Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Terkendala Pandemi, KPPI Kalsel Belum Optimal Genjot Pendidikan Politik Perempuan di Banua

- Apahabar.com Senin, 26 Oktober 2020 - 20:12 WIB

Terkendala Pandemi, KPPI Kalsel Belum Optimal Genjot Pendidikan Politik Perempuan di Banua

Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kalsel saat menerima KPPI Kalteng. Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Dibentuk sejak 2019 kemarin, Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kalsel masih terkendala dalam melakukan kegiatan-kegiatan khususnya di tengah Pandemi Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Ketua KPPI Kalsel yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Hj Dewi Damayanti Said saat menerima KPPI Kalteng, Senin (26/10) siang tadi.

Menurut Hj Dewi, meski sudah mendapat komitmen dukungan dari Badan Kesbangpol Kalsel, namun dukungan tersebut belum bisa terealisasi lebih jauh di 2020 ini.

Pasalnya, anggaran Badan Kesbangpol Kalsel juga menjadi salah satu mata anggaran yang direalokasi dan direfocussing untuk penanganan dan penanggulangan Pandemi Covid-19.

“Dukungan sebenarnya sudah ada, tapi belum bisa terlalu bergerak karena pandemi,” kata Hj Dewi.

KPPI Kalsel, kata Hj Dewi, kembali akan menjajaki komunikasi tak hanya dengan Kesbangpol Kalsel tapi juga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kalsel.

Upaya dilakukan untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan politik bagi kaum perempuan di Kalsel agar tak hanya menjadi beban partai-partai politik.

Di mana salah satu tujuan besarnya yaitu untuk menggenjot jumlah perempuan yang bisa duduk di parlemen khususnya di DPRD Kalsel.

Setidaknya sampai dengan 30 persen sesuai amanat Undang-Undang (UU).

Saat ini, di periode masa jabatan 2019-2024 baru ada 11 Perempuan di Parlemen Kalsel atau kurang lebih 18 persen.

“Jika berkaca pada Parlemen Kalteng, jumlah tersebut masih tertinggal,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPP Kalteng, Andina Theresia Narang mengatakan pada periode jabatan yang sama, jumlah perempuan di Parlemen Kalteng sudah mencapai 16 orang atau kurang lebih 33 persen.

Meskipun 1 orang di antaranya, kata Nana, mengundurkan diri karena ikut bertarung di Pilkada Serentak Tahun 2020.

Kendati, Nana menyatakan pihaknya juga banyak belajar dari KPPI Kalsel yang melalui organisasi tersebut pendidikan politik bagi kaum perempuan bisa menjangkau lebih luas tak hanya bagi anggota parlemen perempuan tapi juga perempuan di luar parlemen.

“Hari ini pengurus KPP Kalteng bersilaturahmi dengan KPPI Kalsel, kami upayakan bersinergi karena sesama di Kalimantan bekerjasama untuk memajukan perempuan di Kalimantan,” pungkasnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pelaku Penembak Polisi di Tala Masih Buron, Camat Panyipatan Minta Warga Waspada
apahabar.com

Kalsel

Mappanretasi jadi Wahana Bersyukur Nelayan Teluk Tamiang Kotabaru

Kalsel

Tekan Angka Kriminalitas Perairan, Kapolda Kalsel Sambangi Kanwil DJBC Kabagsel Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

APBD Banjarmasin 2021 Rp 1,5 Triliun Disahkan, Berikut Keperluan Prioritas
apahabar.com

Kalsel

H+17 Pemilu, Sambang Lihum Masih Nihil Caleg Stres
apahabar.com

Kalsel

Pencemaran Sungai Amandit Bikin Geram Wakil Rakyat Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Supir Ngantuk, Mazda Oleng Hantam Bus
Jarak Sudah Diatur, Pengunjung Siring Laut Kotabaru Tetap Sepi

Kalsel

Jarak Sudah Diatur, Pengunjung Siring Laut Kotabaru Tetap Sepi  
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com