3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Warga Keterbelakangan Mental di Kotabaru Terima Bantuan dari Kemensos RI

- Apahabar.com Senin, 26 Oktober 2020 - 17:17 WIB

Warga Keterbelakangan Mental di Kotabaru Terima Bantuan dari Kemensos RI

Puluhan penyandang gangguan jiwa di Kotabaru bantuan Rp2 juta per orang dari Kemensos. Foto-Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Sedikitnya tiga puluh orang warga keterbelakangan mental di Kotabaru menerima bantuan dari Kementerian Sosial RI.

Masing-masing penyandang gangguan jiwa itu menerima bantuan Rp 2 juta.

Bantuan itu diserahkan melalui Balai Budi Luhur Banjarbaru.
Sementara penyalurannya berlangsung di Gedung Islamic Center, Kotabaru, Senin (26/10).

Sekretaris Daerah Kotabaru, Said Akhmad, mengatakan penyandang disabilitas orang dengan gangguan jiwa memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan masyarakat lainnya.

“Kepedulian dan perhatian dari kita semua adalah kunci bagi penyandang disabilitas orang dalam gangguan jiwa ini,” ujar Sayed.

Said Akhmad menyampaikan Pemkab Kotabaru berupaya memberikan layanan terbaik bagi para penyandang disabilitas.

“Kami, atas nama pemerintah kabupaten mengucapkan terima kasih kepada Balai Budi Luhur Banjarbaru yang telah membantu pemerintah dalam menangani masalah sosial dengan memberikan bantuan. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita,” harapnya.

Kepala Balai Budi Luhur Banjarbaru, Herry Pawoko menjelaskan di Kabupaten Kotabaru ada 30 orang yang menerima bantuan tersebut.

Sementara Plt Kepala Dinas Sosial Kotabaru, Nurviza, menambahkan Pemkab Kotabaru telah memberikan bantuan sosial untuk disabilitas tetapi secara umum termasuk disabilitas mental.

Bantuan untuk 30 orang disabilitas yang diserahkan tersebut hanya untuk delapan kecamatan. Sementara untuk kecamatan lainnya terkendala data yang kurang valid.

Dari data yang dimiliki, ada seratus orang lebih penyandang disabilitas mental di Kabupaten Kotabaru. Namun kendalanya mereka tidak memiliki KK dan KTP.

“Itu adalah sarat mutlak untuk membuka rekening, selain adanya BNBA dan NIK. Kalau tidak ada kita akan di suruh oleh BPK mengembalikan uangnya. Itulah kendalanya makanya kita hanya mendapat 30 orang saja untuk bantuan disabilitas mental kali ini,” pungkas Nurviza.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kota Baru

Selidiki Penyebab Puluhan Kios Terbakar di Kotabaru, Polisi Temukan Fakta Baru
apahabar.com

Kota Baru

Warganya Kebanjiran, Kapolsek Sampanahan Sigap Bantu Warga
apahabar.com

Kota Baru

Air Sungai Meluap, Ruas Jalan di Hampang Kotabaru Nyaris Longsor
apahabar.com

Kota Baru

Sempat Tertunda Karena Covid-19, Rakornis Pariwisata se-Kalsel Digelar di Kotabaru
apahabar.com

Kota Baru

Polisi dan Warga di Kelumpang Tengah Kotabaru Kompak Cegah Sebaran Covid-19
goa lowo

Kota Baru

Empat Bulan Dibuka, Pesona Goa Lowo Tegal Rejo Kotabaru Makin Ramai Pengunjung
apahabar.com

Kota Baru

Sayed Jafar Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Selaru
apahabar.com

Kota Baru

Cara Lapas Kotabaru Cetak Napi Mandiri Saat Menjalani Hukuman
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com