Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam? Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura

UU Cipta Kerja Redam Budaya KKN, Ini Penjelasannya

- Apahabar.com Jumat, 9 Oktober 2020 - 17:34 WIB

UU Cipta Kerja Redam Budaya KKN, Ini Penjelasannya

UU Cipta Kerja redam KKN. Foto-Viva

apahabar.com, JAKARTA – Polemik kalau Undang-Undang Cipta Kerja akan menyengsarakan rakyat dinilai tidak berdasar. Malah UU ini bisa menciptakan banyak lapangan kerja yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ahli hukum dari Universitas Padjajaran, Profesor Romli Atmasasmita, menilai masyarakat tidak perlu khawatir terhadap implementasi UU Cipta Kerja. Karena, dampak positifnya bakal tidak hanya dirasakan dari aspek ekonomi semata.

“Kekhawatiran UU Cipta Kerja menyengsarakan rakyat sangat absurd, tidak memiliki justifikasi filosofis, yuridis, dan sosiologis,” tegas Romli dikutip apahabar.com dari Viva, Jumat (9/10).

Menurut Romli Omnibus Law RUU Cipta Kerja bisa mengubah budaya buruk korupsi, kolusi, dan nepotisme yang kental dengan zaman Orde Baru. Hal itu sejalan dengan upaya Pemerintah saat ini.

“Bahwa UU Cipta Kerja dibentuk justru merujuk pada pengalaman buruk masa lalu sejak Orde Baru yang masih terjadi sampai saat ini. Seperti korupsi, maladministrasi, abuse of power, dan suap serta suburnya mafia-mafia berbagai sektor kehidupan bangsa,” tambahnya.

Selain itu, Romli, di dalam Omnibus Law UU Cipta Kerja juga telah menghilangkan ego sektoral yang selama 75 tahun Indonesia merdeka selalu menghambat efisiensi administrasi. Prakik tata kelola pemerintahan yang baik pun dapat terwujud.

“Pelayanan di semua sektor kehidupan semuanya (saat ini) telah diterapkan sistem e-govermnent,” ungkapnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Belum Sempat Dirujuk, Pasien Suspect Corona di Cianjur Meninggal
apahabar.com

Nasional

Gadis Indonesia Ini Laku Rp 19,7 Miliar, “Dijual” Lewat Situs Lelang Cinderella Escort
apahabar.com

Nasional

Marah Mobilnya Disalip, Pria Berpisau Kaget Ternyata Jenderal Polisi
apahabar.com

Nasional

Terdampak Tsunami, 7 Desa di Kecamatan Sumur Belum Bisa Dijangkau Petugas
apahabar.com

Nasional

Gunung Agung Bali Siaga III
apahabar.com

Nasional

Gunung Anak Krakatau Meletus Lagi, Selama 2 Menit 14 Detik
apahabar.com

Nasional

Sopir Ngantuk, Mikrolet Meluncur ke Jalur Busway
apahabar.com

Nasional

Penajam Paser Utara Belum Ramah Perempuan-Anak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com