Belasan Mahasiswa-Polisi Luka-Luka, Polres Ungkap Biang Ricuh #SaveKPK II di Banjarmasin #SAVEKPK Bergaung di Banjarmasin: Ratusan Mahasiswa Ultimatum Ketua DPRD Kalsel di Tengah Guyuran Hujan Tagih Janji Reklamasi, Dewan Tabalong Ngotot Panggil Bos Adaro UPDATE! Tunggu Supian HK, Massa #SaveKPK di Banjarmasin Ngotot Bertahan Jenderal Lapangan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Terluka, Tangan-Kepala Berdarah

Terkendala Proses di BPOM, Vaksinasi Covid-19 Terancam Molor

- Apahabar.com Sabtu, 24 Oktober 2020 - 10:24 WIB

Terkendala Proses di BPOM, Vaksinasi Covid-19 Terancam Molor

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Rencana vaksinasi Covid-19 di pekan kedua November 2020 teracam molor. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, mundurnya jadwal vaksinasi bukan karena tidak adanya pasokan vaksin, melainkan karena dibutuhkan waktu bagi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk bisa mengeluarkan emergency use authorization.

“Tadi Presiden telepon saya, tadinya rencana minggu kedua November, karena barangnya (vaksinnya) sudah dapat. Tapi bisa saja tidak kecapaian (kesampaian) minggu kedua November, bukan karena barangnya. Barangnya sudah siap, tetapi adalah emergency use authorization itu belum bisa dikeluarkan BPOM karena ada aturan-aturan atau step-step yang harus dipatuhi,” jelasnya dalam pengarahan mengenai Omnibus Law di Lemhanas RI, Jumat, yang disiarkan melalui kanal Youtube Lemhanas RI.

Luhut mengatakan Presiden Jokowi tidak mau mengambil risiko dan memilih untuk mengikuti aturan yang ada.

“Beliau mengatakan keamanan nomor satu. Saya kira pemerintah sangat menghormati aturan tadi,” imbuhnya.

Luhut menceritakan pengalamannya saat melakukan kunjungan kerja ke Yunan, China, di mana warga negara Tirai Bambu itu kini tidak lagi mengenakan masker.
Ia pun berkelakar kepada delegasi Indonesia yang datang kala itu bagai alien karena masih mengenakan masker.

Dalam perbincangannya dengan Menteri Luar Negeri China kala itu, Luhut mengetahui bahwa mereka telah mendapat suntik vaksin.

Menlu China sempat menawarkan kepada Luhut suntikan vaksin, namun menurut Luhut, hal itu tidak bisa dilakukan karena pemerintah Indonesia belum mengeluarkan emergency use authorization. Ia mengaku patuh pada aturan tersebut.

“Jadi kita yang jadi alien ke sana pakai masker karena kita harus pakai masker. Mereka sudah tidak. Saya tanya Menteri Luar Negerinya, ‘Anda sudah suntik vaksin?’. Dia jawab sudah, sudah dapat Sinovac langsung suntik dia. Dia bilang, ‘Kamu suntik jugalah’ tapi kan tidak bisa karena kita belum ada emergency use aurhorization. Itu harus kita tunggu. Itu aturan jadi kita harus patuh pada aturan,” jelas Luhut.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 5.249 Pasien Sembuh, 21.745 Positif
apahabar.com

Nasional

18 Nelayan Indonesia Ditangkap UPM Timor Leste

Nasional

Kemenparekraf Ingatkan Pentingnya Peran Media di Masa Pandemi Covid-19

Nasional

Sempat Mencekam, Gubernur Kaltim Angkat Bicara Soal Rusuh Penajam

Nasional

Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Capai 2,8 Kilometer
apahabar.com

Nasional

Kambing Mata Satu Mirip ‘Dajjal’ Lahir di Bogor
apahabar.com

Nasional

Belum Bisa Terapkan Protokol Kesehatan, KPAI: Pemerintah Jangan Nekat Buka Sekolah
apahabar.com

Nasional

300 Anggota Jemaah Diisolasi di Masjid Kebon Jeruk
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com