Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Tindaklanjuti Laporan Masyarakat, DLH Tabalong Tinjau Penambangan Emas di Panaan

- Apahabar.com Jumat, 30 Oktober 2020 - 16:12 WIB

Tindaklanjuti Laporan Masyarakat, DLH Tabalong Tinjau Penambangan Emas di Panaan

Kepala DLH Tabalong, Rowi Rawatianice (baju kuning) beserta jajarannya meninjau lokasi aduan masyarakat terkait adanya penambangan emas warga. Foto-Istimewa

apahabar.com, TANJUNG – Respon cepat dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabalong, setelah mendapat aduan masyarakat di grup media sosial tentang keruhnya air sungai, disebutkan karena aktivitas warga menambang emas.

Dipimpin langsung Kepala DLH Kabupaten Tabalong, Rowi Rawatianice mendatangi lokasi di Desa Panaan Kecamatan Bintang Ara, Kabupaten Tabalong dengan menyusuri bantaran Sungai Tabalong hingga ke perbatasan Desa Dambung Raya.

Rowi, sapaan akrabnya saat dikonfirmasi melalui percakapan WhatsApp membenarkan dirinya bersama Kabid Penaatan Lingkungan Norma Zahriati serta Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Haris Fakhrozi didampingi Sekdes Panaan A Rizal Saputra telah mendatangi lokasi yang diadukan warga itu.

Peninjauan sendiri dilakukan Sabtu (24/10) lalu, dengan menyusuri sungai Tabalong hingga ke perbatasan Desa Dambung Raya menggunakan perahu motor.

“Setelah kurang lebih 5 jam menyusuri Sungai Tabalong hingga ke perbatasan Desa Dambung Raya, barulah kami temukan adanya aktifitas penambangan emas oleh warga, ” jelas Rowi.

Rowi tidak menampik adanya aktifitas penambangan emas oleh warga. Ada 6 kelompok, yang aktif hanya 2 kelompok, sementara 4 kelompok lainnya sudah tidak ada kegiatan lagi.

Terkait keruhnya air Sungai Tabalong, secara kasat mata bukan karena adanya aktifitas penambangan emas yang dilakukan warga, tetapi lebih karena faktor alam. Diantaranya, tingginya curah hujan dan adanya aktifitas kehutanan lainnya (pembukaan lahan untuk aktivitas ladang/kebun) masyarakat.

“Sampai tanggal 24 Oktober 2020 lalu, tidak terbukti bahwa keruhnya air sungai Tabalong disebabkan oleh adanya aktivitas penambangan emas di Panaan, ” terang Kadis LH Kabupaten Tabalong, Rowi Rawatianice, Jumat (30/10).

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Wali Kota Banjarbaru: Penggunaan Anggaran Pada 2020 Hanya Untuk Kegiatan yang Diprioritaskan
apahabar.com

Kalsel

Mengintip IG Bacalon Wali Kota Banjarmasin: Petahana Paling Melek, Eks Sekda Tergaptek
apahabar.com

Kalsel

Anggota Dewan yang Tak Terpilih Ternyata Masih Dapat ‘Gaji’
apahabar.com

Kalsel

Waspada!!! Hujan Lokal dan Berpetir
apahabar.com

Kalsel

Pengakuan Menggelitik Pejabat Banjarmasin yang Diduga Pakai Joki
apahabar.com

Kalsel

Meninggal Dalam Pick Up, Seorang Pria di Banjarmasin Dievakuasi Standar Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Siang Hari, BMKG Prakirakan Tiga Daerah di Kalsel Berpotensi Hujan Petir
apahabar.com

Kalsel

Dewan Pers Sebut Media Kurang Soroti Caleg Lokal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com