Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Unjuk Rasa Susulan, Gugus Tugas Banjarmasin Waswas Potensi Gelombang Kedua Covid-19

- Apahabar.com Senin, 19 Oktober 2020 - 18:40 WIB

Unjuk Rasa Susulan, Gugus Tugas Banjarmasin Waswas Potensi Gelombang Kedua Covid-19

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi. Foto-apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Banjarmasin merasa was-was terhadap adanya potensi gelombang kedua penyebaran virus corona.

Menyusul adanya unjuk rasa lanjutan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Kalimantan Selatan (Kalsel) menolak Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja di depan Kantor DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, pada Selasa (20/10) besok.

Unjuk rasa yang itu ditengarai bakal diikuti ribuan mahasiswa, seperti aksi-aksi sebelumnya. Di mana saat itu, peserta aksi kurang memerhatikan protokol kesehatan, berupa jaga jarak antara satu sama lain.

Nah, hal ini lah yang membuat Gugus Tugas Covid-19 Banjarmasin was-was akan munculkan gelombang kedua penularan virus Corona di ibu kota Kalsel itu nanti.

“Kita khawatir adanya gelombang kedua di Banjarmasin terhadap penyebaran Covid-19,” kata Juru Bicara Gugus Tugas P2 Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi, Senin (19/10).

Namun, Machli Riyadi sadar terhadap adanya tuntutan mahasiswa yakni menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dan refleksi satu tahun kinerja Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, sebuah bagian dari berdemokrasi.

Machli pun meminta kepada pengunjuk rasa agar tetap memerhatikan protokol kesehatan, mengingat selama ini Pemkot Banjarmasin terus berjuang agar Kota Seribu Sungai bebas dari zona merah Covid-19.

“Kami menghimbau agar penyampaian aspirasi itu dilakukan tanpa mengabaikan protokol kesehatan,” ujar Machli yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin ini.

Machli kembali meneggas, agar mahasiswa tetap menggunakan masker dan menjaga jarak saat menyampaikan aspirasinya nanti.

Terkait izin dari aksi mahasiswa itu, Machli mengatakan wewenangnya ada di wilayah kepolisian.

Namun, Machli mengingatkan apabila merujuk pada SOP yang ditandatangani oleh Plt Wali Kota Banjarmasin Hermansyah, bahwa setiap kegiatan mengumpulkan orang banyak harus mendapatkan rekomendasi dari Dinkes Banjarmasin.

Nah sayangnya, pihak Dinkes Banjarmasin, kata Machli tidak menerima itu. “Sampai ini belum ada penyelenggara demo memohon izin rekomandasi mengumpulkan orang banyak,” ungkap Machli.

Diketahui, saat ini kasus penularan Covid-19 Banjarmasin mencapai 3.419 orang. Di antaranya 165 dirawat, 3.018 sembuh dan 164 dinyatakan meninggal dunia.

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jadi Langganan Karhutla, Warga Manarap Bersyukur Turun Hujan
apahabar.com

Kalsel

Polisi Tangkap Pencuri dan Penadah di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Lalu Lintas Banjarmasin Sesudah dan Sebelum Anjuran #DirumahAja
apahabar.com

Kalsel

Pemprov Kalsel Lantik Satu Pejabat Fungsional Pengelola Barang dan Jasa
apahabar.com

Kalsel

Safari Penanggulangan Bencana, BAGUNA DPD PDI Perjuangan Kalsel Konsolidasi dengan BPBD HSS
Event Startup Weekend, Bang Dhin Jadi Juri

Kalsel

Event Startup Weekend, Bang Dhin Jadi Juri   
apahabar.com

Kalsel

Polres Batola Terus Lakukan Pendisiplinan di Pasar Tradisional
apahabar.com

Kalsel

Polisi Beberkan Kronologis Duel Maut di Martapura Menewaskan Pria Berbadan Besar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com