Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Kronologi Pria Kelumpang Tengah Tewas Disengat Ribuan Lebah Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Hari Ini Kuota Internet Belajar Siswa dan Guru Dikirim Langsung ke Nomor Peserta, Berikut Besar Subsidinya Tolak Omnibus Law, Ketua DPRD Kalsel Digelari Juara Stand Up Komedi

Wajibkah Izin Istri Sebagai Syarat Poligami? Berikut Pendapat Ulama

- Apahabar.com Minggu, 18 Oktober 2020 - 13:48 WIB

Wajibkah Izin Istri Sebagai Syarat Poligami? Berikut Pendapat Ulama

Ilustrasi poligami. Foto: Net

apahabar.com, JAKARTA – Kumpulan Hukum Islam dan pemerintah menambahkan 2 syarat lainnya yang bersifat perdata bagi suami yang ingin menikah lagi.

Pertama, suami mesti mendapat izin tertulis dari pengadilan agama dan persetujuan tertulis dari istri.

Isnan Ansory, dalam bukunya “Silsilah Tafsir Ahkam: QS. An-Nisa’: 3 (Poligami)” seperti dilansir dari khazanah.republika.co.id menyampaikan, para ulama berbeda pendapat tentang status syarat yang ditetapkan oleh istri kepada suami, untuk tidak boleh melakukan poligami, apakah pensyaratan yang dibolehkan atau tidak?

Kata dia, mazhab pertama syarat yang dibolehkan. Sebagian sahabat sepeti Umar bin Khatthab, Sa’ad bin Abi Waqqash, Mu’awiyyah dan Amr bin Ash. Serta sebagian ulama seperti Syuraih, Umar bin Abdul Aziz, Jabir bin Zaid, Thawus, al-Awza’i dan Ishaq berpendapat bahwa syarat seperti ini dapat dibenarkan.

“Dan karenanya, suami wajib memenuhi persyaratan tersebut,” katanya.

Namun jika suami melanggarnya, pernikahan tetap dinilai sah, dan istri memiliki hak untuk menggugat cerai. Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi berkata dalam al-Mughni:

Jika ia menikahinya, dan sang istri mensyaratkan untuknya atas suami untuk tidak boleh berpoligami, maka syarat ini wajib ditunaikan.

Dan jika suami melanggarnya, maka istri mempunyai hak untuk menuntut cerai [fasakh]. Pendapat ini diriwayatkan dari Umar bin Khatthab, Sa’ad bin Abi Waqqash, Mu’awiyyah dan Amr bin Ash. Serta sebagian ulama seperti Syuraih, Umar bin Abdul Aziz, Jabir bin Zaid, Thawus, al-Awza’i dan Ishaq.”

Pendapat ini mereka dasarkan kepada hadits berikut:

Dari Uqbah bin Amir – r.a berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Syarat yang paling patut kalian tepati adalah syarat yang menghalakan terjadinya hubungan
badan (pernikahan).” (HR. Bukhari Muslim).

Mazhab Kedua: Syarat yang batil.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sirah

Masjid Noor (2), Dindingnya Sempat Jebol Disebabkan Qari Tampan Ini
apahabar.com

Sirah

Muallim Syukur, Bakul Kosong, dan Prilaku ‘Ganjil’ Para Pedagang
apahabar.com

Sirah

Pendulang Emas Terkejut Mendengar Penjelasan Guru Ramli Terkait Lokasi Galian
apahabar.com

Sirah

Masjid Keramat Palajau, Bukti Kejayaan Kerajaan Demak 
apahabar.com

Religi

Sebelum Dikuasai Wahabi, Makkah Merayakan Maulid Nabi
apahabar.com

Sirah

Akibat Kejadian Ini, Tuan Guru Zainal Ilmi Batal Disemayamkan di Makam Pahlawan
apahabar.com

Sirah

Detik-Detik Penaklukkan Konstantinopel di Tangan Umat Islam
apahabar.com

Religi

Susuri Jalan Tasawuf Tak Biasa, Guru Seman Beri Makan Semut ‘Wadai Kelemben’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com