3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Wawancara Monolog dengan Kursi Kosong, Najwa Shihab Dilaporkan ke Polisi

- Apahabar.com Selasa, 6 Oktober 2020 - 18:01 WIB

Wawancara Monolog dengan Kursi Kosong, Najwa Shihab Dilaporkan ke Polisi

Najwa Shihab. Foto-istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Tak lama setelah melakukan wawancara monolog dengan kursi kosong yang dipresentasikan sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan, Presenter kondang Najwa Shihab dilaporkan oleh Relawan Jokowi (Joko Widodo) Bersatu ke Polda Metro Jaya, Selasa (6/10).

“Kejadian wawancara kursi kosong Najwa Shihab melukai hati kami sebagai pembela presiden. Karena Menteri Terawan adalah representasi dari presiden Republik Indonesia Joko Widodo,” ujar Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu, Silvia Devi Soembarto saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (6/10).

Silvia mengkhawatirkan jika tindakan Najwa Shihab dibiarkan akan berulang dan berpotensi ditiru oleh wartawan lainnya.

“Kami diterima oleh SPKT dan kami akan menuju ke siber. Karena kami berurusan dengan UU ITE dan juga pejabat menteri yang notabene adalah pejabat negara. Terlapornya juga kami akan memberikan somasi kepada Trans7 dan kami akan melakukan melaporkan kepada dewan pers setelah ini,” tegas Silvia.

Adapun persangkaannya, menurut Silvia, adalah cyber bullying. Karena narasumber tidak hadir kemudian diwawancarai dan dijadikan parodi. Silvia menganggap parodi tersebut merupakan tindakan yang tidak boleh dilakukan kepada pejabat negara, khususnya menteri.

“Dalam KUHP Perdata dan Pidana ketika bicara dengan jurnalistik memang kami memakai UU pers tetapi juga dilaporkan secara perdata dan pidana melalui pengadilan atau kepolisian. Ketika sama-sama mentok kita ke dewan pers, untuk meminta arahan,” terang Silvia.

Terkait barang bukti yang dibawa, kata Silvia, ada penggalan video dari Youtube. Namun tidak menutup kemungkinan ada bukti lain, setelah lapor ke bagian Siber Polda Metro Jaya. Kemudian ia juga mengaku sudah berkomunikasi dengan dewan pers, dan akan berdiskusi masalah ini.

“Dewan pers membuka peluang kami untuk datang dan berdiskusi. Karena kami bukan mau menyerang seseorang tapi kami hanya ingin perlakuan yang dilakukan Najwa Shihab, di depan jutaan rakyat Indonesia tidak berulang dilakukan oleh wartawan lain atau tidak ditiru itu saja,” tutup Silvia.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mendagri Sebut Rekomendasi Perpanjangan SKT FPI Masih Dikaji

Nasional

Akhir November 2020, Pemerintah Rencanakan Vaksinasi Covid-19 Bagi 9,1 Juta Orang
apahabar.com

Nasional

Tanggapi Isu kebangkitan PKI, Jenderal (Purn) Agum Gumelar: Basi!
apahabar.com

Nasional

Terbongkar, Modus WNI Lakukan Ratusan Kali Perkosaan di Inggris
apahabar.com

Nasional

Mantap, KFC Dukung Penuh Gerakan Non-Plastik Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Jenazah Korban Penembakan Papua Diterbangkan ke Makassar
apahabar.com

Nasional

Bareskrim Belum Tetapkan Tersangka Kasus Kebakaran Kejagung
apahabar.com

Nasional

Timur Laut Sumbawa Diguncang Gempa Hari Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com