaksi internasional lainnya. Sehingga tidak perlu menggunakan bank lain, namun memanfaatkan Bank Kalsel,” kata Direktur Utama Bank Kalsel Agus Sabarrudin saat pertemuan dengan Plh Sekda Provinsi Kalsel, Senin (8/10).

Di hadapan Plh Sekda Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar, Agus melaporkan pencapaian kinerja Bank Kalsel yang semakin membaik.

Bank Kalsel meraih Tingkat Kesehatan Bank (TKB) dengan peringkat komposit 2 (PK-2) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Itu menunjukkan kondisi sirkulasi bank Kalsel secara umum sehat.

Selain itu sampai September 2020, Return of Equity (ROE) Bank Kalsel terus meningkat dan lebih baik dari posisi Desember 2019, yakni 14,64% dimana Non Performing Loan (NPL) juga berhasil ditekan hingga 3,71%.

Dengan meningkatkan produk dan layanan, maka ke depan Bank Kalsel akan siap untuk menjadi bank devisa.

Selain pengakuan dari OJK Bank Kalsel sehat, bank Banua itu juga meraih penghargaan rating A versi Pefindo atau Pemeringkat Efek Indonesia.

Ini cermin Bank Kalsel memiliki kemampuan yang kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang.

Targetnya, ujar Agus, Bank Kalsel juga mengupayakan International Fitch Rating, yang memperhatikan perbaikan yang dilakukan pemerintah Indonesia, termasuk di antaranya ialah outlook pertumbuhan ekonomi yang membaik dan reformasi struktural.

Terbaru, Bank Kalsel berhasil meraih predikat “Sangat Bagus” pada ajang Infobank Award 2020 untuk kinerja tahun 2019. Tentunya, dengan performa yang positif tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan Pemprov Kalsel untuk menambah setoran modalnya.

Saat ini, modal inti yang telah disetorkan ialah sebanyak Rp1,8 triliun, yang mana kekurangan modal inti sampai dengan 2024 ialah Rp1,2 Triliun. Sebelumnya, Bank Kalsel sudah bertemu dengan beberapa pemerintah kabupaten dan kota untuk mengajukan hal serupa.

Pihaknya berharap, rencana Pemprov Kalsel untuk menambah setoran modal segera terealisasi, sehingga Bank Kalsel dapat mencapai modal inti sebesar Rp3 triliun di akhir tahun 2024, sebagaimana yang diwajibkan OJK.

Peningkatan modal inti tentunya akan mendorong pertumbuhan kinerja Bank Kalsel lebih optimal yang tentunya akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli
Daerah (PAD),” ujar Agus.

Agus juga melaporkan skema Ekosistem Keuangan Daerah (EKD),
yang merupakan perwujudan peran bank daerah dalam mendukung pengelolaan keuangan daerah agar lebih efektif, efisien dan transparan.

Untuk membangun EKD, perlu ada sinergi berbagai pihak yang terlibat dalam keuangan daerah, yakni pemerintah daerah, perangkat daerah, perusahaan daerah & Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), lembaga jasa keuangan daerah (Bank Daerah), dan pihak ketiga.

Bank Kalsel bertindak sebagai pengelola keuangan dari proyek yang diadakan oleh pemerintah daerah, kemudian mendistribusikannya kepada pihak ketiga yang berperan melaksanakan proyek.

“Selain sumber daya yang potensial, juga dibutuhkan upaya sinergi keuangan terpadu secara bahu membahu dengan melibatkan semua pelaku usaha, badan usaha milik daerah dan pemerintah daerah dibawah skema Ekosistem Keuangan Daerah (EKD) yang juga bisa diperkuat melalui Peraturan Daerah (Perda),” harap Agus.

Plh Sekretaris Daerah, Roy Rizali Anwar menyampaikan ketertarikan atas skema yang disampaikan. Tentu itu dapat mendukung peningkatan kinerja bank yang selanjutnya akan berimbas pada pendapatan daerah.

“Terkait skema EKD ini, kami sangat setuju untuk diterapkan sehingga menarik untuk dikaji lebih lanjut, dalam upaya untuk diimplementasikan dalam bentuk pergub maupun perda di masa akan datang. Pada prinsipnya, Pemprov Kalsel mendukung rencana penambahan modal untuk pencapaian kebijakan yang telah ditentukan,” papar Roy.

“Pemprov Kalsel berharap Bank Kalsel terus menjaga kinerja terbaiknya, menciptakan inovasi-inovasi bisnis serta terus memberikan layanan terbaiknya kepada masyarakat,” tutupnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Bank Kalsel

Pemkab Tala Siap Tambah Setoran Modal Bank Kalsel
apahabar.com

Bank Kalsel

Gandeng Bank Kalsel, Pelindo Kucurkan Miliaran Rupiah ke UMKM
apahabar.com

Bank Kalsel

Tak Hanya Menangkan Rp 500 Juta, 26 Nasabah Bank Kalsel Raih Jutaan Rupiah di Panen Rejeki Bank BPD
apahabar.com

Bank Kalsel

Memantau Update Penyebaran Corona Lewat Website Bank Kalsel Peduli Covid-19
apahabar.com

Bank Kalsel

Bank Kalsel Serahkan Bantuan untuk Anak Yatim dan Duafa
apahabar.com

Bank Kalsel

Siapkan Strategi Khusus, Bank Kalsel Siap Bersaing Secara Nasional
apahabar.com

Bank Kalsel

Triwulan III 2019, Bank Kalsel Optimis Jadi Bank Kompetitor
Sebar Manfaat, UPZ Bank Kalsel Bantu Pembangunan Langgar di HSS

Bank Kalsel

Sebar Manfaat, UPZ Bank Kalsel Bantu Pembangunan Langgar di HSS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com