Lampu Hijau Buka Masker, Pakar Covid-19 ULM: Hati-Hati Blunder Tabrakan Maut BPK Terulang Lagi, Apa Kabar Perda Damkar Banjarmasin? Perkuat Keandalan Listrik Kalseltengtim dengan Sistem Looping Jaringan Tersangka! Sopir BPK Penabrak 2 Pemotor di Banjarmasin Selatan Tuntut Pemerataan, Besok Buruh SIS ADMO Tabalong Juga Minta Pembagian Windfall

Temukan Ribuan Hoaks Covid-19, Menkominfo Kontak CEO Platform Media Digital

- Apahabar.com     Minggu, 18 Oktober 2020 - 17:11 WITA

Temukan Ribuan Hoaks Covid-19, Menkominfo Kontak CEO Platform Media Digital

Menkominfo Johnny G Plate kontak CEO platform media digital. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Mekominfo) RI, Johnny G. Plate telah mengontak para pejabat eksekutif platform media sosial, salah satunya CEO YouTube.

“Hampir semua pimpinan, pemilik atau eksekutif dari platform media sosial saya sudah hubungi yang di Amerika Serikat,” ujar Johny G Plate di sela pemaparan Temuan Survei Nasional dari Indikator Politik Indonesia berjudul “Mitigasi Dampak Covid-19”, via daring, Minggu (18/10).

Untuk apa? Johny melakukannya untuk memerangi hoaks termasuk mengenai Covid-19 di Indonesia.

“Terakhir yang saya berbicara dengan Susan Wojcicki, CEO YouTube, yang memberikan komitmen kuat di grupnya untuk bersama-sama mengatasi Covid-19 dalam ruang digital atau hoaks di Indonesia,” sambung Johny.

Kemenkominfo bersama YouTube pada Juni lalu sudah menyatakan kesepakatan mengenai arti penting kerja sama penanganan konten untuk melawan disinformasi atau hoaks.

Lebih lanjut, mengenai temuan terkini hoaks Covid-19, Menteri Johnny mengungkapkan Kemenkominfo menemukan 1.197 isu disinformasi yang tersebar di empat platform digital dengan sebaran sebanyak 2020 dan sekitar 1.759 di antaranya sudah diblokir.

Dia merinci, sebaran ini antara lain sebanyak 1.497 di Facebook, 20 isu di Instagram, 482 di Twitter dan 21 kasus di YouTube.

Kemenkominfo juga bekerja sama dengan kepolisian melakukan patroli siber yang dilakukan 24 jam setiap hari untuk menemukan produsen dan penyebar hoaks.

Saat ini, tercatat sudah 104 orang yang menyandang status tersangka dan 17 di antaranya sudah ditahan di Bareskrim dan kantor polisi daerah di Indonesia.

“Kami bersama Bareskrim Polri bekerja melalui patroli cyber-nya Kominfo sehari 24 jam, ada 3 shift di sana, tujuh hari seminggu. Tidak ada tanggal merah,” ujar Johnny.

Pemerintah melalui Kemenkominfo sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 berkomitmen memberikan sanksi tegas pada pelaku penyebar hoaks yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), berupa pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda maksimal Rp1 miliar.

Di luar isu hoaks mengenai Covid-19, dia mengapresiasi kemampuan adaptasi masyarakat di tanah air menerapkan protokol kesehatan.

Johnny berharap, ada tokoh-tokoh panutan masyarakat yang untuk terus mereka masyarakat menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mitra Kukar Bawa 22 Pemain Hadapi Sriwijaya
apahabar.com

Nasional

KPAI vs PB Djarum, Terganggu Soal Promosi Rokok Saat Audisi
Presiden Jokowi. Foto-istimewa

Nasional

Corona Harian 27 Ribu, Jokowi: BOR RS Terkendali
Dukung Air Baku

Nasional

Dukung Air Baku IKN Nusantara, PUPR Targetkan Bendungan Sepaku Semoi Rampung di 2023
Bom

Nasional

Geger Benda Diduga Bom Depan Rumah Aktivis KAMI di Cipinang Indah
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Positif 111.455, Sembuh 68.975
apahabar.com

Nasional

Heboh Klaim Kemenangan, Massa Pendukung di Kalsel Harus Tahan Diri
Rapid Test Antigen

Nasional

Mengenal Rapid Test Antigen, Harga dan Bedanya dengan Rapid Test Antibodi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com