Pelunasan Bipih Ditutup, Puluhan Jemaah Cadangan Lengkapi Kuota Haji Kalsel 2022 Innalillahi, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif Tutup Usia PT BKB Tanbu Laporkan Ormas KPK Tipikor Kalsel ke Polisi [ANALISIS] Judi ‘Gurak’, Ritual Adat atau Kepentingan Pribadi? Kebakaran Simpang Telawang, Korban Tetap Tinggal Saat Api Berkobar

UU Ciptaker Dongkrak Rupiah ke No 1

- Apahabar.com     Sabtu, 10 Oktober 2020 - 11:06 WITA

UU Ciptaker Dongkrak Rupiah ke No 1

Ilustrasi, Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Siapa sangka, setelah Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) disahkan pada Senin (5/10) lalu, nilai tukar rupiah melesat naik selama lima hari berturut-turut, hingga sempat teratas di Asia.

Undang-undang Cipta Kerja yang disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) disambut baik pelaku pasar dalam dan luar negeri karena dianggap bisa memperbaiki iklim investasi di dalam negeri. Rupiah pun menguat hingga 0,54% di hari Selasa.

Pada Selasa (6/10/2020), kurs tengah BI atau kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 14.712. Rupiah menguat signifikan 1,04% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Hingga pertengahan perdagangan Jumat (9/10). Dolar AS yang sedang lesu membuat rupiah berpeluang membekukan penguatan 5 hari beruntun.

Melansir data Refinitiv, Jumat (9/10/2020), rupiah membuka perdagangan dengan menguat 0,17% di Rp 14.660/US$, setelahnya sempat berbalik melemah 0,17% ke Rp 14.710/US$. Kemudian menguat 0,07% di Rp 14.675/US$ hingga pukul 12:00 WIB.

Namun, di sisi lain UU Cipta Kerja memicu penolakan yang masif. Buruh melakukan demo dan mogok kerja besar dalam 3 hari terakhir, yang membuat pelaku pasar berhati-hati, rupiah pun menguat tipis-tipis melawan dolar AS yang lesu.

Dolar AS sedang lesu dalam 2 hari terakhir, tarik ulur pembahasan stimulus fiskal tidak bisa membantu kinerja the greenback. Dolar AS dalam situasi “maju kena, mundur kena” menghadapi stimulus fiskal.

Presiden AS, Donald Trump, pada Selasa waktu setempat meminta perundingan stimulus senilai US$ 2,2 triliun dihentikan hingga pemilihan presiden 3 November mendatang.

“Saya menginstruksikan perwakilan untuk berhenti bernegosiasi sampai setelah pemilihan presiden,” tulisnya di Twitter pribadinya @realDonaldTrump, Selasa (6/10) waktu setempat.

Dolar AS sempat menguat merespon hal tersebut. Terbaru, Presiden Trump berubah sikap terhadap stimulus fiskal, kini mendesak Kongres menyetujui program stimulus senilai US$ 1.200 untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga AS, kemudian US$ 25 miliar untuk industri penerbangan, dan US$ 135 miliar pinjaman untuk usaha kecil.

Berubahnya sikap Trump tersebut membuat sentimen pelaku pasar membaik, bursa saham AS melesat naik dalam 2 hari terakhir, yang mengindikasikan sentimen pelaku pasar membaik dan bisa menjadi sentimen positif bagi rupiah pada perdagangan hari ini.

Kala sentimen pelaku pasar membaik, dolar AS yang merupakan aset safe haven menjadi tidak menarik. Selain itu, jika stimulus fiskal cair, maka jumlah uang yang beredar akan bertambah di perekonomian, nilai dolar AS pun akan melemah.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

KPK Kembali Panggil Ketua PPP Jatim Terkait Suap Romahurmuziy
apahabar.com

Tak Berkategori

Hasil Keputusan Rapat The Fed Ancam Rupiah Melemah
Kebo Balikpapan

Tak Berkategori

Masuk Bukit Kebo Balikpapan Bakal Berbayar, Disporapar: Jalan Segera Dibenahi
apahabar.com

Tak Berkategori

Harga dan Spesifikasi Realme C17, Tipe Tertinggi Seri C Pesaing Xiaomi Redmi Note 9
Proyek Jembatan HKSN

Tak Berkategori

Proyek Jembatan HKSN Banjarmasin Masih Terganjal Ganti Rugi Lahan Warga
apahabar.com

Tak Berkategori

Sukamta Minta BLT Disalurkan Bulan Ini
apahabar.com

Tak Berkategori

Dalam Gudang Padi, Seorang Warga Bakumpai Simpan Ratusan Pil Terlarang
Sah! Achmad Meghantara Nikahi Asri Faradila, Warganet Patah Hati Nasional. Foto-Istimewa

Tak Berkategori

Sah! Achmad Meghantara Nikahi Asri Faradila, Warganet Patah Hati Nasional
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com