Selamat! bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Indonesia Financial Top Leader Award 2021 “Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak Detik-Detik Pembunuhan Brutal di Gambah HST, Korban Asyik Cabut Uban Mapolsek BAS HST Gempar! ODGJ Bawa Balok Ngamuk-Kejar Petugas Siap-Siap! Hasnur Mau Lepas Saham Perusahaan Kapalnya ke Publik

Warga Keterbelakangan Mental di Kotabaru Terima Bantuan dari Kemensos RI

- Apahabar.com     Senin, 26 Oktober 2020 - 17:17 WITA

Warga Keterbelakangan Mental di Kotabaru Terima Bantuan dari Kemensos RI

Puluhan penyandang gangguan jiwa di Kotabaru bantuan Rp2 juta per orang dari Kemensos. Foto-Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Sedikitnya tiga puluh orang warga keterbelakangan mental di Kotabaru menerima bantuan dari Kementerian Sosial RI.

Masing-masing penyandang gangguan jiwa itu menerima bantuan Rp 2 juta.

Bantuan itu diserahkan melalui Balai Budi Luhur Banjarbaru.
Sementara penyalurannya berlangsung di Gedung Islamic Center, Kotabaru, Senin (26/10).

Sekretaris Daerah Kotabaru, Said Akhmad, mengatakan penyandang disabilitas orang dengan gangguan jiwa memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan masyarakat lainnya.

“Kepedulian dan perhatian dari kita semua adalah kunci bagi penyandang disabilitas orang dalam gangguan jiwa ini,” ujar Sayed.

Said Akhmad menyampaikan Pemkab Kotabaru berupaya memberikan layanan terbaik bagi para penyandang disabilitas.

“Kami, atas nama pemerintah kabupaten mengucapkan terima kasih kepada Balai Budi Luhur Banjarbaru yang telah membantu pemerintah dalam menangani masalah sosial dengan memberikan bantuan. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita,” harapnya.

Kepala Balai Budi Luhur Banjarbaru, Herry Pawoko menjelaskan di Kabupaten Kotabaru ada 30 orang yang menerima bantuan tersebut.

Sementara Plt Kepala Dinas Sosial Kotabaru, Nurviza, menambahkan Pemkab Kotabaru telah memberikan bantuan sosial untuk disabilitas tetapi secara umum termasuk disabilitas mental.

Bantuan untuk 30 orang disabilitas yang diserahkan tersebut hanya untuk delapan kecamatan. Sementara untuk kecamatan lainnya terkendala data yang kurang valid.

Dari data yang dimiliki, ada seratus orang lebih penyandang disabilitas mental di Kabupaten Kotabaru. Namun kendalanya mereka tidak memiliki KK dan KTP.

“Itu adalah sarat mutlak untuk membuka rekening, selain adanya BNBA dan NIK. Kalau tidak ada kita akan di suruh oleh BPK mengembalikan uangnya. Itulah kendalanya makanya kita hanya mendapat 30 orang saja untuk bantuan disabilitas mental kali ini,” pungkas Nurviza.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kota Baru

Di Tengah Keterbatasan Anggaran, 2 Desa di Kotabaru Sukses Raih Penghargaan Mentri LHK RI
apahabar.com

Kota Baru

Berkat Dukungan Wakil Rakyat, Puluhan Anak Pedalaman Kotabaru Akhirnya Bisa Kuliah
Kotabaru

Kota Baru

Lagi, Pasien Sembuh dari Covid-19 di Kotabaru Bertambah
Sembuh dari Covid-19

Kota Baru

Lagi, 9 Warga Kotabaru Berhasil Sembuh dari Covid-19

Kota Baru

Hari ini, 3 Warga Kotabaru Terpapar Covid-19
apahabar.com

Kota Baru

Cara Lapas Kotabaru Cetak Napi Mandiri Saat Menjalani Hukuman

Kota Baru

Ikuti Maklumat Presiden Jokowi, Kejari Kotabaru Bangun Zona Integritas WBK-WBBM

Kota Baru

Update Covid-19 Kotabaru: Tidak Ada Kasus Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com