Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

UMKM Dinilai Jadi Penyelamat Sektor Ekonomi Indonesia

- Apahabar.com Selasa, 20 Oktober 2020 - 09:49 WIB

UMKM Dinilai Jadi Penyelamat Sektor Ekonomi Indonesia

Ilustrasi: Bisnis.com

apahabar.com, JAKARTA – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam sejumlah lintasan sejarah telah terbukti sebagai faktor yang menyelamatkan kondisi perekonomian Republik Indonesia.

“Saya selalu mendukung upaya pemerintah untuk memajukan UMKM. Karena selama ini sudah terbukti, pada kasus gejolak ekonomi tahun 1998 di Indonesia, yang menyelamatkan ekonomi Indonesia bukan Korporasi besar, tapi UMKM-lah yang menjadi garda terdepan dalam penyelamatan ekonomi nasional,” kata Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina, seperti dikutip dari Antara, Selasa (20/10).

Untuk itu, pemerintah juga diharapkan mempercepat realisasi bantuan kepada UMKM. Bantuan untuk UMKM ini disebut akan mempertahankan pertumbuhan ekonomi untuk tidak minus.

“Pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pun telah mengakui, bahwa kunci ekonomi domestik adalah UMKM,” ujarnya.

Nevi mengemukakan bila UMKM sehat secara serentak di seluruh Indonesia, maka hal itu akan menjadi benteng pertahanan negara dalam stabilisasi ekonomi nasional.

Ia berpendapat bahwa harapan pemerintah akan kontribusi UMKM terhadap ekonomi nasional mencapai 60 persen hanya akan sia-sia karena tidak selaras antara harapan dan kinerja di lapangan.

Sebelumnya, Anggota Badan Legislasi DPR RI Heri Gunawan menyatakan strategi penciptaan lapangan kerja sebagaimana yang terdapat dalam UU Cipta Kerja dilakukan dengan memprioritaskan keberpihakan kepada UMKM sebagai sektor utama.

“Hal ini dapat dilihat dalam konsideran ‘Menimbang’ UU Ciptaker bahwa pemberian kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan UMKM diletakkan pada susunan terdepan bersama-sama dengan koperasi, baru kemudian disusul dengan peningkatan ekosistem investasi, dan percepatan proyek strategis nasional, termasuk peningkatan perlindungan dan kesejahteraan pekerja,” kata Heri Gunawan.

Heri mengemukakan proritas UMKM sebagai sektor utama mengacu pada data bahwa kontribusinya terhadap PDB mencapai 60,3 persen.

Selain itu, kontribusi UMKM yang besar terhadap perekonomian belum diiringi dengan perhatian yang maksimal terhadap pengembangan UMKM.

Ia berpendapat sejumlah masalah klasik masih menjadi persoalan yang membelit UMKM, seperti terkait permodalan, perizinan, pemasaran, basis data, dan akses terhadap proyek-proyek pemerintah.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kerja sama Indonesia-Armenia, dari Perdagangan Bebas hingga Unicorn
apahabar.com

Nasional

Kapolri: Terduga Teroris di Sibolga Berafiliasi ISIS
apahabar.com

Nasional

Dua WNI Positif Virus Corona Tinggal di Depok
apahabar.com

Nasional

Walau Libatkan Asing, Presiden Jamin Tak Ada Pinjaman dalam IKN

Nasional

AJI Balikpapan Desak Polisi Usut Tuntas Pembunuhan Eks Jurnalis
apahabar.com

Nasional

52 Tenaga Medis di Papua Positif Covid-19
apahabar.com

Nasional

2 WNI Positif Terjangkit, Presiden Tegaskan Keseriusan Pemerintah Tangani Wabah Corona
apahabar.com

Nasional

Korban Tsunami Selat Sunda Butuh Biskuit
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com