Hari Ini Kuota Internet Belajar Siswa dan Guru Dikirim Langsung ke Nomor Peserta, Berikut Besar Sibsidinya Ribuan Buruh Kepung DPRD Kalsel, Supian HK Janjikan Pertemuan dengan DPD-DPR RI Hasil Liga Champions, Real Madrid Dipermalukan Shakhtar Donetsk, Skor Akhir 3-2 Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT

Tunggu Paket Stimulus AS, Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah

- Apahabar.com Jumat, 16 Oktober 2020 - 17:59 WIB

Tunggu Paket Stimulus AS, Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah

Ilustrasi rupiah. Foto-Antara/Rahmat

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada pada akhir pekan ditutup melemah.

Pelemahan rupiah pada sesi penutupan akhir pekan ini seiring penantian pasar atas persetujuan paket stimulus lanjutan di Amerika Serikat (AS) yang saat ini masih mandek.

Rupiah ditutup melemah 8 poin atau 0,05 persen menjadi Rp14.698 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.690 per dolar AS.

“Pekan ini Rupiah banyak didorong faktor domestik, yaktu rilis data neraca perdagangan kemarin yang surplus cukup besar. Ini akan berdampak kepada current account deficit sepanjang tahun ini yang akan menyusut,” kata analis pasar uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto di Jakarta,seperti dilansir Antara, Jumat (16/10).

Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (15/10) kemarin mencatat neraca perdagangan RI pada September 2020 mengalami surplus 2,44 miliar dolar AS dengan nilai ekspor 14,01 dan impor 11,57 miliar dolar AS, sehingga Indonesia mengalami surplus untuk kelima kalinya tahun ini sejak Mei 2020.

Selain itu, lanjut Arya, pelaku pasar juga tengah menunggu UU Cipta Kerja ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo setelah disahkan oleh DPR.

“UU Cipta Kerja ini diharapkan akan meningkatkan investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Rully.

Dari eksternal, pasar masih menunggu persetujuan stimulus fiskal di AS. Saat ini terlihat mulai ada kemajuan antara pemerintahan Presiden AS Donald Trump dengan Partai Demokrat mengenai jumlah stimulus yang akan dikeluarkan.

“Untuk pekan depan, saya perkirakan rupiah masih akan tetap stabil, menunggu pengesahan omnibus law dan stimulus fiskal di AS. Tapi memang ada risiko peningkatan kasus covid di berbagai negara,” kata Rully.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp14.699 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.695 per dolar AS hingga Rp14.748 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.766 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.760 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Ekbis

Orang Terkaya RI, Bos Djarum Hartono Tanoto Sarankan Hal Ini ke Jokowi Ketimbang PSBB Anies Baswedan di DKI Jakarta
apahabar.com

Ekbis

Kunci Bisnis Bisa Tahan Corona Ala Sri Mulyani
apahabar.com

Ekbis

Dampak Larangan Mudik, Konsumsi BBM Diperkirakan Turun 20 Persen
apahabar.com

Ekbis

Uniknya Pasar Tungging, Pasar Rakyat Khas Warga Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Terkoreksi, Pasar Khawatir Kasus Covid-19 Terus Meningkat
apahabar.com

Ekbis

Kurir Sepeda, Jasa Pengiriman Barang Ramah Lingkungan
apahabar.com

Ekbis

Imbas Aksi Ambil Untung Para Investor, IHSG Ditutup Melemah 70,95 Poin
apahabar.com

Ekbis

Anti-Mainstream, Transaksi Pasar di Banjarmasin Gunakan Dirham dan Dinar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com