Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Tragedi Berdarah di Gambut, Rekonstruksi Polisi Peragakan 28 Adegan

- Apahabar.com Kamis, 8 Oktober 2020 - 17:17 WIB

Tragedi Berdarah di Gambut, Rekonstruksi Polisi Peragakan 28 Adegan

Anggota Polsek Gambut bersama dengan Inafis Polres Banjar dan MS selaku pelaku melakukan reka adegan yang dilakukannya. Foto-Istimewa.

apahabar.com, MARTAPURA – Polsek Gambut bersama dengan Unit Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polres Banjar gelar perkara kasus pembunuhan yang dilakukan seorang remaja, Kamis (8/10) siang.

Tragedi berdarah di Gambut tersebut terjadi pada Kamis 13 September lalu di sebuah warung jablai, Desa Guntung Papuyu, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.

Kapolsek Gambut Iptu Jenny Rahman melalui Kanit Reskrim Ipda Ari Handoyo menyampaikan, dalam rekonstruksi yang dilakukan tersebut, memperagakan 28 adegan kejadian perkara pembunuhan MZK (22) yang dilakukan oleh MS (19).

“Rekon kejadian ini untuk memperjelas kita agar mendapatkan gambaran kejadian yang sebenar-benarnya seperti yang tertuang di dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Mulai dari awal kejadian hingga pelaku menusukan pisaunya kepada korban,” ujar Ipda Ari Handoyo kepada apahabar.com, Kamis (8/10).

Dalam rekonstruksi tragedi berdarah di Gambut tersebut, Ipda Ari Handoyo mengatakan, bahwa MS diketahui menghabisi nyawa MZK dikarenakan tersinggung dan dihina korban.

Dalam rekonstruksi digambarkan bahwa pelaku meminta nomor telepon seorang gadis ke korban. Namun karena pelaku tidak memiliki handphone, korban menghina sambil mendorong kepala pelaku. Sambil berkata “Kamu kan tidak memiliki handphone, buat apa minta nomor dia,” jelas Ipda Ari Handoyo.

Karena merasa tersinggung, MS yang membawa senjata tajam di pinggangnya tanpa membuang waktu langsung menghunuskan pisau tersebut ke pinggang sebelah kiri korban sebanyak 1 kali.

“Setelah melakukan aksinya pelaku kemudian meninggalkan korban yang sudah terkena luka tusuk,” beber Ipda Ari Handoyo.

Kini pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat 3 subsider pasal 351 ayat 2.

Dalam pelaksanaan rekonstruksi tragedi berdarah di Gambut itu, hadiri perwakilan dari Kejaksaan Negeri Martapura, Penasehat Hukum (PH) dari pelaku, serta sang pelaku tindak pidana

Editor: Zainal - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dirasa Kurang, Komisi III Minta Penambahan Penerangan di Taman Kamboja
apahabar.com

Kalsel

Per September, TPK Hotel Berbintang Naik 1,28 Poin Dibanding Agustus
apahabar.com

Kalsel

Jalur Prestasi Masih Terbuka, Puluhan Siswa Sudah Mendaftar
apahabar.com

Kalsel

Lemahnya Penghayatan Pancasila Jadi Atensi Serius Polda Kalsel

Kalsel

Kisah Rahmadi, Pencuri Kelas Teri “Menolak” Jera
apahabar.com

Kalsel

Aturan Peredaran Minol, Komisi II Pertanyakan Komitmen Ibnu Sina

Kalsel

VIDEO: Polisi Telisik Dugaan Aliran Sesat di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Selama Karhutla di Batola, Camat Dilarang Meninggalkan Wilayah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com