Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Terkendala Domisili, Dinsos Banjar Upayakan Bantuan Kesehatan untuk Andika Bocah Penderita Penyakit Kulit

- Apahabar.com Rabu, 7 Oktober 2020 - 19:56 WIB

Terkendala Domisili, Dinsos Banjar Upayakan Bantuan Kesehatan untuk Andika Bocah Penderita Penyakit Kulit

Ketua IV DPRD Kabupaten Banjar Ahmad Syarwani saat menemani Rahmat Andika di RSUD Ratu Zalecha Martapura. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Pemkab Banjar melalui Dinas Sosial (Dinsos) mengulurkan bantuan kepada bocah penderita penyakit kulit, Rahmat Andika (4).

Andika adalah anak yatim piatu tidak mampu. Bocah malang ini tinggal dan dirawat kakek neneknya di Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

“Saat mendapat informasi, kami langsung menyalurkan bantuan paket sembako kepada pihak keluarga Rahmat Andika,” ujar Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Banjar, Ahmadi, Rabu (7/10).

apahabar.com

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banjar, Ahmadi. Foto-apahabar.com/hendralianor

Secara administrasi, Andika bertempat tinggal di Banjarmasin. Sehingga menjadi kendala bagi Dinsos Banjar untuk memberi bantuan jaminan kesehatannya.

Kendati demikian, Dinsos Banjar tetap mengupayakan agar Andika bisa mendapatkan bantuan.

“Tim TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) kita sudah ke lapangan untuk mengetahui apa saja yang perlu kita back-up. Terkait belum memiliki akte kelahiran, kita akan koordinasikan dengan Disdukcapil Banjar,” ucapnya.

Pada akhir September lalu, Ketua Komisi IV DPRD Banjar, Ahmad Syarwani memberikan bantuan perawatan di RSUD Ratu Zalecha Martapura.

Waktu itu, nenek Rahmat Andika, Nurani Hartani, mengatakan selama ini hanya bisa pasrah. Dia hanya mampu memberikan obat-obatan tradisional untuk cucunya. Ia tak bisa berbuat lebih, sebab suaminya hanya bekerja sebagai buruh bangunan.

Meski sudah berupaya melakukan perawatan, tapi nahas kondisi cucunya dalam 6 bulan belakangan makin memburuk.

“Awalnya penyakit itu hanya menyerang telapak kaki saja, namun kini sudah menjalar ke seluruh tubuh, dan setiap malamnya cucu saya pasti menangis karena sakit yang dideritanya. Selama ini saya bersama keluarga menjaganya secara bergantian,” ungkapnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kabupaten Banjar

Pilkades Sudah Dekat, Kapolsek Pastikan Sungai Tabuk Kondusif
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Komitmen Bupati Banjar Bangun Zona Bebas Korupsi
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Majukan Pembangunan, Guru Khalil Harapkan Partisipasi Pengusaha
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Selama Pandemi, Aplikasi LAPOR Banyak Terima Aduan Ini
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Bupati Banjar Buka Peringatan Hari Santri, Lomba Digelar Secara Daring
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Bantuan Sosial Tunai Disalurkan, PKM Kabupaten Banjar Dapat 600 Ribu Per Bulan
apahabar.com

Kabupaten Banjar

PKB Isyaratkan Dukung Petahana Maju di Pilkada Banjar
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Sang Istri Berpulang, Sekda Banjar Tak Kuasa Menahan Tangis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com