OTT KPK di Amuntai HSU: Kadis PU hingga Eks Ajudan Bupati Diamankan, Modusnya Fee Proyek BREAKING! Polisi HSU Bekuk Pembunuh Brutal di Amuntai Tengah Terbongkar! Pembunuh Paman Es Kandangan Pura-Pura Anak di Bawah Umur Usai Penarikan Besar dalam Persediaan AS, Harga Minyak Melonjak OTT di Amuntai HSU, KPK Tangkap Pegawai-Pengusaha hingga Segel Ruang Bidang

Tulisannya Tentang Prancis Disalahtafsirkan, Mahathir Marah!

- Apahabar.com     Jumat, 30 Oktober 2020 - 21:23 WITA

Tulisannya Tentang Prancis Disalahtafsirkan, Mahathir Marah!

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. Foto-Reuters/Lim Huey Teng via Antara

apahabar.com, KUALA LUMPUR – Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan pandangannya tentang peristiwa di Prancis yang ditulis dalam blog-nya disalahtafsirkan.

Pandangan itu, kata Mahathir, keluar dari konteks yang sebenarnya.

“Saya benar-benar muak dengan upaya yang salah dalam menggambarkan dan mengambil keluar dari konteks apa yang saya tulis di blog saya kemarin,” kata Mahathir melalui blog-nya di Kuala Lumpur seperti dilansir Antara, Jumat (30/10).

Mahathir mengatakan, mereka yang salah tafsir hanya menyoroti satu bagian dari paragraf 12 berbunyi, “Muslim berhak untuk marah dan membunuh jutaan orang Prancis untuk pembantaian di masa lalu.”

“Mereka berhenti di sana dan menyiratkan bahwa saya sedang mempromosikan pembantaian Prancis.” katanya.

Jika mereka, kata Mahathir, membaca unggahan tersebut secara keseluruhan dan terutama kalimat berikutnya yang berbunyi, “Tetapi pada umumnya kaum Muslimin belum menerapkan hukum mata ganti mata. Muslim tidak. Orang Prancis tidak boleh.”

Sebaliknya, ujar Mahatir, orang Prancis harus mengajari rakyatnya untuk menghargai perasaan orang lain.

“Karena perputaran dan keluar dari konteks oleh orang-orang yang mengambil postingan saya, laporan dibuat terhadap saya dan saya dituduh mempromosikan kekerasan dan lain-lain di Facebook dan Twitter,” katanya.

Facebook dan Twitter kemudian meminta kepada administrator akun mereka untuk menghapus unggahan tersebut meskipun Mahathir berupaya menjelaskan konteks tulisannya.

“Tidak ada yang dapat saya lakukan dengan keputusan FB dan Twitter untuk menghapus posting saya. Menurut saya, karena mereka adalah penyedia kebebasan berbicara, setidaknya mereka harus mengizinkan saya untuk menjelaskan dan mempertahankan posisi saya,” katanya.

Namun, ujarnya, itulah kebebasan berbicara bagi mereka. Di satu sisi, mereka membela orang-orang yang memilih untuk menampilkan karikatur Nabi Muhammad SAW dan berharap semua Muslim menelannya atas nama kebebasan berbicara dan berekspresi.

“Di sisi lain, mereka dengan sengaja menghapus [bagian pernyataan, red] bahwa Muslim tidak pernah membalas dendam atas ketidakadilan terhadap mereka di masa lalu,” kata Mahathir.

“Bahkan seruan saya bahwa orang Prancis harus menjelaskan perlunya menasehati rakyatnya agar peka dan menghormati kepercayaan orang lain pun diabaikan,” katanya lagi.

Apa yang dipromosikan oleh reaksi terhadap artikel dirinya, ujar Mahathir, adalah untuk membangkitkan kebencian Prancis terhadap Muslim.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Massoud

Internasional

Taliban Klaim Rebut Lagi 3 Distrik yang Dikuasai Massoud Cs
apahabar.com

Internasional

Oasis Al-Ahsa Arab Saudi Masuk Rekor Dunia
Anak Tertua Trump

Internasional

Positif Covid-19, Anak Tertua Trump Diisolasi
apahabar.com

Internasional

Beda dengan Prancis, Rusia Tidak Akan Izinkan Media Anti-Islam
ISIS

Internasional

Taliban Kutuk Serangan Bom di Bandara Kabul, ISIS Klaim Bertanggung Jawab
Zayn Malik

Internasional

Salut! Eks Personel One Direction Zayn Malik Suarakan HAM untuk Palestina

Internasional

Hapus Pembatasan Covid-19, PM Hongaria: Selamat Tinggal Masker
apahabar.com

Internasional

Uni Eropa Tinjau Penularan Covid-19 Melalui Udara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com