4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat Ribuan Vial Vaksin Covid-19 Tahap II Tiba di Kapuas Sempat Tertunda karena Banjir, Akhirnya Vaksin Covid-19 Tiba di Tala Bertambah 13.094, Covid-19 Indonesia Tembus 1 Juta Kasus

Wajibkah Izin Istri Sebagai Syarat Poligami? Berikut Pendapat Ulama

- Apahabar.com Minggu, 18 Oktober 2020 - 13:48 WIB

Wajibkah Izin Istri Sebagai Syarat Poligami? Berikut Pendapat Ulama

Ilustrasi poligami. Foto: Net

apahabar.com, JAKARTA – Kumpulan Hukum Islam dan pemerintah menambahkan 2 syarat lainnya yang bersifat perdata bagi suami yang ingin menikah lagi.

Pertama, suami mesti mendapat izin tertulis dari pengadilan agama dan persetujuan tertulis dari istri.

Isnan Ansory, dalam bukunya “Silsilah Tafsir Ahkam: QS. An-Nisa’: 3 (Poligami)” seperti dilansir dari khazanah.republika.co.id menyampaikan, para ulama berbeda pendapat tentang status syarat yang ditetapkan oleh istri kepada suami, untuk tidak boleh melakukan poligami, apakah pensyaratan yang dibolehkan atau tidak?

Kata dia, mazhab pertama syarat yang dibolehkan. Sebagian sahabat sepeti Umar bin Khatthab, Sa’ad bin Abi Waqqash, Mu’awiyyah dan Amr bin Ash. Serta sebagian ulama seperti Syuraih, Umar bin Abdul Aziz, Jabir bin Zaid, Thawus, al-Awza’i dan Ishaq berpendapat bahwa syarat seperti ini dapat dibenarkan.

“Dan karenanya, suami wajib memenuhi persyaratan tersebut,” katanya.

Namun jika suami melanggarnya, pernikahan tetap dinilai sah, dan istri memiliki hak untuk menggugat cerai. Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi berkata dalam al-Mughni:

Jika ia menikahinya, dan sang istri mensyaratkan untuknya atas suami untuk tidak boleh berpoligami, maka syarat ini wajib ditunaikan.

Dan jika suami melanggarnya, maka istri mempunyai hak untuk menuntut cerai [fasakh]. Pendapat ini diriwayatkan dari Umar bin Khatthab, Sa’ad bin Abi Waqqash, Mu’awiyyah dan Amr bin Ash. Serta sebagian ulama seperti Syuraih, Umar bin Abdul Aziz, Jabir bin Zaid, Thawus, al-Awza’i dan Ishaq.”

Pendapat ini mereka dasarkan kepada hadits berikut:

Dari Uqbah bin Amir – r.a berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Syarat yang paling patut kalian tepati adalah syarat yang menghalakan terjadinya hubungan
badan (pernikahan).” (HR. Bukhari Muslim).

Mazhab Kedua: Syarat yang batil.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sirah

Mengenal Tiga Bangunan Peninggalan Dinasti Al-Ayyubiyah yang Tersohor
apahabar.com

Sirah

Keramat Guru Rosyad, Vespa yang Tak Bisa Dipindah
apahabar.com

Religi

Cerita Masuk Islamnya Jin di Zaman Nabi SAW
apahabar.com

Sirah

Detik-Detik Penaklukkan Konstantinopel di Tangan Umat Islam
apahabar.com

Sirah

Sayidatina Zainab binti Jahsy, Istri Nabi yang Berjuluk “Si Panjang Tangan”
apahabar.com

Sirah

Mengenang Tuan Guru Zainal Ilmi (1); Menegur Kekhilafan dengan Pandangan Batin
apahabar.com

Sirah

Saat Miskin Qarun Pribadi Taat, Ketika Kaya Sembah Buaya
apahabar.com

Religi

Ini Bukti Sayidina Ali bin Abi Thalib dan Sayidina Abu Bakar Tidak Berkonflik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com