LSM Laporkan Denny Indrayana ke Bawaslu, Terindikasi Kampanye Jelang PSU Si Jago Merah Ngamuk di Cempaka 7 Banjarmasin, Jemaah Salat Tarawih Berhamburan Tensi Politik Memanas, Bawaslu RI Turun Gunung ke Kalimantan Selatan Buntut Video Guru Wildan, Bawaslu Klarifikasi PWNU Kalsel Resmi! PPKM Mikro di Banjarbaru Kembali Diperpanjang hingga 19 April

Vaksinasi Covid-19 Sudah Dekat, Indonesia Wajib Siapkan Stok Jarum

- Apahabar.com Senin, 12 Oktober 2020 - 13:35 WIB

Vaksinasi Covid-19 Sudah Dekat, Indonesia Wajib Siapkan Stok Jarum

Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto-DW

apahabar.com, JAKARTA – Kalau sudah ada vaksin Covid-19, tentu jarum suntik wajib disiapkan.

Amerika Serikat (AS) saja kekurangan jarum suntik untuk program imunisasi seluruh warga. Saat itu Presiden Donald Trump menyebut jika kebutuhan jarum suntik di AS masih harus ditambah hingga 850 juta.

Mengutip The Guardian, disebutkan jarum suntik ini sangat dibutuhkan saat proses vaksin dilakukan pada 2021 mendatang. Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan pemerintah sudah belajar dari Amerika terkait ketersediaan jarum suntik ini.
Dia menyebut untuk imunisasi ini dibutuhkan dua kali suntikan.

“Karena vaksin ini suntiknya harus 2 kali, mesti ada booster nya lalu 2 minggu disuntik lagi,” kata dia dikutip apahabar.com dari detikcom, Senin (12/10/2020).

Dia mengungkapkan dari total jumlah penduduk ada sekitar 160 juta orang yang harus divaksin tahap awal. Ini artinya jarum suntik yang dibutuhkan adalah sekitar 320 juta.

“Bagaimana pengadaan jarum suntiknya? Alhamdulillah kita sudah cukup antisipasi, sekarang stok yang ada 150 juta dan kita punya kapasitas produksi grupnya Indofarma setahun 350 juta buah, di Mitra Rajawali Banjaran setahun 120 juta untuk produksi yang 1/2 ml,” jelas dia.

Budi menyebut hingga 2021 stok jarum suntik akan aman karena itu dia menyebut pihaknya sudah melakukan produksi dan stok dari sekarang.

Dia menyebutkan tidak ingin mengulang kesalahan saat awal pandemi. Misalnya dulu Indonesia kekurangan masker hingga alat pelindung diri (APD).

“Waktu itu kita pikir bisa beli dari luar, tapi kan ternyata semua orang butuh ya. Nah jarum suntik juga seperti itu jadi cukup untuk sekian puluh juta orang pertama yang disuntik,” jelasnya.

Dari banyaknya produksi ini, Budi tidak menampik jika ada peluang untuk ekspor dan membantu negara-negara lain yang membutuhkan. Negara yang dibidik adalah Papua Nugini sampai Laos.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Benarkah Sandiaga Kena Santet? Begini Tanggapan BPN
apahabar.com

Nasional

Fakta Baru! Polisi Temukan 113 Video Mesum ‘Vina Garut’
apahabar.com

Nasional

700 Santri Cirebon Seleksi Magang ke Jepang
apahabar.com

Nasional

Mendag Setujui Ekspor Masker dan APD Kembali Dibuka
apahabar.com

Nasional

Dubes Sudan: Indonesia Jadi Model bagi Sudan Ciptakan Perdamaian
apahabar.com

Nasional

Uji Materi UU Penyiaran, Ahli: OTT Perlu Diatur Negara
apahabar.com

Nasional

Fakta Nadjmi Adhani dan Sederet Kepala Daerah Meninggal karena Covid-19, Kemendagri Ingatkan Instruksi Presiden
apahabar.com

Nasional

Dikatain Gendut, Pria Banyuwangi Habisi Rekan Kerja Sendiri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com