Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

UU Ciptaker Dongkrak Rupiah ke No 1

- Apahabar.com Sabtu, 10 Oktober 2020 - 11:06 WIB

UU Ciptaker Dongkrak Rupiah ke No 1

Ilustrasi, Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Siapa sangka, setelah Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) disahkan pada Senin (5/10) lalu, nilai tukar rupiah melesat naik selama lima hari berturut-turut, hingga sempat teratas di Asia.

Undang-undang Cipta Kerja yang disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) disambut baik pelaku pasar dalam dan luar negeri karena dianggap bisa memperbaiki iklim investasi di dalam negeri. Rupiah pun menguat hingga 0,54% di hari Selasa.

Pada Selasa (6/10/2020), kurs tengah BI atau kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 14.712. Rupiah menguat signifikan 1,04% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Hingga pertengahan perdagangan Jumat (9/10). Dolar AS yang sedang lesu membuat rupiah berpeluang membekukan penguatan 5 hari beruntun.

Melansir data Refinitiv, Jumat (9/10/2020), rupiah membuka perdagangan dengan menguat 0,17% di Rp 14.660/US$, setelahnya sempat berbalik melemah 0,17% ke Rp 14.710/US$. Kemudian menguat 0,07% di Rp 14.675/US$ hingga pukul 12:00 WIB.

Namun, di sisi lain UU Cipta Kerja memicu penolakan yang masif. Buruh melakukan demo dan mogok kerja besar dalam 3 hari terakhir, yang membuat pelaku pasar berhati-hati, rupiah pun menguat tipis-tipis melawan dolar AS yang lesu.

Dolar AS sedang lesu dalam 2 hari terakhir, tarik ulur pembahasan stimulus fiskal tidak bisa membantu kinerja the greenback. Dolar AS dalam situasi “maju kena, mundur kena” menghadapi stimulus fiskal.

Presiden AS, Donald Trump, pada Selasa waktu setempat meminta perundingan stimulus senilai US$ 2,2 triliun dihentikan hingga pemilihan presiden 3 November mendatang.

“Saya menginstruksikan perwakilan untuk berhenti bernegosiasi sampai setelah pemilihan presiden,” tulisnya di Twitter pribadinya @realDonaldTrump, Selasa (6/10) waktu setempat.

Dolar AS sempat menguat merespon hal tersebut. Terbaru, Presiden Trump berubah sikap terhadap stimulus fiskal, kini mendesak Kongres menyetujui program stimulus senilai US$ 1.200 untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga AS, kemudian US$ 25 miliar untuk industri penerbangan, dan US$ 135 miliar pinjaman untuk usaha kecil.

Berubahnya sikap Trump tersebut membuat sentimen pelaku pasar membaik, bursa saham AS melesat naik dalam 2 hari terakhir, yang mengindikasikan sentimen pelaku pasar membaik dan bisa menjadi sentimen positif bagi rupiah pada perdagangan hari ini.

Kala sentimen pelaku pasar membaik, dolar AS yang merupakan aset safe haven menjadi tidak menarik. Selain itu, jika stimulus fiskal cair, maka jumlah uang yang beredar akan bertambah di perekonomian, nilai dolar AS pun akan melemah.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Bandara Internasional Syamsuddin Noor Pacu TPK Hotel di Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Daffam Hotel Banjarbaru Suguhi Musik Gambus di Acara Customer Gathering
apahabar.com

Ekbis

Juwianto Jadi Jutawan Berkat Eceng Gondok
apahabar.com

Ekbis

Saat Pandemi, Jasa Cat Ulang Sepeda Raup Untung

Ekbis

Kades Kesulitan Bikin Perencanaan Dana Desa
apahabar.com

Ekbis

Donald Trump Terpapar Covid-19, Emas Tetap Bertahan di Atas 1.900 Dolar
apahabar.com

Ekbis

Pandemi Covid-19 Berdampak Pada Keuangan Rumah Tangga
apahabar.com

Ekbis

Antisipasi Tahun Baru di Kalimantan, Pertamina Siapkan Stok Tambahan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com