Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Wartawan Senior Gugat Indosat Ooredoo dan Commonwealth Bank Rp 100 Miliar

- Apahabar.com Sabtu, 24 Oktober 2020 - 23:12 WIB

Wartawan Senior Gugat Indosat Ooredoo dan Commonwealth Bank Rp 100 Miliar

Tim pengacara untuk gugatan perdata Ilham Bintang. Foto-Istimewa.

apahabar.com, JAKARTA – Wartawan senior Ilham Bintang memutuskan segera memasukkan gugatan perdata terhadap dua korporasi yang dinilainya  bertanggung jawab atas dibajaknya SIM telepon selularnya dan dibobolnya rekening banknya oleh sindikat pembobol rekening bank.

Kedua korporasi itu adalah perusahaan selular PT Indosat Ooredoo, berkantor di Jalan Merdeka Barat no 21, Jakarta Pusat, dan bank asing Commonwealth Bank, berkantor di Gedung WTC  lantai 6, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 24-31.

Gugatan yang diajukan, selain kerugian materiil, juga kerugia inmateriil, sebesar Rp.100 miliar kepada pihak Indosat Ooredoo dan Commonwealth Bank.

Tim pengacara untuk gugatan perdata ini Wina Armada, SH, DR Purwaning, Gabril Mahal, SH, dan Ryan Dwianto, SH.

Menurut rencana hari Senin gugatan perdata itu akan didaftarkan di Pengadilan Negeri.

“Sejak awal kasus pembajakan HP Indosat dan dikurasnya uang tabungan saya di Commonwealth Bank, masuk pengadilan, saya sudah merasakan kejanggalan hukum. Mengapa hanya pelaksana kejahatan yang diadili, tetapi korporasi besar yang seharus bertanggung jawab mengamankan identitas privasi saya, termasuk uang tabungan saya di bank, bisa lepas tangan. Sama sekali tidak ikut diadili,” kata Ilham Bintang dalam keterangan tertulisnya kepada apahabar.com, Sabtu (24/10) malam.

Diskusi di rumah Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat itu digelar setelah mereka menerima kabar bahwa sindikat pembobolan bank Ilham Bintang, Rabu lalu (21/10/20) telah divonis bersalah oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Anggota sindikat dijatuhi hukuman bervariasi dari 2 hingga 4 tahun penjara. Ilham mengatakan, dia menghormati keputusan majelis hakim.

Tapi, dia menilai vonis itu tidak akan berdampak kuat pada penjeraan provider kartu ponsel dan perbankan untuk menjamin rahasia privasi publik serta simpanannya di bank.

Masyarakat sudah lama resah akibat seringnya kasus pembajakan no SIM HP dan berlanjut pembobolan uang tabungan nasabah bank di pelbagai kota.

Bahkan, setelah kasusnya ditangani pihak berwajib, korban kejahatan simcard dan perbankan terus berjatuhan.

“Semula saya berharap, kasus saya akan menjadi  momentum pemungkas bagi dibangunnya sistem pengamanan yang lebih ketat terhadap rahasia privasi identitas publik yang dilayani korporasi besar yang sudah meraup keuntungan besar dari konsumennya,” kata Ilham.

“Tapi, setelah di pengadilan, wakil korporasi besar tidak diadili dan seperti terkesan tidak ikut bertanggung jawab atas kerugian nasabah mereka, itu saya rasa sangat tidak adil. Makanya bersama Tim Pengacara, kami bertekad menchallenge kejanggalan itu,” lanjut wartawan senior yang dikenal sebagai pelopor jurnalisme infotainmen itu.

Kasus dibajaknya HP dan dikurasnya tabungan Ilham Bintang  sebesar AUD$ 25.263 dan tabungan rupiah sebesar Rp.16 juta terjadi awal Januari 2020.

Itu terjadi beberapa hari setelah Ilham Bintang bersama 14 anggota keluarganya berlibur akhir tahun ke Australia sekaligus menjenguk puteri bungsu keluarga itu yang sedang studi di Melbourne.

Di awal perjalanan, ilham sempat mengalami gangguan akses dengan HP-nya selama beberapa hari.

Belakangan, dia sangat kaget, ketika akan mengambil uang tabungannya di Comonwealth Bank via ATM, dana tabunganya ternyata sudah dikuras habis oleh orang tidak dikenal melalui 94 kali penarikan/tranksaksi.

Ayah empat anak itu kemudian mengadukan kasus pembobolan bank di kantor Commonwealth Bank setempat. Dan terpaksa mengakhiri jadwal liburan keluarga di Australia.

Setiba di tanah air pendiri group media Cek&Ricek yang aktif menulis itu, bergerak cepat. Melaporkan kasus itu sambil mengekspos kasus pahit yang menimpa dia dan keluarganya di FB-nya.

Tulisan itu kemudian ramai dikutip media arus utama. Maka sontak kasus tersebut mendapat perhatian besar. Polisi bertindak cepat dan berhasil membongkar jaringan sindikat di belakangnya.

Berkat kerja keras polisi dan jaksa, kasus tindak pidana pembobolan tabungan bank itu segera bisa diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Setelah menjalani beberapa kali sidang selama kurang lebih 4 bulan, majelis hakim  PN Jakarta Barat menjatuhkan vonisnya, Rabu pekan lalu.

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Dinyatakan Sembuh, Menhub Budi Karya Mulai Ikut Ratas Bersama Jokowi
apahabar.com

Nasional

Untuk Kuatkan Nilai Pancasila, PMP akan Diajarkan Lagi
apahabar.com

Nasional

Tinjau Karhutla di Kalsel, Wakapolri: 4 Tersangka Sudah Kita Tahan
apahabar.com

Nasional

Banjir dan Longsor Menerjang, Aktivis Lingkungan Soroti Tambang Batu Bara
apahabar.com

Nasional

Aryadi Menangis, Usai Lihat Jasad Levie
apahabar.com

Nasional

Penyanyi Yopie Latul Meninggal Dunia karena Covid-19
apahabar.com

Nasional

Update Quick Count Sementara, Data Masuk di Atas 90 Persen
apahabar.com

Nasional

YLKI Soroti Kepatuhan Kantor Pemerintah Sebagai Kawasan Tanpa Rokok
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com