[FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan Daftar Lengkap 64 Link Pengumuman CPNS 2019, sscn.bkn.go.id & Berkas Online yang Harus Disiapkan! Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Solidaritas Tanpa Tanding, BPK Al Jamal Kelayan Tembus Jarak Ratusan Kilometer Bantu Padamkan Api di Kotabaru

Usai Diberi Oksigen Tambahan, Tim Medis Pantau Paru-paru Trump

- Apahabar.com Senin, 5 Oktober 2020 - 09:06 WIB

Usai Diberi Oksigen Tambahan, Tim Medis Pantau Paru-paru Trump

Donald Trump. Foto-Kompas.com

apahabar.com, WASHINGTON – Tim medis Covid-19 sedang memantau kondisi paru-paru Donald Trump usai diberikan oksigen tambahan pada Jumat (3/20) kemarin.

Presiden berusia 74 tahun itu diterbangkan ke Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed pada Jumat dan telah menerima dua dosis obat antivirus Remdesivir, serta obat steroid deksametason, yang digunakan untuk kasus parah.

Dr. Sean P. Conley mengakui bahwa kadar oksigen dalam darah Trump menurun dalam beberapa hari sebelumnya dan mengalami demam tinggi pada Jumat pagi.

Dia mengungkapkan bahwa kondisi presiden memburuk dari yang dilaporkan sebelumnya. Namun Conley menyebutkan bahwa kondisi Trump pada Minggu (4/10) mulai membaik.

Trump selama ini seringkali meremehkan risiko pandemi Covid-19 yang telah menginfeksi 7,4 juta warga Amerika, menelan lebih dari 209.000 korban jiwa, dan menyebabkan ekonomi babak belur yang berujung pada hilangnya jutaan pekerjaan.

Menurut sumber, dua anggota staf Gedung Putih juga terbukti positif Covid-19 beberapa pekan lalu, dan ajudan pribadi Trump, Nicholas Luna, juga terinfeksi virus corona.

Ditanya mengenai pemeriksaan apa yang mengungkapkan kondisi paru-paru Trump, Conley menjawab, “Ada sejumlah temuan perkiraan, namun tidak ada masalah klinis yang berarti.”

Tanggapan Conley menunjukkan bahwa sinar X mengungkapkan tanda-tanda pneumonia (radang paru-paru), kata Dr. Amesh Adalja, spesialis penyakit menular di Universitas Johns Hopkins.

“Temuan yang diprediksikan yaitu Trump terbukti mengalami pneumonia dalam sinar X. Jika itu normal mereka akan dikatakan normal,” pungkas Adalja.(ant)

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Trump Sebut Covid-19 Akan Hilang Meski Tanpa Vaksin
apahabar.com

Internasional

Kabar Baik, Vaksin Covid-19 Sudah Bisa Dipesan Online
apahabar.com

Internasional

SIM Mati Saat Pandemi, di Inggris Diperpanjang Otomatis
apahabar.com

Internasional

Berikan Penghormatan untuk Korban Pembantaian, Ini yang Dilakukan Geng Suku Asli Australia di Depan Masjid Christchurch
apahabar.com

Hukum

Tragis, CEO Ojek Online Gokada Tewas Dimutalisi Pakai Gergaji
apahabar.com

Internasional

Jepang Longgarkan Pembatasan Perjalanan untuk Sejumlah Negara
apahabar.com

Internasional

Ikut Demo, Mantan Presiden Kirgizstan Jadi Sasaran Penembak Misterius
apahabar.com

Internasional

Sekjen PBB Serukan Vaksin Covid-19 Harus Jadi Milik Bersama
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com