Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Kronologi Pria Kelumpang Tengah Tewas Disengat Ribuan Lebah Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Hari Ini Kuota Internet Belajar Siswa dan Guru Dikirim Langsung ke Nomor Peserta, Berikut Besar Subsidinya Tolak Omnibus Law, Ketua DPRD Kalsel Digelari Juara Stand Up Komedi

Viral Video Warga Keturunan Pakai Mobil Dinas TNI Beli Mie : “Yang Boleh Tanya Gua Itu Polisi Militer”

- Apahabar.com Sabtu, 3 Oktober 2020 - 13:45 WIB

apahabar.com, JAKARTA – Video seorang warga keturunan menggunakan mobil dinas TNI untuk membeli mie jadi viral di media sosial.

Mobil Fortuner warna hijau tersebut biasanya di TNI AD digunakan oleh perwira menengah (pamen) dengan pangkat Kolonel.

Dalam video yang viral, orang yang memakai kaus oblong warna putih dan celana pendek tersebut turun dari mobil menuju ke sebuah warung untuk membeli makanan.

Sontak kedatangan orang itu menghebohkan warga sekitar yang langsung merekam sebagai bukti penyalahgunaan penggunaan mobil dinas TNI itu.

Baca juga : Warga Sipil Gunakan Mobil Dinas Fortuner TNI AD, Ini Kata Netizen

Baca juga : Ketahuan Selingkuh, WAGs Timnas Turki Ini Sewa Pembunuh Bayaran Rp 17M Demi Habisi Nyawa Suami

Hanya saja, warga keturunan itu pada awalnya mengaku sebagai anggota TNI.

“Kenapa lu tanya gua? Yang boleh tanya gua itu polisi militer,” ujar laki-laki tersebut sembari masuk mobil dinas TNI AD tersebut.

Dari rekaman, terlihat di belakang pengemudi terdapat pakaian dinas harian (PDH) TNI AD dengan tanda kepangkatan Kapten.

Ketika didesak, kemudian laki-laki yang sudah berumur dan didampingi istrinya di dalam mobil tersebut akhirnya mengaku kalau bukan prajurit TNI AD aktif. Dia menyebut, pengakuan sebagai tentara hanya candaan belaka.

“Bukan anggota gua. Saya bercanda,” jawab laki-laki tersebut.

Tak lama kemudian, laki-laki tersebut menutup kaca mobil dan pergi meninggalkan si perekam video.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Nefra Firdaus sempat menyebut, jika kasus itu ditangani Pusat Polisi Militer AD (Puspomad).

Hanya saja, Kepala Penerangan (Kapen) Puspomad Letkol Cpm Dwi Indra Wirawan mengatakan, masalah itu masih diselidiki Puspomad.
“Mohon waktu ya Mas,” kata Indra seperti dikutip apahabar.com dari Republika pada Sabtu (3/10/2020).

Tim Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Thailand Laporkan 109 Kasus Baru Covid-19, Total 1.245
apahabar.com

Nasional

Virus Corona Bermutasi, Ancaman Susah Bikin Vaksin
apahabar.com

Nasional

Mengenal Maria Walanda Maramis: Pendobrak, dan Pejuang Emansipasi Perempuan
apahabar.com

Nasional

Masuk Nusa Kambangan, Habib Bahar Di-Rapid Test
apahabar.com

Nasional

Kawal Aksi Demo AMP, Seorang Prajurit TNI Tewas Dibacok
apahabar.com

Nasional

Hore, 180 Juta Vaksin Covid-19 Hadir di Indonesia Akhir Tahun
apahabar.com

Nasional

Didukung Kaum LGBT di Bandung, BPN Prabowo Sandi Beri Tanggapan
apahabar.com

Nasional

PGI : Istilah ‘Kafir’ Ganggu Persaudaraan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com