Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Zona Hijau Mendominasi, Banjarmasin Belum Ideal Terapkan Sekolah Tatap Muka

- Apahabar.com Senin, 12 Oktober 2020 - 13:39 WIB

Zona Hijau Mendominasi, Banjarmasin Belum Ideal Terapkan Sekolah Tatap Muka

Ilustrasi sistem belajar sekolah tatap muka. Foto-net

apahabar.com, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) belum memberikan lampu hijau kepada Kota Banjarmasin untuk menggelar sekolah tatap muka secara langsung.

Sekalipun saat ini, wilayah zona hijau penularan Covid-19 mendominasi Kota Banjarmasin.

Kepala Dinas Pendidikan Kalsel, Yusuf Effendi, meski status zona hijau mendominasi, namun bukan serta merta sekolah secara tatap muka dapat langsung digelar di Banjarmasin.

Pasalnya, dari catatan Yusuf, tidak seluruhnya wilayah Banjarmasin zona hijau.

“Sepanjang yang kami ketahui, Banjarmasin secara keseluruhan belum. Hanya beberapa kelurahan yang sudah zona hijau, tapi yang lain masih ada zona merah. Oleh karena itu tidak mungkin,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kalsel, Yusuf Effendi ditemui usai pelantikan Sekdaprov Kalsel di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, Senin (12/10).

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim memberikan opsi memulai kembali sekolah tatap muka kepada daerah yang telah dinyatakan sebagai zona hijau dan zona kuning.

Namun, kebijakan ini bersifat fleksibel atau tidak diwajibkan, tergantung pengamatan pemerintah di daerah.

“Kendati ada perluasan bahwa zona kuning dimungkinkan, tetapi tidak wajib. Bagi kita Provinsi Kalsel, hanya kebijakan bahwa zona hijau baru diterapkan (sekolah tatap muka),” terang Yusuf.

Menurut Yusuf, Kalsel melakukan pendekatan zonasi secara utuh bukan secara parsial.

Hal ini dilakukan untuk menghindari penularan atau menimbulkan kluster baru dari sistem pendidikan, ketika sekolah dibuka.

“Kita khawatir satuan pendidikannya, berada pada zona hijau tetapi siswanya bisa saja bermukim di zona merah. Itu menjadi pemicu penularan terhadap siswa lain,” ungkap Yusuf.

Meski begitu kata Yusuf, Disdik Kalsel akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 sebelum menetapkan izin pembelajaran secara tatap muka.

Yang pasti, lanjut Yusuf, sementara ini sekolah daring masih diberlakukan.

“Belum saatnya (sekolah tatap muka), kita tunggu perkembangan terkini terkait penzonaan dari ekspose gugus tugas,” tegas Yusuf.

Sementara itu, Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar mengapresiasi capaian Banjarmasin yang telah berstatus zona hijau.

Roy berharap tingkat penularan akan semakin menurun. “Alhamdulillah, itu prestasi yang cukup bagus. Tinggal kita lihat lagi, agar tidak terjadi penularan-penularan baru yang bisa merubah zona hijau menjadi merah kembali,” timpal Roy.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin tercatat 45 zona hijau. Meski begitu Banjarmasin masih terdapat 6 zona kuning, dan 1 zona merah.

Untuk zona merah itu ada di kelurahan Seberang Mesjid, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Alasan Ekonomi, Pasutri Sikat Handphone Pegawai Polsek Pelaihari
apahabar.com

Kalsel

Tetap Bertahan, Masa Tolak UU Cipta Kerja Bakar Api Unggun Depan DPRD Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Harapkan Kemajuan Olahraga di Kalsel, FKIP UNISKA Gelar Kuliah Umum
apahabar.com

Kalsel

Imbas Kebakaran di Sulawesi! Traffic Light Sempat Padam, Pengguna Jalan Saling Serobot?
apahabar.com

Kalsel

Jaga Harkamtibmas, Sat Lantas Polres HSU Gelar Blue Light Patrol

Kalsel

Tak Dapat BBM Besubsidi, Ribuan Nelayan Kotabaru Tidak Melaut
apahabar.com

Kalsel

RSUD Ulin Bakal Sulap Eks Struk Center
apahabar.com

Kalsel

Said Jola Sukses, Hendra Menangis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com