Selamat..! Tanah Bumbu Raih Peringkat Tiga MTQ Nasional Tingkat Provinsi XXXIII Polisi Kotabaru Tangkap Otak Pembunuhan Brutal di Mekarpura Pemilu Ulang di Banjarmasin Selatan, Cucu Habib Basirih Pinta Jauhi Politik Uang H-2 Ramadan, Distribusi Elpiji di Kalsel Macet Lagi Gara-Gara Jalan Rusak Terungkap! Alasan Oknum Pemuda LAS HST Hina Buser yang Tenggelam di Banjarmasin

Terkendala Domisili, Dinsos Banjar Upayakan Bantuan Kesehatan untuk Andika Bocah Penderita Penyakit Kulit

- Apahabar.com Rabu, 7 Oktober 2020 - 19:56 WIB

Terkendala Domisili, Dinsos Banjar Upayakan Bantuan Kesehatan untuk Andika Bocah Penderita Penyakit Kulit

Ketua IV DPRD Kabupaten Banjar Ahmad Syarwani saat menemani Rahmat Andika di RSUD Ratu Zalecha Martapura. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Pemkab Banjar melalui Dinas Sosial (Dinsos) mengulurkan bantuan kepada bocah penderita penyakit kulit, Rahmat Andika (4).

Andika adalah anak yatim piatu tidak mampu. Bocah malang ini tinggal dan dirawat kakek neneknya di Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

“Saat mendapat informasi, kami langsung menyalurkan bantuan paket sembako kepada pihak keluarga Rahmat Andika,” ujar Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Banjar, Ahmadi, Rabu (7/10).

apahabar.com

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banjar, Ahmadi. Foto-apahabar.com/hendralianor

Secara administrasi, Andika bertempat tinggal di Banjarmasin. Sehingga menjadi kendala bagi Dinsos Banjar untuk memberi bantuan jaminan kesehatannya.

Kendati demikian, Dinsos Banjar tetap mengupayakan agar Andika bisa mendapatkan bantuan.

“Tim TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) kita sudah ke lapangan untuk mengetahui apa saja yang perlu kita back-up. Terkait belum memiliki akte kelahiran, kita akan koordinasikan dengan Disdukcapil Banjar,” ucapnya.

Pada akhir September lalu, Ketua Komisi IV DPRD Banjar, Ahmad Syarwani memberikan bantuan perawatan di RSUD Ratu Zalecha Martapura.

Waktu itu, nenek Rahmat Andika, Nurani Hartani, mengatakan selama ini hanya bisa pasrah. Dia hanya mampu memberikan obat-obatan tradisional untuk cucunya. Ia tak bisa berbuat lebih, sebab suaminya hanya bekerja sebagai buruh bangunan.

Meski sudah berupaya melakukan perawatan, tapi nahas kondisi cucunya dalam 6 bulan belakangan makin memburuk.

“Awalnya penyakit itu hanya menyerang telapak kaki saja, namun kini sudah menjalar ke seluruh tubuh, dan setiap malamnya cucu saya pasti menangis karena sakit yang dideritanya. Selama ini saya bersama keluarga menjaganya secara bergantian,” ungkapnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Banjir

Kabupaten Banjar

Soroti Banjir Banjar, Dewan Kalsel Nilai Pemkab Lambat
Korpri Banjar

Kabupaten Banjar

Korpri Banjar Dikukuhkan, Bupati Saidi Harap Beri Pelayanan Terbaik untuk Publik
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Selama Pandemi, Aplikasi LAPOR Banyak Terima Aduan Ini
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Kabupaten Banjar Tetapkan Status Siaga Darurat Sampai 30 Juni
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Dinilai Efektif Tangani Covid-19, Pemkab Banjar Dipuji BPK
banjir martapura

Kabupaten Banjar

Update Banjir Kabupaten Banjar: 98.037 Jiwa Terdampak, 1.749 Masih Mengungsi
banjir martapura

Kabupaten Banjar

Naik Turun, Banjir di Martapura Masih Labil
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Ribuan Pelajar SMP di Banjar Dapat Kuota 10 Gb dari Telkomsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com