Kobaran Api Kembali Gegerkan Warga Patmaraga Kotabaru Cara Cek Pengumuman CPNS 2019 Hari Ini, Login sscn.bkn.go.id, Berikut Website & Panduan Lengkapnya 150 Rumah Hangus Terbakar, Simak Kronologi Lengkap Kebakaran di Kotabaru Alasan Mengapa Api di Patmaraga Kotabaru 5 Jam Baru Padam Si Jago Merah Mengamuk di Kotabaru: Berkobar Berjam-jam, Ratusan Rumah Ludes Terbakar!

Terkait Kontroversi Kincir Angin di Jembatan Rumpiang, Begini Jawaban PUPR Barito Kuala

- Apahabar.com Rabu, 7 Oktober 2020 - 21:32 WIB

Terkait Kontroversi Kincir Angin di Jembatan Rumpiang, Begini Jawaban PUPR Barito Kuala

Kendati belum selesai, Taman Kincir Angin di ujung Jembatan Rumpiang sudah menjadi spot fotografi oleh warga setempat. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Diyakini sudah sesuai konsep, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barito Kuala tetap melanjutkan pembuatan Taman Kincir Angin di kawasan Jembatan Rumpiang hingga rampung.

Pembuatan Taman Kincir Angin itu menuai kontroversi dari kalangan akademisi, karena dinilai identik dengan Belanda.

Selain sejarah kekejaman yang pernah dituliskan Belanda di Tanah Air, sebenarnya masih terdapat opsi-opsi bentuk lain yang mengangkat identitas Batola.

Namun demikian, Dinas PUPR Batola memastikan tetap melanjutkan pembangunan proyek tersebut. Alasannya setiap pembangunan sudah terkonsep serta mempertimbangkan kondisi kekinian.

“Kawasan yang sedang dibangun Taman Kincir Angin itu merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan konsep kekinian,” ungkap Kepala Dinas PUPR Batola, Saberi Thanoor, melalui Kabid Tata Ruang dan Bina Konstruksi, Saraswati Dwi Putranti, Rabu (7/10).

“Konsep keseluruhan RTH di Jembatan Rumpiang adalah membuat spot-spot fotografi untuk masyarakat dengan tema landmark atau ikon beberapa negara di dunia. Artinya miniatur kincir angin itu bukan monumen atau tugu simbolis Batola,” imbuhnya.

Konsep landmark itu sendiri menyesuaikan bentuk bangunan Jembatan Rumpiang. Atas pertimbangan kekuatan konstruksi, Rumpiang memang dibikin mirip dengan Harbour Bridge di Sydney, Australia.

“Sebenarnya tak cuma kincir angin. Landmark negara lain yang direncanakan dibangun adalah Big Ben, Piramida, Menara Eiffel dan beberapa aksesoris RTH yang tidak jauh dari konsep landmark,” jelas Saraswati.

“Kendati demikian, material pembuatan bangunan-bangunan landmark internasional tersebut tetap menunjukkan kearifan lokal, seperti penggunaan kayu ulin,” sambungnya.

Kalau kemudian bangunan yang lebih dulu muncul adalah miniatur kincir angin, hal tersebut disebabkan keterbatasan anggaran.

“Imbasnya belum terlihat konsep RTH di Jembatan Rumpiang secara menyeluruh. Di sisi lain, kami juga memiliki beberapa konsep perencanaan yang menonjolkan identitas Batola,” papar Saraswati.

“Untuk RTH yang bertema identitas Batola, direncanakan dibangun di lokasi berbeda yang lebih kontras dan selaras dengan lingkungan sekitar,” tambahnya.

Salah satunya tugu selamat datang yang direncanakan dibangun di pertigaan jalan nasional antara Banjarmasin–Marabahan–Margasari di Kecamatan Cerbon.

“Konsep tugu tersebut akan menonjolkan identitas Batola melalui padi dan purun. Namun pembangunan tugu ini masih menunggu pelebaran jalan nasional oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XI,” tukas Saraswati.

Seiring pembangunan beberapa landmark negara lain di RTH Rumpiang, diharapkan bisa mendorong masyarakat kabupaten/kota lain untuk berkunjung ke Marabahan.

“Bagaimanapun Batola tidak memiliki wahana wisata alam maupun sejarah yang dapat menarik banyak peminat. Sementara Pulau Kembang dan Pulau Kaget sekarang lebih banyak dikunjungi peneliti dibandingkan wisatawan,” papar Saraswati.

“Berangkat dari situasi itu, Batola harus memiliki sesuatu yang berbeda dan menarik. Diharapkan keberadaan spot-spot foto yang tersebar cepat di media sosial, ikut membuat Batola semakin menarik dikunjungi,” tandasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jawaban RSUD Ulin Soal Perampasan HP Wartawan
apahabar.com

Kalsel

Heboh, Penyusup Bersajam di Demo Anti-Omnibus Law Banjarmasin Diamankan
apahabar.com

Kalsel

Sisir Sungai Barito Cari Orang Tenggelam
apahabar.com

Kalsel

Radio Sahabat Anak, Dukung Status Layak Anak Banjar
apahabar.com

Kalsel

Panwascam Terpilih Wajib Jaga Integritas
apahabar.com

Kalsel

Blangko e-KTP Langka, Warga Banjarmasin Hanya Diberikan Suket
apahabar.com

Kalsel

Persiapan Pelantikan Anggota Baru DPRD Kalsel Mencapai 90 Persen
apahabar.com

Kalsel

Tutup Tahun, DPRD Sahkan Perda Administrasi Kependudukan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com