BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Tulisannya Tentang Prancis Disalahtafsirkan, Mahathir Marah!

- Apahabar.com Jumat, 30 Oktober 2020 - 21:23 WIB

Tulisannya Tentang Prancis Disalahtafsirkan, Mahathir Marah!

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. Foto-Reuters/Lim Huey Teng via Antara

apahabar.com, KUALA LUMPUR – Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan pandangannya tentang peristiwa di Prancis yang ditulis dalam blog-nya disalahtafsirkan.

Pandangan itu, kata Mahathir, keluar dari konteks yang sebenarnya.

“Saya benar-benar muak dengan upaya yang salah dalam menggambarkan dan mengambil keluar dari konteks apa yang saya tulis di blog saya kemarin,” kata Mahathir melalui blog-nya di Kuala Lumpur seperti dilansir Antara, Jumat (30/10).

Mahathir mengatakan, mereka yang salah tafsir hanya menyoroti satu bagian dari paragraf 12 berbunyi, “Muslim berhak untuk marah dan membunuh jutaan orang Prancis untuk pembantaian di masa lalu.”

“Mereka berhenti di sana dan menyiratkan bahwa saya sedang mempromosikan pembantaian Prancis.” katanya.

Jika mereka, kata Mahathir, membaca unggahan tersebut secara keseluruhan dan terutama kalimat berikutnya yang berbunyi, “Tetapi pada umumnya kaum Muslimin belum menerapkan hukum mata ganti mata. Muslim tidak. Orang Prancis tidak boleh.”

Sebaliknya, ujar Mahatir, orang Prancis harus mengajari rakyatnya untuk menghargai perasaan orang lain.

“Karena perputaran dan keluar dari konteks oleh orang-orang yang mengambil postingan saya, laporan dibuat terhadap saya dan saya dituduh mempromosikan kekerasan dan lain-lain di Facebook dan Twitter,” katanya.

Facebook dan Twitter kemudian meminta kepada administrator akun mereka untuk menghapus unggahan tersebut meskipun Mahathir berupaya menjelaskan konteks tulisannya.

“Tidak ada yang dapat saya lakukan dengan keputusan FB dan Twitter untuk menghapus posting saya. Menurut saya, karena mereka adalah penyedia kebebasan berbicara, setidaknya mereka harus mengizinkan saya untuk menjelaskan dan mempertahankan posisi saya,” katanya.

Namun, ujarnya, itulah kebebasan berbicara bagi mereka. Di satu sisi, mereka membela orang-orang yang memilih untuk menampilkan karikatur Nabi Muhammad SAW dan berharap semua Muslim menelannya atas nama kebebasan berbicara dan berekspresi.

“Di sisi lain, mereka dengan sengaja menghapus [bagian pernyataan, red] bahwa Muslim tidak pernah membalas dendam atas ketidakadilan terhadap mereka di masa lalu,” kata Mahathir.

“Bahkan seruan saya bahwa orang Prancis harus menjelaskan perlunya menasehati rakyatnya agar peka dan menghormati kepercayaan orang lain pun diabaikan,” katanya lagi.

Apa yang dipromosikan oleh reaksi terhadap artikel dirinya, ujar Mahathir, adalah untuk membangkitkan kebencian Prancis terhadap Muslim.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Blokir TikTok, AS Berani Ikuti India?
apahabar.com

Internasional

Rekor Global, WHO Catat 230.370 Kasus Covid-19 dalam 24 Jam
apahabar.com

Internasional

Hasil Pilpres AS 2020, Donald Trump Tolak Transisi, Biden: Makin Banyak Warga Meninggal
apahabar.com

Internasional

Penembakan di Masjid Selandia Baru, Tiga WNI Selamat, Tiga Lainnya Belum Ada Kabar
apahabar.com

Internasional

Akan Bertemu Lagi, Ini Kata Trump Tentang Kim Jong Un
apahabar.com

Internasional

Donald Trump-Istri Positif Covid-19, Ramalan Kematian Mr President Viral Lagi!
apahabar.com

Internasional

Presiden Bank Dunia: Pembatalan Utang Diperlukan untuk Bantu Negara Termiskin
apahabar.com

Internasional

Pascaledakan, Persediaan Gandum Lebanon Menipis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com